CHAPTER 3

4 2 0
                                    

Tempat bermain anak-anak desa tak jauh-jauh dari sawah, sungai, lapangan, intinya yang berhubungan dengan alam lah. Hari ini Bulan dan Bintang akan bermain ke sawah lagi, lagi? Ya iyalah namanya juga anak desa, jadi ya mainnya disitu situ aja.

" De krungu-krungu sawah desa sebelah ana sing panen jagung " Ucap Bintang di sela-sela makan.
(De denger-denger sawah desa sebelah ada yang panen jagung)

" Katon nemen pan nyolong " Ucap Bulan melirik kakaknya.
(Keliatan banget mau nyuri)

" Niate sih ora, tapi oke lah " Balas Bintang nyengir.
(Niatnya sih engga, tapi oke lah)

" Idih, tapi yuh lah hehe " Yee si Bulan ikut ayo ayo aja, eh tpi emng nyolong jagung seseru itu lohh hehe.
(Idih tapi ayoklah hehe)

" Emang sawah sing mbangndinan? " Tanya Bulan.
(Emang sawah yang sebelah manaan?)

" Sing perek dalan kue sih sing biasane nggo wong-wong pada joging " Jawab Bintang.
(Yang deket jalan itu sih yang biasa buat orang-orang joging)

" Adoh nemen mas, tapi rapapa lah yuh demi jagung gratis " Ucap Bulan.
(Jauh banget mas, tapi gapapa lah ayo demi jagung gratis)

" YEE BARANG NYOLONG JAGUNG CEPET " Ucap Bintang sedikit berteriak karena dia tengah manaruh piring bekasnya makan ke belakang.
(Yee giliran nyuri jagung cepet)

" yuh ah cepet, ari ora lunga saiki ngko balik sing sawah maghrib loh " Ucap Bulan, dia menghampiri Bintang yang sedang minum.
(Ayo ah cepet, kalo ga pergi sekarang nanti pulang dari sawahnnya maghrib loh)

" Iya sabar, koen mengarep sit mana hus hus " Usir Bintang.
(Iya sabar, kamu kedepan dulu sana hus hus)

" Diih ngusir " Bulan langsung pergi meninggalkan Bintang sendirian.

Bulan berjalan loyo ke depan rumah, dia pergi membeli es cekek, walau di rumahnya ada air minum tapi Bintang dan Bulan lebih memilih membeli es untuk minum, kecuali kalau siang-siang duit jajannya tinggal 1.000 sedangkan jatah jajan mereka 5.000 dari pagi hingga sore.

" Woi tumbas loro " Teriak Bintang kala melihat adiknya sedang membeli es.
(Woi beli dua)

" Duite ndi? " Tanya Bulan dengan kode tangan nya.
(Duitnya mana?)

" Nggo duite koen sit, duite mas nggari 1.500 hehe " Jawab Bintang dengan senyum sumringah nya.
(Pake duit kamu dulu, duit mas tinggal 1.500 hehe)

" Wis mbadek sih " Batin Bulan
(udah ketebak sih)

" Mba asih es'e setunggal malih " Pinta Bulan kepada mba asih
(mba asih esnya satu lagi).

" Kue, si Bintang mamane durung balik? " Tanya mba asih kala  membuat es untuk Bintang
(itu, si Bintang ibunya belum pulang?).

" Dereng, paling jam setengah 5 wangsule " Jawab Bulan setelah menyeruput esnya
(belum, paling jam setengah 5 pulangnya).

" Mba mangke niku es'e di pendet mas Bintang " Ucap Bulan
(mba nanti itu esnya di ambil mas Bintang).

Bintang berjalan menjumpai adiknya, lebih tepatnya mengambil esnya.
" Miki Bulan wis mbayar kan mba? " Tanya Bintang, dia memang hanya bisa bahasa ngapak tidak bisa bahasa kromo
(tadi Bulan udah bayar kan mba?).

" Wis " Jawab mba asih sembari memberikan es yang di beli Bintang
(udah).

" Suwun mba " Ucap Bintang dan dia langsung berlari menyusul Bulan yang sudah berjalan ke sawah duluan.
(Makasih mba)

" MAS CEPET " Teriak Bulan, dia sudah sampai sawah duluan.

" Sabar " Ucap Bintang kala dia sudah berada di samping adiknya.

Bulan merindukan BintangTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang