Balon Biru

80 11 1
                                        


" Hali , woi Hali , Halilintar Mujahid Amin . " teriak Taufan memanggil Hali yang berjalan di depan nya.

Hali tetap saja berjalan tak lama kemudian Hali berhenti saat mendengar suara batuk ia pun menoleh ke belakang saat melihat Taufan yang batuk namun pada saat batuk kembali Taufan langsung memuntahkan darah segar yang begitu banyak Hali langsung menghampiri nya.

" Fan kau tidak apa-apa kalau begitu kita beristirahat dulu ?? . " ucapannya ia panik melihat Taufan terus memuntahkan darah segar mengalir deras dari Mulutnya .

" tenang saja li aku baik , baik saja . " ucap Taufan dengan suara yang terbata - bata .

" tapi Fan wajahmu begitu pucat pasi sekali seperti mayat hidup kau harus istirahat Fan . " ucapannya.

" tidak apa-apa Li kau harus bertemu kembali dengan mereka dan keluar dari hutan ini Li dan tinggal saja aku disini . " Ucapannya sambil berusaha tersenyum.

" Kau bicara apa Fan kau kira aku mau meninggal kan mu Disini hah kita akan keluar dari tempat ini bersama Fan ." ucap Hali

" Li aku udah gak kuat lagi tubuh ku rasanya mau meledak Li jadi ku mohon kau harus pergi dan meninggalkan ku ." ucap Taufan

" Kau kira aku mau apa ha . " teriak Hali .

" Li kau Masi inggat waktu kita pulang sekolah waktu itu hujan deras kita hanya memiliki satu payung waktu itu cumak kau saja yang membawa nya padahal kita bertiga pada saat kau ingin membuka payung tersebut menegakkan ke atas payung tersebut malah rusak jadi kita bertiga mandi hujan kau Masi ingat." ucap Taufan dengan suara yang terbata bata wajah ya yang begitu pucat di kulit wajah seperti ada cacing yang bergerak gerak .

" Iya aku Masi ingat Fan jadi kumohon bertahan lah ." Ucap Hali sambil menahan air mata nya .

" Hali terimakasih sudah mau berteman dengan ku aku sangat beruntung bisa bertemu dengan mu sekali kali terimakasih." ucap Taufan dan setelah mengatakan itu tubuh Taufan meledak bagaikan balon yang meletus tubuh Taufan tinggal setengah saja hanya tinggal tubuh atas saja yang hancur tapi tidak bagian tubuh bawah yang tidak hancur.

" ucap Taufan dan setelah mengatakan itu tubuh Taufan meledak bagaikan balon yang meletus tubuh Taufan tinggal setengah saja hanya tinggal tubuh atas saja yang hancur tapi tidak bagian tubuh bawah yang tidak hancur

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Pada saat tubuh bagian atas meledak keluar lah cacing yang sangat banyak keluar dari tubuh Taufan .

Pada saat tubuh bagian atas meledak keluar lah cacing yang sangat banyak keluar dari tubuh Taufan

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

" Hali terimakasih dan selamat tinggal maaf karena aku tidak bisa menepati janji ku . "

" Maaf fan , kalau kau berjumpa dengan Gempa bilang kepada nya kalian adalah teman terbaik ku

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

" Maaf fan , kalau kau berjumpa dengan Gempa bilang kepada nya kalian adalah teman terbaik ku ."
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Dah segitu aja ceritanya semoga suka dengan cerita saya. 🌪️
Maaf kalau ada penulisan kata yang salah.
T.B.C.

C

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Game On ( Tamat )Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang