Trying to realize

216 20 8
                                        


"08...."

Malam itu juga Luna telah menyewa apartemen untuk ia tinggali selama satu bulan.

Ia sedang berbaring di atas sofa ruang tengah dalam apartemen nya itu dan memasukkan nomor telepon milik Nicholas..

"Ini dia! Apakah aku harus menelponnya?" Ucapnya

Luna perpikir keras untuk menelpon lelaki itu atau tidak,,, sebenarnya Ia sedikit malu untuk meminta bantuan dari Nicholas.

𝘛𝘶𝘵

Luna sembari memejamkan matanya dengan sengaja memencet tombol telepon..

"𝘏𝘢𝘭𝘰?"

Terdengar suara berat seorang laki-laki dari 𝘴𝘱𝘦𝘢𝘬𝘦𝘳 ponsel Luna..

Luna sangat gugup untuk berbicara, ia menelan salivanya terlebih dahulu..

"H-halo.. Aku Luna! Gadis kecil imut yang meminta bantuanmu tadi siang.." Ujar Luna dengan percaya dirinya..

Beberapa detik ponsel Luna tak mengeluarkan suara apapun, sesekali Luna juga mengecek layar ponselnya tetapi telponnya masih menyala..

"Halo?"

\"𝘏𝘦𝘪 𝘣𝘰𝘤𝘢𝘩, 𝘬𝘢𝘶 𝘣𝘪𝘴𝘢 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘪𝘳𝘪𝘮 𝘱𝘦𝘴𝘢𝘯 𝘴𝘢𝘫𝘢 𝘱𝘢𝘥𝘢𝘬𝘶, 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘱𝘦𝘳𝘭𝘶 𝘮𝘦𝘯𝘦𝘭𝘱𝘰𝘯" ujar Nicholas dengan tegas dalam telponnya

"A-aku minta maaf,, tapi bisakah kau menyimpan kontakku?" Balas Luna

"𝘏𝘮.. 𝘉𝘢𝘪𝘬𝘭𝘢𝘩 𝘴𝘦𝘬𝘢𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘵𝘶𝘵𝘶𝘱 𝘵𝘦𝘭𝘱𝘰𝘯 𝘯𝘺𝘢." Ujar Nicholas dengan nada bicara malas..

𝘛𝘶𝘵𝘵

Luna segera mematikan teleponnya,, ia sedikit mengelus-elus dadanya karna sedikit takut dengan Nicholas yang terlihat galak..

Beberapa menit setelah ia mematikan telepon itu,, Nicholas tiba-tiba mengirim foto untuk bukti bahwa lelaki itu telah menyimpan kontak milik Luna.

Luna hanya membalas singkat pesan lelaki itu,, "ok" ia sangat gugup dengan lelaki itu,, ia belum bisa membiasakan dirinya untuk sok akrab dengan orang baru karna ia adalah seorang introvert.

***

beberapa menit Luna hanya berbring sembari memainkan ponselnya, ia sedikit tenang karna ayahnya tak lagi bisa menghubunginya karna ia telah memblokir semua kontak dan akun sosmed milik ayah dan ibu dan kakak tiri nya itu..

karna saat ini yang ingin Luna lakukan adalah hanya fokus mencarikeberadaan kakaknya itu..

"grukk..."

terdengar suara kecil dari perut Luna, ia tiba-tiba merasa lapar, Luna segera mengecek lemari es nya namun ia ingat baha ia belum berbelanja untuk kebutuhannya selama tinggal di apartemen itu..

akhirnya Luna memutuskan untuk pergi ke minimarket terdekat,, ia mulai menggunakan jaketnya dan bergegas keluar gedung apartemen tersebut..

***

Luna membeli beberapa keperluan di minimarket tersebut.

𝘉𝘳𝘶𝘬

Luna menabrak seorang gadis berambut pirang saat sedang berjalan mundur..

"O-oh.. Maafkan aku.." Ujar Luna

"Sorry, what did you say?" Balas gadis berambut pirang tersebut.

Luna sedikit terkejut karna gadis itu menatap heran padanya, ia juga takut karna gadis itu tinggi, juga ia terkejut karna gadis itu menggunakan bahasa Inggris.

Why? || HEESEUNG X GAEULTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang