WARNING : GXG !!!
Pernikahan yg didasarkan oleh kesepakatan 2 manusia yang tertulis di atas matrai..
Apakah kedua manusia itu akan saling jatuh cinta beneran atau tidak ?
Tidak ada yang tau wkwk karna sesungguhnya hidup itu tidak ada yang tau hari...
Orm membuka matanya, ia melihat lingling yang masih tidur. Karna ini hari minggu, orm tak akan membangunkan lingling untuk bekerja.
Orm malah memeluk lingling dengan erat.
"Hmmm" Suara lingling
"Orm aku tak bisa bernafas, kamu terlalu erat memelukku"
"Hehe ternyata pelukanku membuatmu bangun sayang?" Orm terkekeh kecil
"Tentu, kamu memelukku seperti ingin membunuhku" Ledeknya
"Iiiisshhh.. Bagaimana bisa aku akan membunuh suamiku sendiri"
"Hehe aku hanya bercanda orm" Ucapnya tersenyum memeluk erat orm
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Pagi yang begitu manis, setelah malam nya bergelut, Paginya ia kembali melakukan nya lagi.
Lingorm sangat menikmati momen waktu berduanya. Karna mereka sedang menjalankan program hamil lagi.
"Smoga kamu cepat hamil kembali orm" Ucapnya mengelus lembut perut orm
"Maafkan aku ya sayang, aku telah membunuh bayi kita"
"Kamu ga boleh bilang seperti itu, semua itu terjadi murni karna sengaja balas dendam" Ling sedikit emosi
"Seharusnya kita sudah bertiga" Orm sedih
"Gapapa sayang, seperti nya ini akan ada isinya lagi" Lingling menepuk nepuk pelan perut orm
"Iisshh.. isi apaan?"
"Isi malaikat kecil kita hehe"
Cukup lama mereka berbincang diatas ranjang, akhirnya mereka bangun karna merasakan lapar di perutnya.
"Aku akan buatkan sarapan" Ucap orm mendengar suara perut lingling
"Oke sayang, aku ingin minum kopi dahulu"
Mereka berdua akhirnya bangun dan melakukan aktifitasnya masing-masing. Orm sibuk membuat sarapan, lingling sibuk membuat kopi untuk kebutuhan nya sendiri.
Setelah membuat kopi, ia kembali memeluk istri nya lagi.
"Sayang, aku sedang memasak" Ucap orm
"Aku sudah merindukanmu lagi hehe"
"Sudahlaah, lebih baik kamu tunggu disana dimeja makan"
"Siaap sayang" Ucapnya sekalian mencium pipi orm
Lingling membawa kopi nya ke halaman belakang, ia menikmati suasana matahari pagi yg sedikit terik itu.