POV Alya:
------------------------------------------------------------____________________________________________
Alya fahira adalah seorang desainer terkenal ditempatnya, dia merupakan anak pertama dari 2 bersaudara. Tepat 1 bulan lalu alya menikah dengan seorang direktur perusahaan terkenal yang bernama Calvin. Alya mempunyai adik yang bernama caca,
Saat ini caca duduk dibangku kelas 10(kelas 1 SMA).
Semenjak Alya dan Calvin menikah, Caca ikut tinggal bersama mereka dengan alasan agar terbiasa hidup mandiri, Alya dan Calvin mengizinkannya. Lagi pula mereka cuma berdua didalam rumah yang besar dan mewah.
Singkat cerita, pada suatu malam Alya dan Calvin berada di dalam kamar.
"Mas.... kamu mau minum gak? " Alya bertanya pada Calvin yang sedang duduk dikasur memangku laptop.
"Boleh sayang, kopi aja jangan terlalu manis ya soalnya udah kamu" ucap Calvin sambil tersenyum kearahnya.
"ah kamu bisa aja sayang" jawab Alya yang tersipu malu dan langsung pergi ke dapur.
Tak lama kemudian Alya kembali membawa secangkir kopi dan beberapa roti kering, Alya meletakkannya diatas meja kemudian duduk disamping Calvin yang sedang membuka laptop.
"kamu lagi ngapain mas?" tanya Alya
"oh ini aku lagi nyiapin bahan buat meeting besok" kata Calvin.
"loh kenapa gak sekretaris kamu yang nyiapin?" tanya Alya.
"tadinya sih emang dia yang ngerjakan, aku cuma nambah sedikit aja" ucap Calvin.
"oh.... gitu toh" Alya mengambil kopinya "nih mas diminum dulu"
"Makasih sayang" Calvin menutup laptopnya dan menyeruput kopinya.
*Sssrrrppttt....... ahh..... * kemudian Calvin meletakkan laptop dan kopinya diatas meja.
"Sayang kita liburan yuk, sekalian honeymoon" kata Calvin.
"honeymoon? terus caca gimana? dia kan masih sekolah"
"kan ada si mbok, nanti kita suruh aja nginap disini selama kita pergi" kata Calvin sembari menidurkanya diatas kasur dan mengangkat kedua tangannya keatas lalu duduk diatas tubuhnya sambil memegang erat tangan Alya.
"gimana? kamu mau gak? "
"i-iya mas aku mau" kemudian Calvin mengecup bibir Alya dan mereka terlelap dengan ciuman panjang yang membuat nafsu Calvin semakin naik.
Ciuman berlangsung cukup lama, terkadang Calvin memindahkan ciumannya ke leher. Nafsu Calvin semakin membara begitu juga dengan Alya, Calvin mulai mengelus payudara milik Alya tapi tangan Alya masih ditindih diatas dengan 1 tangan Calvin.
Tak lama kemudian semuanya buyar saat caca masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu, caca kaget melihat adegan kakaknya. Alya dan Calvin sedikit kesal dengan caca, kemudian Alya menarik caca masuk lalu mengunci pintunya.
"caca kamu kenapa sih masuk gak ketuk pintu dulu!! " kata Alya dengan nada yang sedikit kesal.
"m-maaf kak, caca gak tau kalau mas Calvin sama kakak lagi kayak gitu"
"kakak harus beri kamu pelajaran biar kamu tidak lancang lagi masuk kamar kakak sembarangan" caca panik mendengar omongan Alya, kemudian Alya mengambil gulungan tali yang panjang.
"sekarang kamu tiduran cepat!!" ucap Alya, caca hanya pasrah dan tidak membantah perintah Alya. Kemudian Alya mengikat kedua tangan caca ke sudut kasur begitu juga dengan kakinya sampai membentuk huruf X. Dengan ikatan yang kuat caca hampir tidak bisa bergerak. Calvin heran melihat istrinya, ntah apa yang akan dilakukannya pada adiknya sendiri.
"kamu ngapain sih sayang ngikat caca kayak gitu, kasian tau" ucap Calvin.
"aku cuma mau kasih dia hukuman, tapi aku gak tau harus ngapain"
"kak lepasin dong, caca kan udah minta maaf tadi" caca memohon belas kasihan.
"gak, maaf aja gak cukup, kakak harus kasih kamu pelajaran karena kamu sudah merusak momen kami" ancam Alya.
Alya bingung harus ngapain, saat Alya sedang kebingungan terlintas dibenak Calvin untuk menggelitiknya saja karena bisa memberi hukuman sambil tertawa seru-seruan.
"sayang gimana kalau kita gelitik aja caca, pasti seru" ucap Calvin.
"ide kamu bagus juga mas, pas banget pakaian caca sexy" memang caca sedang menggunakan daster tali 1 imut miliknya, daster itu panjangnya hanya sampai lutut saja membuat semua titik gelinya terekspos sangat jelas.
"lepasinlah kak, caca mau diapain sih sampe diikat kayak gini" keluh caca.
"ca, kenapa caca tidur pakai baju sexy?" tanya Alya sambil tersenyum kearahnya.
"yaa caca suka aja, karena nyaman dan gak gerah" jawab caca.
"owh kamu suka ya? berarti kamu suka juga dong diginiin" Alya menggerakkan jarinya diatas ketiak caca seolah-olah berjalan diatas ketiaknya yang mulus tanpa bulu.
"hahahahahahahaha kak geli kak udah"
"kamu gelian banget ya dek? baru disentuh dikit aja udah kayak gitu"
"i-iyaa kak aku gelian banget orangnya, please kak jangan gelitik " caca memohon pada Alya.
"gak bisa dek, ini hukuman yang pas buat kamu, yuk mas langsung aja kita mulai, jari aku udah gatal" kemudian mereka naik ke kasur, caca duduk diatas kepala caca agar mudah mengeksplor ketiak caca sedangkan Calvin menduduki pinggang caca tak lupa mengangkat dasternya keatas agar jari-jarinya mudah menari diatas perut mungil caca.
Tanpa babibu mereka langsung menyerang tubuh caca dengan gelitikan maut.
"HHAHAHAAHAHAHAHAAHAAH JHAANGAN KAK HAHAHAAHAHAHAHAHAHAH AMPUN KAK AMPHUUNN"
"makanya dek kalo mau masuk kamar orang itu ketuk pintu dulu" ucap Alya.
"HAHAHAAHAHAHAHHAHA CACA KAN UDAH MINTA MAAF HAHAHAHAHAHAHAHAHA AMPHUUNN KAK GELI BANGET"
"imut banget ca ketawa kamu, kamu suka ya digelitik?"
tanya Calvin.
"I-IYAAA MHAAS CACA SUKA TAPI JHAANGAN DIKEROYOK GINIII"
"ohh kamu suka, rasain nih" Alya mempercepat gelitikanya membuat caca semakin histeris. Caca suka digelitik tapi dia tidak tahan dikeroyok dan digelitik terlalu lama, caca juga sering mendapat gelitikan dari temen sekolahnya, bukan bully tapi temennya cuma iseng dan kelamaan keterusan setiap hari.
Maka itu kulit caca sangat sensitif karena sering digelitik temennya sebab dia selalu menggunakan baju sexy. Bukannya jera malahan dia sengaja agar digelitik temennya karena dia merasa sangat menikmati rasa gelinya.
Karena dia sangat suka terhadap gelitikan jadinya caca meminta Alya untuk menggelitikinya tiap malam. Sudah hampir satu bulan caca digelitik tiap malam oleh Alya dan calvin, caca sangat menikmatinya terkadang dia digelitik 20-30 menit tiap harinya.
Bersambung........
KAMU SEDANG MEMBACA
FAMILY TICKLING
Fantasykeluarga yang senang menggelitik satu sama lain terutama pada adik perempuan dan ibu mereka. Ini merupakan cerita fiksi
