[ Yohan ]
________*
"Kavin, lu lebih baik pulang kata gua, mah, lu gak fokus sama tugas lu dari tadi."
Kavin yang di tegur menatap pada layar laptop yang sama sekali tidak berubah, dia sudah di beri tugas untuk mencari identitas seseorang karena memang itu tugasnya hari ini, tapi pikirannya sama sekali tidak berada pada tempatnya.
dia mengangguk dan lantas langsung bangkit dari tempatnya, berjalan menuju kursi dimana jaketnya berada lalu segera pergi meninggalkan bangunan sederhana sambil mempercepat laju motornya.
pikirannya tertuju pada Johan.
Kavin tau bahwa ibunya adalah pembohong yang percaya diri, wanita itu melahirkan anak dari Ernes tapi tetap berhubungan dengan ayahnya.
Kavin mengetahui itu ketika dia masih berumur 15 tahun, ketika dia baru pertama kali memasuki dunia yang berbeda.
bukan sedih yang dia rasakan, tapi jijik dan muak yang langsung bergejolak dalam dirinya.
tapi semua itu dia tahan dan dia simpan dengan baik, ketika dia tau bahwa salah satu anak dari wanita itu berbeda satu tahun dengannya. Kavin pernah melihatnya di berita, yang mengangkat berita soal pengusaha sukses yang sedang naik daun. Ada tiga anak, dan salah satu dari mereka yang di beritahu nama Johan menarik perhatiannya.
setelah itu Kavin setuju menjadi pewaris dan selalu ikut ayahnya menghadiri acara bisnis, hanya untuk berkenalan dengan Johan.
rasa jijiknya pada wanita itu menjadi syukur karena melahirkan seseorang yang begitu menarik di matanya.
Kavin memang bukan anak kandung dari wanita itu, hanya saja dari kecil yang dia ketahui adalah wanita itu ibunya.
selama memasuki perkumpulan yang selama ini tidak dia ketahui akan ada di antara para remaja, semakin dia tau kebenaran kebenarannya.
Ernes adalah pria terpandang, bisnisnya yang sukses ternyata mempunyai celah kecil untuk di tempati oleh orang 'kotor' seperti mereka.
bukan mereka lebih tepatnya, Kavin dan teman temannya hanya anak dari perkumpulan utama.
nyatanya kavin adalah bawahan dari salah satu sekumpulan organisasi. pernah menjadi pengedar juga melakukan penculikan pada anak di usia sekitar 8 sampai 12 tahun, untuk di jual kepada klien yang membutuhkan jasa mereka.
dan ketika Kavin mulai memiliki hubungan yang cukup dekat dengan Johan, tidak pernah dia sangka bahwa Johan yang polos dan bersih membongkar dirinya.
saat itu Kavin sudah berusia 18, dua bulan sebelum pemakaman Johan di laksanakan.
Johan mengetahui hal itu, tentu saja Kavin membeku total sampai tidak bisa merasakan kakinya menapak. Ketika Johan berkata di hadapannya sambil menunjukan sebuah rekaman di dalam ponsel.
"Aku tau apa yang kamu lakuin," Johan mematikan ponselnya, memiringkan kepalanya sedikit sambil tersenyum jenaka, "Ba! kamu ketahuan."
Kavin tidak mengerti kenapa dia merasa saat itu senyuman --yang biasanya di kenal manis oleh orang orang yang buta akan perasaan-- terlihat begitu murni, seakan akan senyuman itu memang di peruntukan pada hari ini.
KAMU SEDANG MEMBACA
Yohan [ END ]
Roman pour Adolescents[ Brothership, Friendship ] Yohan itu selalu bangga sama tubuh bongsor tingginya, bahkan teman temannya selalu memanfaatkan dia untuk memimpin jalanan agar membuat lawan ketar ketir seolah melihat titan. tapi takdir tidak pernah ada yang tau, Yohan...
![Yohan [ END ]](https://img.wattpad.com/cover/362366748-64-k313790.jpg)