63 End

522 40 7
                                        

Waktu demi waktu, hari demi hari, bulan demi bulan, dan tahun demi tahun mereka lewati.
Suka duka semua mereka lewati, dari tawa, canda, tangis, sampai bahagia.

Siapa sangka keluarga kecil ini hadir karna sebuah kecelakaan dan kehadiran yang tidak terduga.
Seorang wanita yang hancur karna ulah seorang pria brengsek yang tidak mau bertanggung jawab.
hampir menyerah dan hampir ingin menghilangkan nyawa yang tidak bersalah.

Namun siapa sangka. Kini banyak orang yang iri dengan kehidupan wanita yang hampir hancur itu.
Banyak yang ingin berada diposisi wanita itu.

Wanita itu dipertemukan dengan laki laki yang bertanggung jawab bahkan bukan pada kesalahannya.
Laki laki yang selalu mengalah dan menurunkan egonya untuk wanita dan keluarga yang ia cintai.
Laki laki yang selalu menomer satukan kelurganya.

'Chiaa stop lari lari kalo lagi makan' omel callie yang baru saja dihampir anak cantik berusia 3tahun

'Bunda aku lali kalena adik selalu lali telus' ucap nachia sambil memasang wajah kesalnya

'Sekarang adiknya mana?' callie mengedarkan pandangannya

'Sama ayah, adik digendong ayah' nachia menunjuk kearah sang ayah

'Yaudh kita kearah ayo' callie menuntun tangan sang putri berjalan menghampiri gabriel

Ia melihat gabriel tengah berbincang dengan gisal.

'Michel Alexander, kebiasaan deh suka lari lari kalo lagi rame orang orang' ucap callie yang baru saja berdiri disamping Gabriel

Gabriel yang tengah menggendong anak keduanya langsung menengok kearah callie dan nachia

'Namanya juga anak anak ka' bukan gabriel yang menjawab melainkan gisal

'Tuh kmu jangan lari larian nyamperin om rasha terus, dimarahin bundakan' gabriel mengusap usap punggung putranya itu

'Iya ayah, Micel sampel sampel om lasha sama anty alya telus. Aku sudah malahin tapi aku dipukul' adu nachia

Gabriel langsung menatap kearah putranya itu. Ia menatap serius kearah michel

'Bener kamu pukul kakak?' gabriel menatap kearah sang putra

'No no Yah no no' michel menggeleng jari telunjuk nya menandakan tidak

'Bohong ayah, micel pukul kepala aku' ucap nachia sambil memegang kepalanya

'Siapa yang ngajarin michel buat galak dan ga sopan sama kakak?' ucap gabriel

Michel yang mendengar itu menundukkan kepalanya, ia tau jika ayahnya sedang marah padanya.

Gabriel menurun michel dari gendongannya. Ia berjongkok dihadapan michel menunggu jawaban michel

'Kenapa diam?. Kalo adik diam berarti adik benar mukul kepala kakakkan?'

Michel mengangkat kepalanya dan kini menatap kearah gabriel dengan mata yang berkaca kaca dan bibir yang sudah menurun kebawah.

'Ayah anggap jawabannya iya. Sekarang kamu minta maaf sama kakak karna udh mukul kakak' gabriel menarik pelan tangan sang putra untuk mendekat kearah nachia

Michel menjulurkan tangannya kearah nachia, sambil air mata yang mulai menetes ia menatap kearah sang kakak

'thatha(kaka) isel minta maaf hiks' ucap michel yang mulai menangis

Nachia mengangguk 'Iya, tapi adik abis ini ga boleh galak lagi ya. Tidak sopan pukul pukul kepala okey'

Michel mengangguk kepalanya. Nachia menarik tubuh sang adik dan memeluknya

Closer [Cella] (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang