𝙃𝙖𝙥𝙥𝙮 𝙍𝙚𝙖𝙙𝙞𝙣𝙜
•
•
•
•
Hari minggu biasanya digunakan anak sekolah untuk bersantai atau berkumpul dengan keluarga, sama seperti Khanza dan Aska sekarang yang sedang bersantai di ruang tengah dengan cemilan di tangan kakak Khanza sedangkan Aska yang sibuk menonton acara Tv.
"Kak bosen, ke luar yuk, " Ajak Khanza menoleh kearah Aska.
"Kemana?, ”Tanya Aska tanpa menoleh.
" Ke supermarket aja sekalian belanja bulanan, soalnya bahan-bahan di kulkas udah habis, " Jawab Khanza.
"Hemm siap-siap sana, " Kata Aska di balas anggukan oleh Khanza dan ia bergegas menuju kamar untuk bersiap. 5 menit setelahnya Khanza keluar setelah siap menghampiri Aska yang sudah menunggu di ruang tamu.
"Kak ayo, " Ajaknya, diangguki oleh sang empu lalu mereka berdua keluar ,mengendarai mobil milik Aska dan melesat menuju supermarket.
10 menit perjalanan mereka sampai Khanza keluar di ikuti oleh Aska melangkah memasuki supermarket.
"Kak mau di masakin apa?, " Tanya Khanza yang berdiri di depan rak rak sayuran.
"Hem apapun yang penting bisa dimakan, " Jawabannya lalu di angguki oleh Khanza.
"Lo lanjut aja gua mau ambil cemilan sama minuman soda, " Kata Aska lalu beranjak pergi menuju rak-rak penuh cemilan sedangkan Khanza hanya mengangguk.
"Hemm sayuran, daging apalagi ya kayaknya udah deh, " Kata Khanza kepada dirinya sendiri sambil melihat belanjanya.
"Aska mana sih kok lama banget, " Gumamnya saat belum melihat Aska akan kembali sedangkan dia sudah selesai belanja, saat sedang sibuk menunggu Aska dia di kejutkan oleh tepukan seseorang di bahunya.
"Khanza?, " Sapanya sambil menupuk bahu Khanza membuat sang empu manoleh.
"Ahh bener ternyata lo, " Katanya lagi.
"Kenapa?, " Tanya Khanza dingin membuat cowok itu terkekeh.
"Judes amat za, " Komentar orang itu sedangkan Khanza memutar bola matanya malas berniat pergi dari sana tapi tangannya di cekal.
"Apaan sih van lepassin, " Kata Khanza merasa tidak nyaman.
"Gua mau ngomong sebentar za plis, " Kata jovan ya orang tadi adalah jovanka.
"Sorry gua ga bisa, lepassin, " Jawab Khanza mencoba melepaskan cekalan tangan dari jovan.
"Za sebentar aja gua mau jelassin yang dulu plis sekali ini aja, " Pintanya lagi mencoba membujuk.
"Gua bilang lepassin van, lo ga perlu jelassin apa-apa karna gua ga peduli, " Jawab Khanza mulai kesal, belum sempat Jovan menjawab tangannya ditempis kasar oleh seseorang ya itu Aska.
"Mau apa lagi lo?, " Tanya Aska dingin menatap Jovan dengan tajam karna menyentuh miliknya.
"Gua ga ada urusan sama lo, " Jawab Jovan menatap sengit Aska.
"Urusan Khanza adalah urusan gua," Kata Aska,
"Gua pringatin lo jangan pernah ganggu Khanza atau lo berurusan sama gua, " Sambung Aska lagi lalu menarik Khanza pergi dari sana menuju kasir.
"Bayar gua tunggu di mobil, " Kata Aska lalu pergi meninggalkan Khanza, sedangkan Khanza langsung membayar semua belanjanya dan menyusul Aska ke mobil.
"Kak?, " Katanya Khanza setelah duduk di kursi samping pengemudi.
"Kak Aska?, " Katanya lagi tetapi tidak ada sautan, membuat Khanza melipat bibirnya dia yakin Aska marah padanya karna tadi, sedangkan Aska hanya diam dan langsung menjalankan mobilnya meninggalkan parkiran supermarket.
KAMU SEDANG MEMBACA
ASKANZA
Teen FictionWARNING❗⚠️ BANYAK TYPO BERTEBARAN❗ *:..。o○ ○o。..:* Dua remaja yang harus terjebak janji suci pernikahan karna perjodohan yang dibuat kedua orangtua mereka. akankah mereka bisa menjalani bahtra rumah tangga diusia mereka yang masih muda?. *:..。o○ ○...
