Eliza menghabiskan malam itu dengan menelusuri internet, mencari informasi lebih lanjut tentang Aaliyah dan Emily. Dia menemukan beberapa artikel berita lama tentang kematian Aaliyah, serta beberapa foto dan video penampilannya. Eliza terpesona oleh bakat dan karisma Aaliyah, tetapi semakin terdorong untuk mengungkap kebenaran di balik kematiannya. Saat dia hendak tidur, Eliza merasakan sebuah aura dingin menjalar di tubuhnya. Dia melihat bayangan samar di sudut matanya, seperti seorang wanita berpakaian putih menari di kegelapan. Eliza mengabaikannya, menganggapnya sebagai halusinasi karena kelelahan.Namun, bayangan itu terus muncul, semakin jelas dan nyata. Eliza terbangun dari tidurnya, jantungnya berdebar kencang. Dia melihat bayangan itu menari di dinding kamarnya, gerakannya anggun dan mematikan. Eliza merasakan hawa dingin yang menusuk tulang, dan dia menyadari bahwa bayangan itu bukanlah halusinasi. Itu adalah Aaliyah.Aaliyah menari dengan gerakan yang memikat, tetapi matanya kosong dan penuh dengan kesedihan. Eliza merasakan rasa takut yang menjalar di tubuhnya. Dia mencoba untuk berteriak, tetapi suaranya terjebak di tenggorokannya.Tiba-tiba, Aaliyah menghilang, dan Eliza terbangun dari tidurnya, keringat dingin membasahi tubuhnya. Dia merasa seperti baru saja mengalami mimpi buruk, tetapi dia tahu bahwa itu bukanlah mimpi. Itu adalah kenyataan. Aaliyah sedang menunggunya.Eliza mencoba untuk mengabaikan mimpi buruk itu, tetapi dia tidak bisa. Dia merasa tertekan dan ketakutan. Dia tahu bahwa sesuatu yang buruk akan terjadi, dan dia tidak tahu bagaimana menghentikannya.Eliza memutuskan untuk menceritakan mimpinya kepada Jenna. Jenna mendengarkan dengan saksama, tetapi dia tidak terlalu percaya."Mungkin kau hanya kelelahan, Eliza," kata Jenna. "Jangan terlalu memikirkan itu."Eliza menggeleng. "Tidak, Jenna. Aku tahu bahwa itu nyata. Aaliyah sedang menunggunya."Jenna menghela napas. "Baiklah, Eliza. Jika kau merasa takut, kau bisa tidur di kamarku."Eliza mengangguk. Dia merasa lega memiliki Jenna di sisinya, tetapi dia tahu bahwa dia harus menghadapi mimpi buruk itu sendiri. Eliza kembali ke kamarnya, tetapi dia tidak bisa tidur. Dia terus memikirkan Aaliyah dan mimpi buruknya. Dia merasa seperti ada sesuatu yang tersembunyi di balik kematian Aaliyah, sesuatu yang mengerikan dan mematikan.Eliza memutuskan untuk mengunjungi perpustakaan kota untuk mencari lebih banyak informasi tentang Aaliyah dan Emily. Mungkin dia bisa menemukan sesuatu yang bisa menjelaskan mimpi buruknya.Saat dia tiba di perpustakaan, Eliza merasakan hawa dingin yang menusuk tulang. Dia merasa seperti sedang diawasi. Dia melihat ke sekeliling, tetapi dia tidak melihat siapa pun.Eliza memutuskan untuk mengabaikan perasaan itu dan melanjutkan pencariannya. Dia menemukan beberapa buku tentang sejarah balet di kota mereka, dan dia mulai membacanya dengan saksama.Eliza menemukan beberapa informasi tentang Aaliyah dan Emily, tetapi tidak ada yang bisa menjelaskan mimpi buruknya. Dia merasa semakin putus asa.Saat dia hendak meninggalkan perpustakaan, Eliza merasakan sebuah tangan dingin menyentuh bahunya. Dia berbalik dengan cepat, tetapi dia tidak melihat siapa pun."Siapa di sana?" tanya Eliza, suaranya gemetar.Tidak ada jawaban. Eliza merasa semakin takut. Dia merasa seperti sedang diawasi oleh sesuatu yang jahat.Eliza berlari keluar dari perpustakaan, jantungnya berdebar kencang. Dia tidak tahu apa yang sedang terjadi, tetapi dia tahu bahwa dia harus keluar dari tempat itu.Eliza berlari ke arah rumahnya, dan dia tidak berhenti sampai dia sampai di depan pintu. Dia mengunci pintu dengan gemetar dan bersandar di pintu, mencoba untuk menenangkan napasnya.Eliza merasa seperti baru saja lolos dari maut. Dia tidak tahu apa yang sedang terjadi, tetapi dia tahu bahwa dia tidak aman. Aaliyah sedang menunggunya, dan dia tidak akan berhenti sampai dia mendapatkan apa yang dia inginkan. Eliza bertekad untuk mengungkap kebenaran di balik kematian Aaliyah, tidak peduli apa pun yang terjadi. Dia harus menyelamatkan dirinya sendiri dan keluarganya dari kutukan yang menghantuinya.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Ballerina
HorrorEliza Brown, seorang gadis remaja pendiam, menemukan foto antik nenek moyangnya, Aaliyah Brown, seorang balerina terkenal. Eliza terkejut karena wajahnya sangat mirip dengan Aaliyah. Penasaran, Eliza menyelidiki kehidupan Aaliyah dan menemukan rahas...
