Bagian 55

997 115 4
                                        

HALLO GESSS

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

HALLO GESSS....
BUKUNYA SEGERA TERBIT LOHHH.
KALO KALIAN GASABAR DAN MAU BURU BURU LIAT ENDINGNYA, MENDING DIBACA DIBUKU EHE.
DISANA JUGA BANYAK KEJUTAN KEJUTAN BARU LOH DARI ALUR CERITANYA EHE.









LANJUTTT...



















Gabriel memarkir mobilnya diteras rumahnya. Sebelum ia turun ia menarik nafas terlebih dahulu lalu membuangnya dengan berat.

'Udh saatnya gua harus ceritain semua ke callie' gumam gabriel

Gabriel turun dari mobilnya. Perlahan ia melangkahkan kakinya menuju kedalam rumahnya.
Ia membuka pintu rumahnya, suasana sepi membuat nafasnya semakin berat. Gabriel benar benar takut jika callie tidak ingin mendengar penjelasannya, atau bahkan callie benar benar menelan mentah mentah cerita luarnya saja.

Langkah gabriel terhenti saat melihat nachia tengah bermain di ruang tv dengan rasha dan alya.

'Yayah' panggil nachia saat melihat gabriel tengah berdiri

Alya dan rasha langsung melihat kearah gabriel saat mendengar nachia memanggil gabriel.
Namun rasha langsung bangkit mendekati gabriel

'Muka lu kenapa?' ucap rasha

Gabriel tersenyum dan hanya menggelengkan kepalanya 'Nanti gua jelasin semua, setelah gua ngomong sama callie ya'

Rasha benar benar bingung. Apa sangkut paut wajah babak belur gabriel dengan callie?

'Sha gua ke kamar dulu ya. Titip nachia dulu' gabriel pamit untuk masuk kedalam kamarnya

Clek

Gabriel membuka pelan pintu kamarnya. Ia mencari sosok yang ia pikirkan sedari tadi, namun callie tidak berada dikasur bahkan meja riasnya.

Gabriel melihat kesekeliling kamarnya, namun pandangan terhenti saat melihat pintu kamar mandi yang tertutup rapat.
Gabriel menarik nafasnya berat, ia berjalan untuk duduk ditepi ranjang nya dan menunggu callie selesai dari kamar mandi.

Cklek

Callie baru saja keluar dari kamar mandi. Ia melangkahkan kakinya dan cukup terkejut saat melihat gabriel sudah berada didalam kamar mereka

'Kagettt' ucap callie sambil memegang dadanya 'Sejak kapan kamu masuk?'

Tak ada jawaban apapun dari gabriel, ia masih diam sambil menundukkan kepalanya.rhasil membuat gabriel terdiam sesaat dan menggeleng kepalanya pelan

'Aku gamarah el klo kmu lakuin itu ke aku. Tapi aku takut klo kmu malah ninggalin aku dan milih indira' sambung callie

Gabriel menggelengkan kepalanya membantah semua itu, ia berjalan kearah callie dan membalikkan tubuh callie untuk menghadapnya.

'Kell, aku gaakaan ninggalin kamu' ucap gabriel

Callie menatap gabriel dengan pipi yang sudah basah dengan air mata.

'Aku cuma takut kamu lebih milih indira dari pada aku el. Aku takut kamu ninggalin aku, aku cuma punya kamu sama nachia saat ini hiks' callie mulai menangis tersedu

Gabriel menarik callie kedalam pelukkannya, ia mengusap rambut belakang callie dengan lembut dan mengecup pucuk kepala callie

'Aku gaakan ninggalin kamu sama nachia kell. Aku yang harus minta maaf sama kamu, maafin aku. Tapi aku berani sumpah, aku gaada hubungan apapun sama ka indira kel' ucap gabriel

'Ini juga salah aku el. Kalo aja aku ga fokus sama vano dan biarin kamu deket deket sama indira, mungkin ini gaakan terjadi el hiks' callie memeluk erat pinggang gabriel dan menenggelamkan kepalanya diperut gabriel

Gabriel hanya bisa menggelengkan kepalanya. Ini benar-benar salahnya, tapi kenapa callie selalu menyalahkan dirinya sendiri.
Disini harusnya gabriel yang meminta maaf bukannya callie.

Callie menatap kearah wajah gabriel dan ia kini berdiri dihadapan gabriel. Tangannya menangkup kedua pipi gabriel, ia menatap wajah gabriel lekat

'Ayo obatin luka kamu dulu' ucap callie sambil mengusap lembut pipi gabriel dengan ibu jarinya

'Aku gatau masalah sebenernya apa kamu sama arman, tapi aku gamau denger apapun el. Aku gamau semakin menyalahkan diri aku, cukup yang aku tau kamu sama indira bener bener deket' ucap callie

'Aku sama ka indira gaada hubungan apa apa kel. Ka indira emang suka sama aku, tapi aku engga' gabriel memegang tangan callie yang berada dipipinya

'Aku gamau denger lagi el. Ini cukup buat aku jadiin pelajaran aja. Aku juga anggap ini karma buat aku karna udh sia siain kamu' ucap callie sambil tersenyum tipis

'Ayo kebawah, obatin luka kamu dulu' callie menarik gabriel keluar dri kamar mereka.












Gua bakal tetep up cerita ini, tapi mungkin ga sesering biasanya Yasa, terus mungkin part-nya juga ga gua bikin kaya biasanya yang panjang ehe

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Gua bakal tetep up cerita ini, tapi mungkin ga sesering biasanya Yasa, terus mungkin part-nya juga ga gua bikin kaya biasanya yang panjang ehe.

Jangan lupa cek ig @langitbukupublishing

Terimakasih.
Kalo mau apresiasi boleh Sawerianya kakak kakak ehe

Closer [Cella] (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang