"aneh banget ya adek lo" kata fanny
"iya aku juga bingung kenapa dia suka digelitik" jawab Alya.
"udah kalian jangan kebanyakan cerita, temen kalian capek nunggu tuh" ucap William yang masih menggelitik Manda bersama Rio dan Rafly. Saat mereka asik bercerita, William tidak berhenti menggelitik tubuh manda.
"HAHAHAHAAHHAHAHAHA UDAH DONGG PAAA!! MHAANDDAA UDHAAA CAPEK BANGET"
manda sudah kelelahan karena menerima gelitikan dari papa dan kakaknya,tubuhnya sudah berkeringat air matanya sudah membasahi wajahnya karena dipaksa tertawa terus-menerus. Sudah hampir 20 menit manda digelitik tapi aura dari tadi belum digelitik sama sekali karena temennya keasikan ngobrol.
"oke cukup, kasian adik kamu udah mau nangis" William menyuruh mereka untuk berhenti.
"h-hahhh h-hahhh sumpah geli banget paa" manda kelelahan dan sulit untuk mengatur nafasnya.
Rasanya kulit manda sudah semakin sensitif, karena kemarin malam manda digelitik berjam-jam dan digelitik oleh ramai orang. Maka itu membuat tubuh manda semakin geli apa bila disentuh.
"udah kalian berdua cepet buka ikatan manda" ucap William. Kemudian Rio dan Rafly membuka ikatan pada manda, sedangkan William beranjak ke tubuh aura yang masih terikat di kasur.
"lepasin aku juga dong mass, masa manda doang yang dilepasin" kata aura.
"jadi kamu mau dilepasin? " tanya William.
"iyalah" jawab aura singkat.
"boleh tapi ada syaratnya... "
"syarat? syarat apa mas, kamu jangan aneh-aneh deh"
"syaratnya adalah aku mau kamu harus jadi seperti adiknya Alya" ucap William.
"hah? maksudnya gimana" tanya aura.
"tiap malam kamu digelitik selama 15 menit, gimana? "
Aura sedikit kaget mendengar itu, tentu tawaran william sangat berat di terima oleh Aura.
"kamu udah gila ya mas!! itu nyiksa istri kamu namanya, gak!!aku gak mau" Aura kesal dengan William.
"yakin kamu gak mau? kami ada 7 orang loh disini, kami juga bisa buat kamu ngompol" ancam William.
Aura panik dan benar-benar harus memilih 1 pilihan, tapi kedua pilihan itu sangat berat baginya. Aura sangat takut jika digelitik 7 orang, tapi disisi lain aura juga tidak mau tiap malam harus diikat dan dipaksa tertawa.
"okey aku nyerah, aku bakal ikuti kemauan kamu, tapi aku juga punya syarat" Aura memilih pasrah karena keadaan, bisa-bisa dia pingsan kalau 7 orang yang menyerang, lagi pun Aura cuma mengenakan bh dan celana hotpants yang membuat seluruh area sensitifnya terbuka lebar.
"syaratnya kamu harus lakukan itu sendirian, tidak ada bantuan orang lain maupun anak kita" ucap Aura.
"okey deal, tapi kalau sampai kamu melanggar kesepakatan ini, aku akan tambah lebih parah lagi" William kembali mengancam, membuat Aura sedikit menelan ludah.
"yaudah sekarang cepet lepasin aku" ucap Aura.
"okee.... "
"HAHAHAHAHAHAAHAHAHAHAH GHELII MHASS!! KNHAPA DIGHEELITIK LGII HAHAHAHAHAHAHAHHA" bukanya melepaskan, William malah membabibuta ketiak aura yang membuatnya tertawa lepas.
"nanggung sayang, sedikit lagi,...kalian ngapain bengong, ayo bantuin cepat" ucap William.
Kemudian mereka langsung membabibuta tubuh aura yang sudah terikat dan tidak bisa bergerak sama sekali.
Posisi tubuhnya terikat sangat sempurna diatas kasur, ditambah lagi aura hanya menggunakan bh dan celana hotpants saja yang membuat seluruh titik sensitifnya terbuka lebar.
"HAHAHAHAHAHAAHAHAHAHAH PLEASEE JHAAANGAN LHAGII!! HAHAHAHAHAHAHAHHA"
"sama persis kamu kayak adikku ra, ketawanya lepas banget " ucap Alya.
10 menit berlalu, tubuh aura masih diganyang oleh mereka. Mereka sama sekali tidak memberi aura waktu istirahat, tetapi tawa aura tampak mulai menikmati gelitikan dari 7 orang itu.
Aura sudah sangat kelelahan, tubuhnya sudah dibasahi keringat namun dia terpaksa harus terus tertawa. Ketiak, perut, paha, telapak kaki dan lain-lain sudah mulai memerah karena gelitikan yang tidak berhenti.
"HAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHA STHHOOP!! PLHHEEASE AKHUUU UDHAAH GHHAKK KHUUAT!! HAHAHAHAHAHAHAH"
"gak kuat?? tapi kok mama ketawa terus, minimal nangis kek atau berontak " manda mengejek sambil terus menggelitik.
"GHAAK BISAAA!! PLHEEEASE STHOOP!! MHAASS UDHAAH DHONGG HAHHAHAHAHAHAHAHHAHA GHEELII!! AKHUUU GHAAK KHHUUAAT" Aura benar-benar gak kuat lagii menghadapi gelitikan dari 7 orang itu. Aura mau mengeluarkan tangisan, tapi karena guncangan gelitikan yang tiada henti, aura dipaksa untuk terus tertawa.
"HAHAHAHAHAHAHHHAHAHA AKHUUU MOHHHON MHAAS!! STHHHOOPP!!! "
"oke guys, cukup kasihan dia" ucap William.
"yahh gak asik banget... padahal lagi seru" keluh manda.
"kamu mau papa gituin?" tanya William.
"gak pa, ampun, manda gak mau digelitik lagi" manda panik ketakutan karena diancam.
"yaudah, sekarang lepasin mama kalian " William menyuruh anak-anaknya "yaudah, kalian boleh pulang, makasih ya udah mau bantuin" ucap William ke teman aura.
"santai aja, kapan-kapan kabarin lagi ya masih belum puas kami soalnya" ucap fanny.
"awas aja kalian, aku bales nanti" ancam aura.
"Coba aja kalau bisa" jawab fanny sombong.
Kemudian mereka bertiga langsung pergi begitu juga dengan Aura, yang langsung bergegas kekamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang sudah basah. Raut wajah Aura seperti kesal dengan mereka. Apalagi Aura sudah terikat janji dengan William yang tidak bisa dihindari, jika dihindari Aura tau apa konsekuensinya.
TAMAT.......
NB:Sorry ya baru upload, banyak kerjaan yang harus diselesaikan. Maaf kalau lanjutanya gak nyambung dan lari dari alur, dan kayaknya ceritanya cukup sampai sini aja karena udah bingung lanjutannya gimana. Kemungkinan aku bakal buat cerita baru, tapi bantu komen dan kasih ide cerita apa yang harus dibuat.
KAMU SEDANG MEMBACA
FAMILY TICKLING
Fantasykeluarga yang senang menggelitik satu sama lain terutama pada adik perempuan dan ibu mereka. Ini merupakan cerita fiksi
