CHAPTER 10

2.2K 11 12
                                        

Keesokan harinya.....

Aura bangun lebih pagi dibandingkan biasanya, karena ia ingin lari pagi. Sudah beberapa hari dia tak berolahraga semenjak suaminya pergi keluar kota. Sebelum dia pergi, tak lupa aura membuatkan sarapan untuk anak-anaknya yang masih terlelap tidur. Padahal mereka semua sudah dewasa tentu saja mereka bisa membuat atau membeli sarapan sendiri, tetapi aura tetap menyiapkan sarapan untuk mereka karena menurutnya itu sudah tugas seorang ibu.

Setelah itu aura langsung berangkat ke lapangan. Jarak dari rumahnya menuju lapangan tidak jauh hanya sekitar 7-8 menit, jadi aura memutuskan untuk berjalan kaki saja karena hitungannya sekalian pemanasan.

Setelah sampai, aura langsung memulai dengan berjalan 1 putaran terlebih dahulu. Aura hanya ingin berlari 5-10 putaran jikalau dia sanggup melakukannya. Aura juga tidak mau memaksakan dirinya jika dia tidak kuat, dia akan lari semampunya tetapi minimal 5 putaran.

____________________________________________

Disisi lain william sedang packing untuk keberangkatannya sore ini. Jadwal penerbangannya sekitar jam 5 sore, jadi dia sudah mulai berkemas agar tidak terburu-buru. Semua ini sudah direncanakan oleh William karena dia ingin memberi suprise pada aura, kejutan itu berupa gelitikan karena William sudah lama tidak mendengar suara tawa istrinya.

William berencana ingin sampai dirumah saat larut malam, agar aura tidak mengetahui kepulangannya. Maka dari itu William memilih pesawat yang jadwal penerbanganya pada sore hari. William melakukan penerbangan selama 3-4 jam. Dia sudah memperkirakan bahwa dia akan sampai bandara sekitar jam 9 malam, dan jarak dari bandara kerumahnya lumayan jauh dia memerlukan waktu kurang lebih 2 jam jika tidak terjadi macet dijalan.

Setelah selesai packing William segera menelpon Rafly. Saat berbicara didalam telepon, William menceritakan semua rencananya dan mereka akan melakukan kerja sama. Dia menyuruh Rafly untuk membuka pintu dengan diam-diam jika nanti malam William sudah sampai dirumah, dan tak lupa juga untuk mengajak Rio juga.

____________________________________________

Tidak lama kemudian aura memutuskan untuk berhenti karena dia sudah merasa lelah. Aura hanya mampu menyelesaikan 8 putaran karena dia sudah tidak kuat untuk melanjutkanya. Kemudian aura istirahat minum, setelah itu dia melakukan gerakan pendinginan dan langsung segera pulang.

Sesampainya dirumah aura langsung pergi mandi karena tubuhnya sudah berkeringat. Setelah selesai mandi dia langsung menelpon William suaminya tercinta. Mereka mengobrol panjang lebar ditelpon, entah apa saja yang mereka bahas, aura juga menceritakan tentang manda yang digelitik olehnya dan juga temen-temennya manda. Mendengar hal itu, William langsung kepikiran untuk mengajak temen-temennya aura untuk ikut memberi kejutan kepada istrinya.

Setelah itu William menutup telponnya dengan alasan karena ada meeting dengan atasannya, aura dengan mudah mempercayainya dan langsung mematikan telpon. Kemudian William segera menelpon temen-temen aura dan menceritakan semua rencananya tak lupa menyuruh mereka untuk datang tepat jam 7 pagi. William mengajak 3 teman dekat aura yaitu, Alya, Sahara, Fanny.

Besok akan menjadi mimpi buruk untuk aura, William sudah rindu dengan suara tawa istrinya dia sudah tidak sabar untuk melakukannya pada aura besok.
Disisi lain aura melakukan hal-hal yang biasa dilakukan ibu rumah tangga. Dia sama sekali tidak menyadari bahwa ada kejutan yang menantinya.

Singkat cerita malam hari pun tiba, mereka sedang melakukan makan bersama. Kala itu posisi manda berada diantara Rafly dan Rio. Saat sudah selesai makan, mereka bertiga memandang kearah aura yang menggunakan tank top hitam dan celana pendek,yanh kala itu aura sedang melahap hidangan pencuci mulut.

"kenapa kalian liatin mama seperti itu? " tanya Aura karena heran.

"ya gak papa, emangnya gak boleh liat mama sendiri"
jawab Rio.

FAMILY TICKLINGTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang