F.A.D 18

710 63 6
                                        

Kepo deh kalian tau cerita ini dari mana? Iseng-iseng nemu atau emang lagi nyari genre gxb?

Jangan lupa klik bintang dan komentar🌹

Happy reading 🐰

°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°

Beberapa hari setelah kedatangan Nala dan Haigan, kediaman pemimpin klan Jiriyah itu semakin ramai. Nala kira keluarga Moza akan sulit menerimanya, ternyata semua menerimanya dengan tangan terbuka.

Hanya saja, ayah dari Moza sepertinya memang kurang suka sejak awal pada Nala. Mungkin karena insiden sewaktu remaja dulu, disaat Nala menyerang Moza. Kejadian itu sangat membekas di pikiran alpha Zenuel, bahkan awalnya alpha Zenuel tidak mempercayai penglihatannya sendiri saat Moza memperkenalkan Nala sebagai omeganya.

Ah tapi mau bagaimana lagi? Alpha Zenuel harus menerima bukan? Karena Moza juga sudah menerima takdir hidupnya, jadi cukup dukung apa yang terbaik untuk anak bungsunya itu.

Luna Morra mengawasi cucu-cucunya itu bermain, walau kedua cucunya tampak bermain dengan mainan masing-masing. Mereka belum terlalu dekat, masih ada rasa enggan untuk Haigan menerima Zaleo sebagai kakaknya.

Ibunya sudah memberi tau bahwa Zaleo adalah kakaknya dan ia diminta memanggil Lio dengan sebutan mama. Haigan ingin menolak tapi tatapan Nala membuat anak itu mengangguk menyetujui.

Zaleo menatap Haigan dengan tatapan ragu, ia ingin sekali bermain dan tertawa bersama adiknya itu. Tapi aura yang Haigan keluarkan membuat Zaleo takut untuk mendekati, seakan Haigan membuat tembok yang tinggi diantara mereka.

Merasa risih ditatap intens oleh seseorang, membuat Haigan menatap balik orang itu. Zaleo langsung memalingkan wajahnya saat adiknya itu menatapnya balik.

Haigan mengabaikan dan mengangkat bahunya acuh, kembali bermain lebih seru dibanding meladeninya.

Nala kini berada di taman belakang rumah, duduk santai bersama Lio di kursi yang disediakan. Kedua omega itu tampak masih bungkam, yang pertama meminta bertemu adalah Nala.

"Jadi kau ya yang namanya Lio? Omega resmi milik Moza." ucapan Nala membuat Lio menatap Nala dalam diam.

"Kau sangat dekat ya dengan alpha Moza? Sepertinya tidak ada ke-formalan dalam perbincangan kalian." tanya Lio setelah beberapa menit saling diam.

"Ah itu, sebenarnya kami saling mengenal sejak kami remaja. Aku adalah orang yang lebih dulu mengejarnya, Moza sulit untuk didapatkan. Semua teman tidurnya adalah wanita-wanita cantik, tapi itu tak membuatku menyerah dan berhenti menyukainya." Lio mendengarkan dengan seksama, rupanya Nala adalah omega yang alphanya kenal hampir dari setengah umurnya.

Mereka sudah kenal dan dekat sejak lama, banyak hal yang Lio tidak tahu tapi Nala tahu.

"Kau beruntung menjadi omega pertama Moza, aku sedikit iri." melihat tawa yang dipenuhi kesedihan dari Nala sontak membuat Lio menggelengkan kepalanya tak setuju.

"Jangan iri, seharusnya aku yang iri karena kau omega pertama yang memberikan alpha Moza keturunan." pernyataan itu membuat Nala mengerutkan alisnya bingung, bukankan Zaleo anak mereka setelah Moza dan Lio menikah?

"Apa maksudmu? Bukankah Zaleo anak alpha Moza darimu?" Lio tersenyum dan menyentuh pundak Nala.

"Apa kau tidak tau jika alpha Moza menikahiku karena terpaksa bertanggung jawab karena kehamilanku? Zaleo anakku dari alpha Elza, kakak alpha Moza." penjelasan itu membuat Nala menunjukkan wajah bodohnya, jadi pernikahan itu bukanlah keinginan Moza? Haruskah Nala senang?

Female Alpha Dominan [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang