Bagian 62

733 67 8
                                        

Maaf ges, banyak yg belom diubah karna bab nya bener bener jadi ngacak banget.

Kaliaan kalo mau apresiasi cerita ini, boleh banget buat lewat link saweria di bio yaa.
Tapi untuk cerita ini, sudah gabisa buat dobel update dll
Terimakasih

Silakan membaca



........

Kini lia, Lyn, Rasha, Gisal, Alya sudah berkumpul didepan kosan milik indira.
Hari ini adalah hari dimana indira akan benar benar pindah dari Jakarta dan meneruskan pendidikan nya di kota kelahirannya, bandung.

Rasha dan gisal membantu indira mengeluarkan barang barang miliknya yang harus ia bawa keluar dari kamarnya.

'Lo beneran mau pindah?' ucap Lia sambil menatap sedih kearah indira

'Iya ci. Keputusan gue udh bulet banget' jawab indira sambil tersenyum pasti, lia hanya bisa membuang nafasnya saat mendengar jawaban indira

Indira menatap kearah lyn yang seperti acuh tak acuh padanya.

'Lo marah ya ci sama gue?' Indira berjalan kearah lyn yang masih membuang muka kearah lain.

Indira melihat lyn seperti menyeka sesuatu dari pipinya. Apakah dia menangis?

'Ci maafin gue ya. Gue janji bakal sering sering dateng buat main sama kalian deh' indira menarik tangan lyn untuk ia genggam

Lyn langsung menatap indira dengan air mata yang entah sejak kapan sudah keluar. Ia langsung memeluk indira yang berada dihadapannya.

'Gue marah sama lo, Marah bangett. Tapi gue gamau jauh dari adek gue satu ini' ucap lyn yang masih memeluk indira

Semua yang berada disitu menatap sedih kearah indira dan lyn, bahkan lia juga sudah tidak bisa menahan air matanya lagi.

'maafin gue ya ci. Maafin karna gue semua jadi kaya gini' indira mengusap punggung lyn lembut

Terlihat sebuah mobil berhenti didepan gerbang indira. Semua orang langsung melihat kearah gerbang kosan dan terlihat callie dan gabriel yang baru saja turun sambil menggendong nachia.

Rasha langsung menghampiri sang kakak dan mengambil nachia yang berada digendong callie

'Ko chia ikut?' ucap rasha sambil mencium pipi nachia

'Mba ina lagi izin pergi kerumah sodaranya' ucap callie

Callie berjalan lebih dulu menghampiri teman temannya.
Gabriel menyusul dibelakang nya bersama dengan rasha dan nachia

'Lo beneran pulang dir?' ucap callie

Indira melepaskannya pelukkan pada lyn dan kini menatap kearah callie yang berdiri disampingnya.
Ia tersenyum dengan pasti sebelum menjawab ucapan callie

'Iya call. Gue udh putusin banget buat balik kerumah' jawab indira

Sejujurnya callie merasa sedikit bersalah disini. Entahlah mengapa dia merasa bersalah pada indira.

Gabriel berdiri disamping gisal yang sedari tadi menyimak saja

'Arman ga kesini?' ucap gabriel pada gisal

'Kaga. Bocahnya gaada kabar el' ucap gisal

Benar. setelah kejadian itu arman seperti hilang begitu saja.
Bahkan dia sering kali bolos kelas, dan saat diajak kumpul ia sering kali tidak datang.

Gabriel yang mendengar itu menghela nafasnya pelan.
Ia melihat kearah callie dan teman temannya, namun tak sengaja tatapannya bertemu dengan indira yang tengah memperhatikannya.

Closer [Cella] (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang