Hari hari berlalu begitu cepat. Keuangan Key juga semakin membaik, kini ia bisa lebih menyimpan banyak uang untuk dirinya. Karena seringnya Pram lah yang mengeluarkan uang untuk Key.
Bulan bulan juga berlalu. Kini mereka semua bersiap untuk menghabiskan libur akhir tahunnya di sebuah pantai.
Pram benar benar menyewa villa untuk mereka semua tinggali selama beberapa hari disana.
Beberapa hari.
Ya, hal itu lah yang kini membuat Key kelabakan. Karena Key belum menyiapkan baju untuk menginap berhari hari. Ia kira mereka hanya akan menginap selama 2 hari, ketika pergantian tahun. Namun nyatanya mereka akan menginap selama 4 hari.
Key baru memakai kemeja birunya, yang baru ia kancingkan asal. Ia belum sempat memakai celananya, jadi ia hanya mengenakan kemeja oversize yang menutupi celana dalam putihnya.
Key melipat baju baju yang akan dikenakannya diatas sofa. Ia membuka lebar lebar kopernya yang cukup untuk menampung barang barangnya.
Ia sangat serius dan telaten melipat dan memasukan barang barangnya agar tertata rapi dalam koper. Ia mondar mandir untuk melihat apakah ia melupakan sesuatu.
Saking seriusnya, ia bahkan tidak menyadari kalau Pram sudah bersandar di ambang pintu sembari melipat kedua tangannya memperhatikan Key.
Ia tersenyum melihat perempuan yang kini tengah membelakanginya.
"sut!" ucap Pram berharap Key menyadari keberadaannya.
Key berbalik dengan cepat dan terkejut ketika Pram berdiri disana.
Sialnya keterkejutannya itu membuat kakinya bergerak mundur dan menginjak ujung koper miliknya sehingga ia tidak bisa menjaga keseimbangan tubuhnya.
Pam yang melihat itu dengan cepat langsung berlari menarik Key. Karena jika tidak Key mungkin akan jatuh dan terbentur ujung meja.
Pram segera membantu Key untuk kembali berdiri.
"m-makasih mas" ucap Key.
"sama sam"
"OMAGATT!"
Baik Pram dan Key keduanya menoleh ke sumber suara. Rachel dan Delia tampak melihat mereka berdua dari ambang pintu dengan sangat terkejut.
Terlebih saat melihat tangan Pram yang melingkar di pinggang Key, mengangkat sedikit kemejanya dan menampilkan sedikit celana dalam putihnya.
Sepertinya Pram lupa menutup pintu karena terlalu panik jika Key terjatuh tadi.
"i-ini ga kaya apa yang kalian liat kok" ucap Key.
Rachel langsung membelalakan matanya.
"mm.. sorry kita ganggu. Lanjutin aja lagi kita tunggu di lobby" ucap Delia tersenyum dan menutup pintu apartemen.
"chel! Del! Iiihh gila yaa" ucap Key frustasi.
Namun Pram melihat ekspresi Key sungguh sangat lucu. Ia mengeratkan kembali lengannya di pinggang Key. Membuat Key menegang terkejut.
"ga apa apa, biarin aja mereka. Atau kamu mau merealisasikan pikiran mereka?" tanya Pram.
Ia langsung mengecup kening Key. Membuat Key kembali menegang. Yang ada dipikiran Key sekarang adalah ia hanya mengenakan celana dalam, di hadapan Pram. Apakah Pram tidak menyadarinya?
"ada yang perlu mas bantu? Sepertinya kamu belum selesai berkemas" ucap Pram yang masih memeluk Key.
"i-iya mas, tapi aku bisa sendiri kok" ucap Key.
KAMU SEDANG MEMBACA
A MAN
RomancePutus cinta dari hubungan yang sudah ia usahakan selama bertahun tahun sangat menyakitkan. terlebih ketika menyadari bahwa selama ini cinta yang ia jalani hanyalah cinta sepihak. Trauma dan juga putus asa membuatnya bertanya tanya, apakah ia bisa me...
