Gracellya, seorang gadis cantik yang lahir dalam keluarga sederhana, namun picik.
Keluarganya selalu memperlakukan buruk padanya
Suatu hari saat keluarganya benar benar jengkel padanya.. Mereka memutuskan untuk menjual Gracellya pada seorang lelak...
"𝘞𝘢𝘩.. 𝘉𝘦𝘴𝘢𝘳 𝘴𝘦𝘬𝘢𝘭𝘪 𝘳𝘶𝘮𝘢𝘩 𝘪𝘯𝘪" batin Luna saat pertama kali masuk ke dalam rumah milik Nicholas
Luna terus saja celingak-cekinguk meneliti seisi rumah milik Nicholas itu. "Kenapa kau diam saja? Ayo ikuti aku menuju kamarmu" ujar Nicholas diangguki Luna..
***
𝘊𝘦𝘬𝘭𝘦𝘬..
Nicholas membuka pintu kamar tersebut dan menyalakan lampunya..
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Alangkah terkejutnya Luna saat melihat kamar indah itu,, ia tak pernah menempati kamar se indah itu..
"Ini kamar kakakku dulu, sudah lama tak di tempati jadi sangat berdebu." Ucap Nicholas memberi tahu
"𝘋𝘦𝘣𝘶? 𝘋𝘪𝘮𝘢𝘯𝘢 𝘥𝘦𝘣𝘶 𝘪𝘵𝘶? 𝘈𝘬𝘶 𝘩𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘮𝘦𝘭𝘪𝘩𝘢𝘵 𝘬𝘦𝘮𝘦𝘸𝘢𝘩𝘢𝘯" batin Luna
"Kau pergilah mandi dan cepat tidur, aku akan mengurus sesuatu." Ujar Nicholas diangguki Luna
Luna mulai menyidik kamar itu, ia tak merasakan debu dalam ruangan itu sedikitpun,, bahkan ruangan itu wangi..
Luna menyentuh meja sebelah kasur itu, namun debu itu tak terasa sama sekali.
"Aneh, bagaimana dia bisa bilang disini berdebu? Apakah matanya adalah microscope?" Ucap Luna keheranan
Luna mengabaikan hal itu, ia memilih untuk pergi mandi karna ia merasa tubuhnya sudah sangat berkeringat.
~•~
Disisi lain, akhirnya Richelle datang ke rumah Mahesa, ia langsung menemui Gracellya dikamarnya.
"Grace?"
Saat ia masuk, ia melihat Gracellya yang tampak sangat bosan sehingga ia hanya mencoret-coret buku...
"Richelle? Akhirnya kau datang, aku sangat bosan" ujar Gracellya
Richelle tersenyum "hari ini, seharusnya aku tak datang kesini karna Mahesa yang meminta" ucapnya
"Apakah Mahesa tak mengganggumu lagi?" Tanya Richelle Gracellya menggeleng "aku merasa, sikapnya berbeda saat ini, entah karna ia kelelahan ataupun yang lain" ucapnya