-Happy reading all 💖
:
:
:
Sebulan setelah hilang nya Fatah kini semua terasa berbeda, perusahaan Zikri di tutup sementara karna Zikri dan teman teman Fatah masih merasa terpukul atas hilangnya Fatah.
Mereka sudah mencari dan menyuruh banyak orang untuk mencari kebenaran Fatah, namun tak juga di temukan.
Kini di apartemen Cakra dia tengah duduk didepan jendela dengan tatapan yang kosong.
Semuanya berbeda tak ada lagi kawan baik nya itu, tak ada lagi teman yang tersenyum manis itu, dan tak ada lagi yang bisa dia perhatikan lagi.
"Khk! Bangsat!"
Apartemen Cakra benar benar tak terurus gelap, berantakan, botol minum dimana mana.
Semua anggota Alaska Geng pun sama hancurnya seperti Cakra.
Kini Cakra yang merasa putus asa pergi ke balkonnya menatap berapa tingginya unit apartment nya. dengan tatapan kosong kaki itu melangkah maju perlahan lahan.
Saat dirasa dia akan jatuh ada seseorang yang menarik tangan nya.
"ALASKA CAKRALA DINGRAT!!! LO GILA?!!" Teriak orang tersebut menyadarkan Cakra.
"H-hah?.." Cakra yang bingung terduduk lemas di lantai.
"Lu kenapa cak? kehilangan Fatah? Ga gini! Kita semua juga kehilangan dia apa lagi Zikri, tadi gw abis dari rumah temen temen Lo, trus kerumah Zikri kondisi nya hancur kamarnya berantakan matanya bengkak tatapan nya kosong bahkan dia selalu memukuli dirinya sendiri Cak, kita sama hancurnya cak!!" Ucap kak Bana panjang lebar.
Cakra menangis, mengapa dia jadi seperti ini sekarang? Kemana Alaska Geng yang ceria itu?
"Ayo masuk gw buatin teh buat lu" ucap kak Bana lalu menuntun Cakra kedalam apartemen nya.
Cakra masih menangis sendu matanya memerah dan bengkak, hidungnya yang memerah dan mengeluarkan cairan.
"Jing imut banget" batin kak Bana.
"Udah sekarang lu istirahat dulu tidur di kamar, gw bersihin ini dulu " ucap kak Bana lalu menuntun Cakra.
Cakra berjalan perlahan ke arah kamarnya.
*
*
*
Satu jam lebih kak Bana membersihkan
Ruangan itu.
"Anjir cape cokk" ucap kak Bana meregangkan otot-otot nya.
"Cakra dah bangun belum ya?" Kak Bana pun berjalan kearah kamar Fatah.
Kaka Bana pun mengintip di celah pintu kamar Cakra.
Terlihat seorang pria tengah tertidur pulas di atas ranjangnya.
"Bikin makan malam dulu gasehh??" Kak Bana pun memasuki dapur Cakra.
Beberapa menit saat kak Bana memasak tiba-tiba Cakra memegang pundaknya.
Kak Bana yang terkejut pun berbalik.
"Astaga! Bikin kaget aja kamu" ucap kak Bana.
"Kakak lagi ngapain?"tanya Cakra
"Dugem! Tau masak" jawab kak Bana.
"Hehe... Masak apaaa?" Tanya Cakra manja.
"Ini cuma ada ayam sama sayur sup di kulkas kamu, nanti kita belanja ya" ucap kak Bana.
"Kaya nya enak, ga sabar deh" ucap Cakra.
"Iya kamu duduk dulu ya, nanti kakak ambilin" ucap kak Bana lalu Cakra pun duduk di meja makan.
Tak lama kak Bana datang Mambawa nampah berisi dua sup ayam.
"Wahhh wangi banget" ucap Cakra.
"Iya di makan ya" ucap kak Bana meletakkan mangkuk sup di depan Cakra.
Cakra pun memakan sup itu dengan lahap.
"Enak kak, kakak pinter masak deh" ucap Cakra.
"Kan waktu kakak keluar negeri itu kakak kerja jadi chef" jawab kak Bana.
"Owh emwang iya?" Ucap Cakra dengan mulut penuh nya.
"Hahaha lucu deh kamu" ucap kak Bana mengusap rambut Cakra.
Muka Cakra memerah bagaikan tomat menandakan dia malu atas perlakuan kak bana.
"Udah ah kak, kakak juga makan" ucap Cakra.
"Iya iya, nanti kalo laper lagi ada di panci ya"
Semenjak hari itu mereka menjadi dekat
Tamat~~
UDAHH dehhh segitu aja kalau vote nya udah sampe 10 aku lanjut lagii bayyyy
KAMU SEDANG MEMBACA
PERNIKAHAN TANPA CINTA//B×B
Novela Juvenil⚠️Ini hanya cerita fiksi/cerita hayalan ⚠️ Yang bukan dari kaum kami mending ga usah baca tapi kalo kepo sih gapapa🤭
