-Happy reading all 💖
Beberapa Minggu Zikri menjalani pengobatan nya, kini hari terakhir nya ia kontrol ke dokter nya.
"Selamat Zikri kamu sudah menjalani nya dengan baik, tapi kamu hanya butuh mengendalikan emosi, kamu bisa liburan terlebih dahulu supaya lebih merasa lega, dan siapa tau kamu bisa melupakan fa-" ucap dokter itu terpotong karna melihat reaksi Zikri.
"E-eh ma-maaf ya zik" ucap dokter itu.
"Ya sudah dok terimakasih, kita pamit dulu" ucap mommy Fani.
Akhirnya mommy Fani dan Zikri pun pulang kerumah.
Sesampainya di rumah...
"Kita pulang" ucap mommy Fani, yang melihat kak Nadia dan Daddy Reyhan.
"Gimana mom?" Tanya Daddy Reyhan.
"Zikri udah mendingan, cuma kata dokter kita harus atur jadwal buat liburan" ucap mommy Fani menjelaskan.
"Yasudah bagaimana jika besok kita liburan ke Jerman" ucap Daddy Reyhan.
"Apaan ke Jerman mau nge bl Lo?" Ucap mommy Fani.
"Gimana kalo kita ke Korea " ucap mommy Fani.
"Yee lu mah mau ke temu cowok-cowok KPop Lo ituu" ucap Daddy Reyhan.
"Udah lahh kita ke Thailand ajaa" ucap kak Nadia.
"Alahh kamu mahh mau ketemuu si Bright kann, padahal dia dah nikah Ama sii cewe nya ituu siapa tuhh? Umm nenek nonok? Alahh itu lah pokok nyaa" ucap mommy Fani.
"Hehh! Muncung mu mom" ucap kak Nadia.
"Ya maap njirr" ucap mommy Fani.
"Aku mau ke Jepang" ucap Zikri seketika membuat yang lain melihat ke arah nya.
"O-oke oke, kita ke Jepang, Daddy suruh asisten Daddy siapin semuanya" ucap Daddy Reyhan lalu pergi.
"Oke mommy mau suruh maid packing baju dan perlengkapan nya" ucap mommy Fani lalu beranjak dari ruang tamu.
"Zikri mau keluar ga? Kita jajan buat di pesawat?" Ucap kak Nadia dan di angguki oleh Zikri.
"Yaudah ayo yuk" ucap kak Nadia lalu pergi di ikuti Zikri.
Merekapun menyiapkan semuanya untuk keberangkatan besok.
Di mall~~
Nadia dan Zikri berbelanja beberapa pakaian dingin dan beberapa camilan.
"Udah semua kan dek?" Tanya kak Nadia.
"Udah kak" jawab Zikri seadanya.
" Yaudah Kakak suruh supir naro ini di mobil trus kita pergi makan, oke?" Ucap kak Nadia.
"Iya kak" jawab Zikri.
"Kamu tunggu sini ya" ucap kak Nadia dan di balas anggukan oleh Zikri.
Kak Nadia pun pergi menemui supir mereka di luar mall, sedang kan Zikri sedang mencari tempat duduk untuk dia menunggu.
"Zik?" Sapa seseorang dari belakang.
"Cakra? Bana?" Ucap Zikri.
Ya yang menyapa Zikri adalah kak Bana dan Cakra.
"Kalian ngapain disini??" Tanya Zikri.
"E-eh a-anu ki-kita..." Ucap Cakra gugup.
"Kita abis reunian kelas, kalo lu?" Jawab Bana memotong Cakra yang gugup.
"Ahh ini gw nungguin kak Nadia" ucap Zikri.
"Oh? Tumben, dahh 4 tahunan ini lu jarang keliatan lohh" ucap Cakra.
"Iya gw benar-benar kehilangan Fatah banget" ucap Zikri lesu.
"Ohh gituu, trus ini kok tumben belanja sendiri? Biasa nya Ama bibi" tanya kak Bana.
"Iya ini gw mau ke Jepang besok, kata psikolog gw, gw haru liburan" jelas Zikri.
"Ohh gitu, yaudah dehh kita duluan ya, lu hati-hati " ucap Kak Bana pergi bersama Cakra meninggalkan Zikri.
Beberapa saat kemudian kak Nadia pun menghampiri Zikri yang tengah duduk di kursi.
"Zik, Kakak udah nih jadi Kita mau makan dulu atau langsung belanja?" Tanya kak Nadia.
"Belanja aja kak, takut mommy masak" ucap Zikri.
"Yaudah ayo ke toko baju dulu, disana lagi musim dingin soalnya" ucap Kak Nadia.
"Iya"
Mereka pun pergi berbelanja ke toko baju dan beberapa toko lain, untuk keperluan mereka disana.
Selama belanja Zikri hanya diam yang iya pikirkan hanya 'sedang apa Fatah?' 'bagai mana kondisi nya?' Zikri sungguh kehilangan dan benar-benar hancur.
Apalagi saat ia tau bahwa anak yang dikandung Aurel bukan lah anak nya, dia benar benar murka saat itu, tak tau apa yang harus dilakukan nya sekarang ini.
Tapi saat ia perlahan mulai terapi, ia menjadi sadar bahwa Fatah pun tak akan senang melihat nya hancur, jadi dia memperbaiki diri, dan menjadi lebih tegas dan pendiam.
Tak terlalu banyak bicara kecuali dengan orang terdekat nya itu lah Zikri sekarang, memang dari dulu Zikri itu cuek, tetapi ia akan merespon orang dengan baik, tidak seperti sekarang.
"Mas maaf saya boleh numpang duduk disini?" Tanya salah satu wanita yang membawa banyak belanjaan.
Tak ada balasan Zikri malah pergi meninggalkan tempat itu.
"Kak, udah, pulang" ucap Zikri.
"Kamu mau pulang? Bentar ya Kakak bayar dulu" ucap Kak Nadia dan membawa belanjaan nya ke kasir.
Setelah membayar Zikri dan kak Nadia pun pergi ke parkiran untuk menaruh belanjaan nya.
"Kakak mau cumi bakar" ucap Zikri.
Nadia langsung faham, adik nya ini sungguh kehilangan sosok yang menyukai cumi bakar, seseorang yang ceria, yang setiap hari nya harus ada cumi yang mendampingi makanya
:
:
:
- Thank you all 💗
Segini dulu lanjut nanti...
Maaf banget yang udah nunggu lanjutan nyaa aku lagi riwehh banget, nah karna ini Uda liburan akhir semester... aku usahain seminggu sekali up jadi karna libur semester ku tiga Minggu aku punya banyak waktu buat nulis ceritanya.
Maaf ya kalo makin kesini makin ga nyambungan ceritanya, maaf aku gabisa up cepat dan terjadwal, tapi aku usahain libur ini aku bakalan up beberapa chapter.
Love you all ❤️
Bay...bayy👋👋
KAMU SEDANG MEMBACA
PERNIKAHAN TANPA CINTA//B×B
Ficção Adolescente⚠️Ini hanya cerita fiksi/cerita hayalan ⚠️ Yang bukan dari kaum kami mending ga usah baca tapi kalo kepo sih gapapa🤭
