Badai semakin mengamuk. Angin bertiup kencang, menggoyangkan pepohonan hingga akar-akarnya. Petir menyambar-nyambar, menerangi langit yang gelap gulita. Para remaja itu mencari perlindungan di balik sebuah pohon besar.
"Apa yang sedang terjadi?" tanya Anisa dengan suara bergetar.
"Aku tidak tahu," jawab Malika, wajahnya pucat.
Tiba-tiba, tanah di bawah kaki mereka bergetar hebat. Sebuah retakan besar muncul di tanah, dan dari dalam retakan itu muncul makhluk-makhluk raksasa yang menyerupai serangga. Mereka memiliki cakar yang tajam dan mulut yang besar penuh gigi.
"Kita harus pergi dari sini!" teriak Dimas.
Mereka berlari sekencang mungkin, menghindari serangan makhluk-makhluk raksasa itu. Badai semakin deras, membuat pandangan mereka kabur. Mereka tersesat di dalam hutan yang gelap.
Setelah berlari selama beberapa waktu, mereka akhirnya menemukan sebuah gua. Mereka masuk ke dalam gua itu dan menutup pintu batu di belakang mereka. Di dalam gua, mereka menemukan sebuah ruangan besar yang dipenuhi dengan lukisan-lukisan kuno. Lukisan-lukisan itu menggambarkan sejarah dunia baru ini.
Dari lukisan-lukisan itu, mereka mengetahui bahwa dunia baru ini sebenarnya adalah sebuah planet yang sudah lama ditinggalkan oleh penghuninya. Makhluk-makhluk raksasa yang mereka hadapi adalah penjaga planet ini. Mereka melindungi planet ini dari para pengganggu.
"Jadi, kita sebenarnya tidak diinginkan di sini," ucap Aulya dengan nada sedih.
"Tapi, kita harus mencari tahu mengapa kita ada di sini," kata Malika. "Pasti ada alasan kenapa kita dibawa ke dunia ini."

KAMU SEDANG MEMBACA
CLAS VI SCHOOL 2024....[END]
Ficção Adolescentedi sebuah sekolah mewah mempunyai fasilitas yang bagus di sana ada seorang murid yang pintar pintar dan mereka bisanya Mein bareng dan tidak boleh ada yang berantem. di sekolah itu ada ruang rahasia di ruangan rahasia itu ada dunia gaib yaitu asrama...