9

93 3 2
                                        

Aku kaget ketika Adit masuk ke ruangan bersama client kerjanya, iya aku kaget banget melihat langsumg.

"Kamu kenapa diam begitu, Zev?" tanya Adit sambil duduk dan mempersilahkan clientnya juga untuk duduk di sebelahnya.

Spontan aku langsung tersadar. "Ini clientnya Pak Adit?" tanyaku yang masih kaget. 

"Halo, Zevo." sapa clientnya Adit.

Sekarang hari apa ya kok agak gimana gitu, bingung aku jadinya, padahal diluar lagi panas merona juga, enggak ada petir tapi serasa ada petir menyambar. Kenapa bisa kebetulan begini sih, aduh aku males banget.

"Zev?" panggil Adit.

"Eh iya Pak Adit, jadi tengsin saya nih liat clientnya Pak Adit." ucapku sedikit menunduk. Aku masih kaget banget lah, ternyata clientnya Adit tuh kakak iparku: Mas Rian.

KENAPA SIH???

"Kamu kaget ya liat aku, Zev?" tanya Mas Rian. "Tenang aja, aku sama Adit kawan lama kok jadi emang sengaja mau kerjasama."

Aku hanya mengiyakan saja daripada lama.

"Baik tanpa berlama-lama, silahkan, Zev." jawab Adit.

Aku segera mengambil napas banyak-banyak dan ingin menunjukkan kepada Adit bahwa aku karyawan yang bisa diandalkan, apalagi ada kakak iparku yang jadi clientnya Adit. Hari yang penuh tantangan banget.

**

1 jam kemudian

"Presentasinya cukup bagus, aku jadi tertarik kerjasama denganmu Adit." kata Rian selaku kakak iparku sekaligus clientnya Adit. 

"Terima kasih sahabat, semoga perusahaan kita berdua lancar jaya kedepannya, nanti aku akan sampaikan kepada atasan setelah ini."

Kemudian Adit sebagai perwakilan dari atasan perusahaan ini pun menandatagani perjanjian kerjasama dengan Rian dibidang keuangan. Aku juga ikut menandatangani sebagai saksi dari perjanjian mereka berdua. Huft orang sibuk mah susah deh.

Setelah itu aku segera membereskan alat-alat presentasi tadi, tiba-tiba Adit mengunci pintu ruang meeting. Aku jadi deg-degan takutnya bakal interogasi.

"Gimana tadi pacar gue presentasi tentang perusahaan ini, An?" tanya Adit ke Rian sehabis minum air.

Aku yang denger Adit bilang gitu langsung kaget dong, apaan sih ntar ketauan kan jadinya.

"Keren lah makanya gue tertarik, engga nyangka aja adik ipar gue jadi pacar lo, Dit." jawab Rian.

Dahlah.

"Mas udah tau aku sama Pak Adit pacaran?" tanyaku malu.

"Udah dong, Adit sering cerita juga. Lagian mas juga udah ngerti kamu kayak gini, lagian gue sama Adit sama-sama belok kok, Zev."

Maksudnya?

"Zev, sini sebentar." panggil Adit.

Aku hanya menuruti apa kata Adit dan menghampirinya. Tiba-tiba

Chuupppp

Apa ini?

"Kok?" aku kaget dong.

"Ikuti aja." bisik Adit.

Aku bingung sekaligus malu juga ada Mas Rian.

Adit melumat mulutku dengan dahsyat, beradu lidah tak tertahankan dan saling menggigit lidah pun terasa nikmat.

Aaahhh mmmpphhhh

Aku duduk diatas Adit dan Adit membuka kemeja kerjaku diatas pangkuannya. Ciuman semakin liar ketika Adit memegang leherku hingga aku merasa menggelinjang tak kuat menahannya, Adit terus menciumku hingga turun ke leherku dan mengisap hingga menanggalkan kismark di leher kiriku.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Dec 13, 2024 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Zevoyag 2Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang