Bagian 58

1.5K 125 7
                                        

Disatu sisi chia sudah menangis mendengar keributan yang terjadi dirumah ini.

'Mba alya sebaiknya saya ajak chia keluar ya. Gabaik kondisi kaya gini buat chia mba' ucap mba ina

'A-yaahhh huaaaa' chia masih menangis sambil menunjuk nunjuk kearah dapur

'Sstt iya sayang' alya mengusap punggung chia

'Iya mba bawa chia dulu aja' alya memberikan chia kepada mba ina

Mba ina gesera membawa chia keluar rumah meski chia semakin menangis dan ingin bersama Gabriel.

......

'Tapi caranya ga gini ka, kalo dia mau bales dendam sama lu!' rasha menunjuk kearah gabriel dengan tatapan matanya yang marah

'Gaada yang bales dendam sha. Gua beneran ngelakuin itu diluar kesadaran gua, dan ga bermaksud buat bales dendam sedikitpun ke callie' ucap gabriel

'Jadi ucapan vano selama ini benerkan el. KALO LU ADA MAIN SAMA KA INDIRA DIBELAKANG!!!' Rasha menarik kerah baju Gabriel, namun lagi lagi callie menghalangi

'PUKUL GUE SHA PUKUL GUE!!. DISINI GUE YANG SALAH BUKAN GABRIEL!' Ucap callie yang sudah mulai menangis

Rasha melepaskan cengkraman nya pada kerah baju Gabriel. Ia menurunkan tangannya yang sudah terangkat dan mengepal

'Sesayang itu kakak gua sama lu el, dan lu malah sia siain dia' suara rasha mulai melemah

'Gaakan yang sia siain callie sha. Gua bener bener sayang sama kakak lu, gua gaada hubungan apa apa sama ka indira' ucap gabriel

Rasha terdiam. Ia masih menatap gabriel dan callie bergantian.
Ia tau temannya bagaimana, ia tau gabriel tidak akan sebodoh itu.

Rasha pergi meninggalkan callie dan gabriel, ia menarik tangan alya dan membawanya pergi dari rumah gabriel.

Callie memeluk erat dan menangis dipelukkan gabriel.

'El maafin aku hiks'

Gabriel membalas pelukan callie, ia mengusap punggung callie dan mengecup kening callie lama

'Ini bukan salah kamu call. Berhenti buat minta maaf, aku gasuka' tanpa sadar gabriel juga mulai menangis.

.................


2 Minggu berlalu.

Kini callie sudah kembali masuk kuliah.
Banyak mata memandang kearahnya. Harusnya itu sudah sangat biasa untuk callie, namun kali ini berbeda.

Banyak yang menatapnya penasaran, bahkan beberapa kali ia mendengar omongan omongan dari orang yang berlalu lalang

'Beneran dia udh nikah?'

'Ko tiba tiba nikah sih?'

'Mana suaminya anak fakultas sebelah'

'Gue kira dia bakal nikah sama revano'

'Eh vanokan dipenjara. Kenapa ya?'

Itulah gibahan gibahan yang callie dengar selama ia berjalan di koridor kampusnya.

'Callistaa'

Callie melihat kearah belakang. Terlihat teman temannya yang baru saja datang dan berlari pelan menghampirinya.

'Pagii callistaaa' Sapa lia sambil tersenyum

Callie tertawa pelan mendengar sapaan dari lia yang menurut nya menggelikan.
Namun pandangannya kini bertemu dengan indira.

Indira tersenyum kearah callie sedikit canggung. Namun callie tetap memasang senyuman seperti biasa pada indira

'Lo udh sarapan call?' tanya lyn

'Dih tumben banget lo perhatian ke gue' ucap callie

'Serba salah ye jadi manusia. Baik salah, jahat apa lagi' ucap lyn dengan suara khasnya

Teman temannyapun tertawa mendengar ucapan lyn yang menurutnya lucu.

'Udh yok masuk, bentar lagi kelas mulai cuy' ucap lia sambil merangkul callie dan berjalan bersama masuk kedalam kelas mereka.














'Udh yok masuk, bentar lagi kelas mulai cuy' ucap lia sambil merangkul callie dan berjalan bersama masuk kedalam kelas mereka

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Closer sudah bisa PO loh. Klik aja link yang ada di bio ig @langitbukupublishing

AYO GES DIBELIIII BUKU CLOSERNYAA. DIJAMIN GA NYESEL EHEHE

Closer [Cella] (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang