Chapter 5

160 3 0
                                        

Pagi itu Key tengah bersiap, barang barangnya sudah ia kemas. Key benar benar tidak bisa tidur semalaman, ia terus memikirkan ancaman dari Galuh padanya.

Key sangat takut sekali Galuh akan menemuinya sekarang. Ia benar benar harus segera pergi dari sini. Ia pun tidak ingin tempat tinggal barunya diketahui oleh Galuh.

Key terus saja melihat ke arah pintu, takut takut Galuh datang menemuinya sekarang.

TOK! TOK! TOK!

Key langsung terperanjat, ia panik dan juga ketakutan saat mendengar ketukan itu.

"Key? Halooooww.."

Suara itu membuat Key akhirnya lega. Ia pun membuka pintu dan dua temannya itu langsung berhamburan datang.

"haiii princess gue... lo udah makan? Gue bawain ayam gepuk nih buat lo" ucap Delia.

"barang barang lo yang mau dibuang mana aja? Nanti biar gue sama Delia yang bawa itu, lo sama mas Pram bawa barang bawaan yang emang mau lo bawa ke apart" ucap Rachel.

"gais.. semalem Galuh kesini" ucap Key dengan sangat takut.

Kedua temannya langsung menatap Key dengan serius, seketika saja hening disana.

"d-dia ngancem gue" ucap Key.

Rachel dan Delia tahu hal ini akan terjadi tapi mereka tidak tahu bahwa Galuh akan kembali secepat ini.

Delia menghampiri Key dan mengajaknya untuk duduk, "lo tenang dulu ya, kita cari jalan keluarnya bareng bareng" ucap Delia.

"dia minta apa sama lo? Duit?" tanya Rachel.

"dia minta kita balikan" ucap Key.

Keduanya memutarkan bola mata mereka.

"basi" ucap Delia.

"terus lo?" tanya Rachel.

"ya gue ga mau lah, makanya gue diancem" ucap Key.

Delia dan Rachel berpikir, namun nihil kali ini mereka tidak mempunyai jawaban.

"kita harus cepet cepet pergi dari sini" ucap Delia.

Rachel mengangguk, "lo hubungi mas Pram, bilang aja lo mau bareng sama kita kita, ga mau ngerepotin atau semacamnya lah".

Key segera mengetik pesan untuk Pram agar menemuinya di apart saja.

Mereka mengangkut semua barang milik Key ke mobil Delia. Tiba tiba saja ketiga perempuan itu menjadi sangat kuat membawa koper dan juga beberapa kardus berisi barang yang tidak ringan.

Setelah semua masuk ke mobil, Key menghampiri rumah pemilik kosan tersebut dan berpamitan. Meskipun kosan Key masih bisa ditempati beberapa hari kedepan, ia tetap bersikeras ingin segera pindah.

Setelah selesai Key langsung menghampiri mobil dimana Delia dan Rachel telah menunggunya disana.

Namun tiba tiba saja mobil yang ia kenal berhenti tepat di samping mobil Delia.

Seseorang dengan buru buru keluar dari mobil.

"Keyra" panggil orang itu.

Key menghampiri orang itu kemudian tersenyum lega.

"kamu ga apa apa? Mas tadi langsung ke sini waktu kamu chat. Kamu keliatannya buru buru banget sampe ga mau nungguin mas" ucap Pram.

Key tersenyum, "ada Delia sama Rachel kok mas, semuanya Aman" ucap Key.

Delia membunyikan klakson mobilnya membuyarkan dua insan yang merasa dunia hanya milik berdua.

"Key lo sama mas Pram aja, barang barang lo banyak banget ga muat kalo lo disini" teriak Delia dari jendela pintu mobil.

A MANTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang