Selamat hari Natal bagi yang merayakan🎄🤩
Happy reading 🍒
°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°
Kali ini Lio benar-benar sudah muak dengan kelakuan alpha Elza, alpha itu terus memaksakan dirinya untuk dekat dengan Zaleo. Zaleo pun sudah tak tahan lagi tinggal serumah dengan alpha yang menyebut dirinya sendiri ayah di depannya.
"Sepertinya aku kurang bersikap tegas padamu alpha Elza, bukankah sikap kami menjelaskan semuanya? Apakah perlu aku lebih menyakitimu dengan kata-kata?" Elza menatap omega di depannya yang terlihat frustasi dengan usaha yang telah ia lakukan.
"Apa kau tidak bisa mempertimbangkannya lagi Lio? Zaleo butuh aku." ungkapan penuh percaya diri itu dihancurkan dengan jawaban reflek dari Zaleo.
"Aku tidak." kedua orangtua kandung Zaleo itu langsung menatap anak mereka, Elza hampir mencapai batasnya. Elza memang menyayangi Zaleo, tapi tidak sedalam itu karena sedari awal kehadiran Zaleo adalah kesalahan terbesarnya.
Kesalahan itu membuat hidupnya juga hancur, jiwa mudanya yang masih tak siap untuk setia kepada satu omega membuat Elza gusar.
"Kalian akan menyesal jika terus menolakku." alpha dewasa itu pergi begitu saja meninggalkan Zaleo dalam dekapan Lio.
"Hikss mama, dimana ibu? Aku ingin ikut ibu." gumaman anaknya dapat Lio dengar tapi tak mampu ia jawab. Lio sendiri juga tak tau keberadaan alphanya itu, ia sudah mencoba membuka mindlink diantara mereka tapi tetap tak bisa.
Disisi lain suara tamparan yang sangat keras terdengar, tamparan itu berasal dari Renka. Omega itu tampak tak gentar saat mencegah Moza membawa Nala dan Haigan keluar dari kawasan pengasingan itu.
"Apa hak-mu alpha Moza?! Kau tidak bisa asal membawa mereka pergi, mereka masih harus tertahan disini karenamu. Pergilah temui alpha Fedra ayah dari Nala, akui kesalahanmu dan mintalah izinnya jika ingin membawa mereka pergi." Moza menatap Renka kemudian menganggukan kepalanya tanda setuju.
Moza menurunkan Haigan dari gendongannya, kemudian ia menatap Nala "Aku akan membebaskan kalian, tunggu disini." saat Moza melangkah pergi Nala menahan pergelangan tangan kiri Moza.
"Jangan, aku takut. Ayah tidak akan mengampunimu, lebih baik kami disini saja Moza." hal itu membuat Moza menggelengkan kepalanya lalu melepas tautan tangan mereka.
"Percayalah padaku, kalian semua akan keluar dari sini dan menjalani kehidupan yang normal." Nala hanya mampu menatap punggung Moza yang semakin menjauh.
Moza sampai di kediaman pemimpin klan Arjiyah, ia disambut baik disana karena mereka merasa perlu saling menghormati antar klan.
"Apa yang membuat alpha tangguh sepertimu datang ke klan ini?" dalam hati alpha Fedra bertanya-tanya, apa klan-nya membuat kesalahan?
"Aku membutuhkan izin darimu alpha Fedra." alpha itu tampak bingung dengan permintaan dari alpha Jiriyah di depannya.
"Apa maksudmu anak muda?" mata Moza menatap sejenak kearah pemimpin klan Arjiyah yang rupa wajahnya sedikit mirip dengan Nala.
"Aku ingin membawa Nala dan Haigan ke klan-ku, Jiriyah. Mereka tanggung jawabku sekarang." raut wajah ramah dari alpha Fedra menghilang, terganti dengan raut wajah datar tak bersahabat.
"Aku tidak mengerti, pergilah. Jangan membuatku kesal." alpha Fedra cemas, bagaimana aib klan-nya bisa tercium oleh alpha Jiriyah itu?
"Aku ibu alpha dari Haigan, cucumu. Aku kesini meminta persetujuanmu untuk membawa omega dan anakku pergi bersamaku." pernyataan tanpa aba-aba dari Moza membuat alpha Fedra kaget dan sangat marah, kedua telapak tangannya mengepal.
KAMU SEDANG MEMBACA
Female Alpha Dominan [END]
RomanceApa jadinya jika male omega tertarik dengan female alpha dominan? Kejadian tak senonoh yang terjadi sewaktu kecil membuat mereka seakan terikat benang merah tak kasat mata. Nala tidak pernah merasa setertarik ini dengan female alpha di sepanjang hid...
![Female Alpha Dominan [END]](https://img.wattpad.com/cover/371188886-64-k728281.jpg)