BAB 5 : Tarian Kematian

1 0 0
                                        

 Eliza menghabiskan beberapa hari berikutnya dengan menyelidiki Cecilia, Karla, dan Leah. Dia menghubungi beberapa orang yang mengenal mereka, tetapi dia tidak menemukan informasi yang berarti. Semua orang yang dia hubungi tampak takut kepada mereka, seolah-olah mereka menyimpan rahasia yang mengerikan. Eliza merasa semakin putus asa. Dia tidak tahu harus ke mana lagi. Dia merasa seperti sedang terperangkap dalam sebuah jaring laba-laba, dan dia tidak tahu bagaimana melepaskan diri. Suatu malam, Eliza terbangun dari tidurnya karena mendengar suara aneh di luar jendela kamarnya. Dia melihat ke luar jendela, tetapi dia tidak melihat apa pun. Namun, dia bisa merasakan hawa dingin yang menusuk tulang, dan dia mendengar bisikan samar yang memanggil namanya. "Eliza... Eliza..." Eliza merasakan rasa takut yang menjalar di tubuhnya. Dia tahu bahwa itu adalah Aaliyah. Aaliyah sedang menunggunya. Eliza mencoba untuk mengabaikannya, tetapi dia tidak bisa. Dia merasa seperti sedang diawasi. Dia melihat ke sekeliling, tetapi dia tidak melihat siapa pun. Eliza memutuskan untuk menghubungi Alexander. Dia merasa perlu untuk menceritakan apa yang terjadi padanya. "Alexander, aku butuh bantuanmu," kata Eliza saat Alexander menjawab teleponnya. "Aku sedang dihantui oleh Aaliyah. Aku merasa seperti dia sedang mengawasiku." Alexander mendengarkan dengan saksama, matanya tajam dan penuh perhatian. "Aku tidak yakin apa yang harus kukatakan, Eliza," kata Alexander. "Tapi aku tahu satu hal: Emily Shaw adalah orang yang berbahaya. Dia memiliki banyak musuh, dan dia tidak segan-segan untuk menyingkirkan mereka." "Musuh?" tanya Eliza. "Siapa musuhnya?" Alexander terdiam sejenak. "Aku tidak bisa memberitahumu semuanya, Eliza. Tapi aku tahu bahwa Emily terlibat dalam banyak hal gelap. Dia memiliki banyak rahasia yang dia sembunyikan." "Rahasia apa?" tanya Eliza. Alexander menggeleng. "Aku tidak bisa memberitahumu. Tapi aku akan membantumu mencari tahu. Aku punya beberapa koneksi yang bisa membantumu." Eliza merasa lega. Dia tahu bahwa dia bisa mempercayai Alexander. Dia memiliki firasat kuat bahwa Alexander akan membantunya mengungkap kebenaran. Alexander memberikan Eliza nomor telepon beberapa orang yang mungkin bisa membantunya. Eliza berterima kasih kepada Alexander dan berjanji untuk menghubunginya kembali jika dia menemukan sesuatu. Eliza memutuskan untuk menghubungi Siena, sepupu Emily, yang dia kenal dari pesta beberapa waktu lalu. Siena memiliki reputasi sebagai wanita yang suka bergosip dan mungkin tahu sesuatu tentang Emily. "Siena, aku butuh bantuanmu," kata Eliza saat Siena menjawab teleponnya. "Aku sedang menyelidiki kematian leluhurku, Aaliyah Brown. Aku tahu bahwa Emily Shaw terlibat dalam kematiannya, dan aku ingin tahu lebih banyak tentangnya." Siena terdiam sejenak. "Eliza, aku tidak tahu apa yang harus kukatakan. Emily adalah wanita yang berbahaya. Dia memiliki banyak musuh, dan dia tidak segan-segan untuk menyingkirkan mereka." "Musuh?" tanya Eliza. "Siapa musuhnya?" Siena terdiam lagi. "Aku tidak bisa memberitahumu semuanya, Eliza. Tapi aku tahu bahwa Emily terlibat dalam banyak hal gelap. Dia memiliki banyak rahasia yang dia sembunyikan." "Rahasia apa?" tanya Eliza. Siena terdiam sejenak. "Aku tidak bisa memberitahumu. Tapi aku akan memberimu satu petunjuk: Cecilia, Karla, dan Leah. Mereka adalah musuh Emily. Mereka semua membenci Emily, dan mereka semua ingin melihatnya jatuh." Eliza berterima kasih kepada Siena dan menutup telepon. Dia merasa semakin yakin bahwa Emily Shaw adalah orang yang berbahaya. Dia memiliki banyak musuh, dan mereka semua ingin melihatnya jatuh. Eliza memutuskan untuk menyelidiki Cecilia, Karla, dan Leah. Dia tahu bahwa mereka adalah kunci untuk mengungkap kebenaran di balik kematian Aaliyah. Eliza menghubungi Alexander dan meminta bantuannya untuk mencari informasi tentang Cecilia, Karla, dan Leah. Alexander setuju untuk membantunya. "Aku akan mencari tahu apa yang bisa aku temukan," kata Alexander. "Aku akan menghubungimu jika aku menemukan sesuatu." Eliza merasa lega. Dia tahu bahwa dia tidak sendirian dalam pencariannya untuk mengungkap kebenaran. Dia memiliki Alexander di sisinya, dan dia yakin bahwa mereka akan menemukan jawaban yang mereka cari. Eliza kembali ke rumahnya, tetapi dia tidak bisa tenang. Dia merasa seperti sedang diawasi. Dia melihat ke sekeliling, tetapi dia tidak melihat siapa pun. Eliza memutuskan untuk mengabaikan perasaan itu dan mencoba untuk tidur. Namun, dia tidak bisa tidur. Dia terus memikirkan Aaliyah dan mimpi buruknya. Dia merasa seperti ada sesuatu yang tersembunyi di balik kematian Aaliyah, sesuatu yang mengerikan dan mematikan. Eliza bertekad untuk mengungkap kebenaran di balik kematian Aaliyah, tidak peduli apa pun yang terjadi. Dia harus menyelamatkan dirinya sendiri dan keluarganya dari kutukan yang menghantuinya. Eliza memutuskan untuk pergi ke rumah Karla untuk menanyakan beberapa hal. Saat dia sampai di depan rumah Karla, dia merasakan hawa dingin yang menusuk tulang. Dia melihat ke sekeliling, tetapi dia tidak melihat siapa pun. Eliza mengetuk pintu, tetapi tidak ada yang menjawab. Dia mencoba untuk membuka pintu, tetapi pintunya terkunci. Eliza merasa semakin takut. Dia merasakan sebuah aura yang aneh mengelilingi rumah itu, seperti ada sesuatu yang jahat di dalamnya. Eliza memutuskan untuk pergi, tetapi saat dia berbalik, dia melihat sesosok bayangan di jendela belakang. Bayangan itu tampak seperti seorang wanita dengan rambut panjang hitam dan mata yang berbinar-binar. Eliza merasakan rasa takut yang menjalar di tubuhnya. Dia tahu bahwa itu adalah Aaliyah. Aaliyah tersenyum sinis, dan kemudian, dengan gerakan cepat, dia menghilang. Eliza merasa seperti baru saja lolos dari maut. Dia berlari ke arah rumahnya, dan dia tidak berhenti sampai dia sampai di depan pintu. Dia mengunci pintu dengan gemetar dan bersandar di pintu, mencoba untuk menenangkan napasnya. Eliza merasa seperti baru saja lolos dari maut. Dia tidak tahu apa yang sedang terjadi, tetapi dia tahu bahwa dia tidak aman. Aaliyah sedang menunggunya, dan dia tidak akan berhenti sampai dia mendapatkan apa yang dia inginkan. Eliza bertekad untuk mengungkap kebenaran di balik kematian Aaliyah, tidak peduli apa pun yang terjadi. Dia harus menyelamatkan dirinya sendiri dan keluarganya dari kutukan yang menghantuinya. Keesokan harinya, Eliza mendengar kabar buruk. Karla ditemukan tewas di rumahnya. Dia ditemukan terikat di kursi, dengan mulutnya disumpal kain, dan tubuhnya penuh dengan luka sayat. Kematiannya dinyatakan sebagai pembunuhan, tetapi tidak ada jejak pelaku. Eliza merasa ngeri. Dia tahu bahwa Aaliyah terlibat dalam kematian Karla. Dia merasa semakin takut dan putus asa. Dia tahu bahwa dia harus mengungkap kebenaran, tetapi dia tidak tahu bagaimana. Eliza memutuskan untuk menghubungi Alexander. Dia merasa perlu untuk menceritakan apa yang terjadi padanya. "Alexander, aku butuh bantuanmu," kata Eliza saat Alexander menjawab teleponnya. "Karla telah dibunuh. Aku yakin Aaliyah terlibat dalam kematiannya." Alexander mendengarkan dengan saksama, matanya tajam dan penuh perhatian. "Aku tahu, Eliza," kata Alexander. "Aku telah mendengarnya. Aku juga telah menyelidiki Cecilia, Karla, dan Leah. Aku menemukan sesuatu yang mengerikan." "Apa yang kamu temukan?" tanya Eliza. Alexander terdiam sejenak. "Mereka semua adalah korban dari sebuah ritual kuno. Ritual itu melibatkan pengorbanan dan sihir hitam. Emily Shaw terlibat dalam ritual itu. Dia menggunakan ritual itu untuk mencapai kekuasaan dan kekayaan. Dia juga menggunakan ritual itu untuk mengendalikan orang-orang di sekitarnya." "Lalu apa yang terjadi pada Aaliyah?" tanya Eliza. Alexander terdiam sejenak. "Aaliyah adalah korban dari ritual itu. Dia dibunuh oleh Emily Shaw. Tetapi Emily Shaw tidak membunuhnya begitu saja. Dia mengutuknya. Dia mengutuk seluruh keturunannya." "Kutukan apa?" tanya Eliza. Alexander terdiam sejenak. "Kutukan itu akan membuat keturunan Aaliyah menderita. Mereka akan dihantui oleh roh Aaliyah. Mereka akan terjebak dalam lingkaran setan kekerasan dan kematian." Eliza merasakan hawa dingin menjalar di tulang punggungnya. Dia tahu bahwa Alexander mengatakan yang sebenarnya. Dia merasa semakin takut dan putus asa. Dia tahu bahwa dia harus melakukan sesuatu untuk menghentikan kutukan itu. "Apa yang harus kita lakukan?" tanya Eliza. Alexander terdiam sejenak. "Kita harus menemukan cara untuk melepaskan kutukan itu. Kita harus menemukan cara untuk menghentikan Emily Shaw." Eliza mengangguk. Dia tahu bahwa dia harus mengungkap kebenaran, tidak peduli apa pun yang terjadi. Dia harus menghentikan Emily Shaw, dan dia harus melepaskan kutukan yang menghantuinya. Eliza tahu bahwa jalan ini akan berbahaya, tetapi dia bertekad untuk menyelesaikan misteri kematian Aaliyah dan melindungi dirinya dari bayangan masa lalu yang menghantuinya.   

The BallerinaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang