" Ah ah ah capek kita istirahat sebentar Blaze . " Ujar Ice sambil merebahkan tubuhnya di atas rumput.
" Yasudah kita istirahat sebentar abis itu kita lanjutin lagi jalan nya . " ucap Blaze ia duduk di sebelah Ice yang sedang tertidur di atas rumput.
5 menit Blaze dan Ice beristirahat mereka pun melanjutkan lagi perjalanan nya agar keluar dari hutan ini.
" Pukul 01 : 00 berati 5 jam lagi matahari terbit . " ujar Blaze sambil melihat jam tangannya.
" Blaze coba kau hubungi mereka ." ujar Ice sambil berjalan disebelah Kiri Blaze .
Blaze pun menghubungi Solar dan Taufan namun tidak ada jawaban ia pun mencoba menghubungi Duri dan .
" Blaze kalian baik, baik saja ?? . " ujar Duri menerima telepon dari Blaze melalui jam tangan nya.
" Aku dan Ice baik , baik saja kau dan Solar bagaimana aku tadi menghubungi Solar ia tidak menjawab nya. ujar Blaze sambil berjalan perlahan - lahan .
" nanti aku beri tau Blaze aku bersama dengan Hali kami baik baik saja ini kami lagi beristirahat sebentar. ujar Duri Blaze ia bingung mengapa Duri kok bersama dengan Hali terus dinama Solar bukannya Hali bersama dengan Taufan .
Sebelum Blaze berbicara Ice langsung memotong terlebih dahulu pembicaraan.
" Aku dan Blaze akan membuat asap jadi kalian bisa mengetahui keberadaan kami . ujar Ice .
" Baik lah aku dan Hali akan kesana menemui kalian berdua . " Ujar Duri ia mematikan telepon nya.
" bagaimana cara nya agar kita dapat membuat asap Ice . ujar Blaze, Ice ia langsung merogoh saku celananya dan mengeluarkan korek api gas yang ia temui di jalan .
Mereka pun mencari derdaunan kering agar bisa membakar nya sebelum membakar daun kering tersebut tiba tiba kabut yang membuat pemandangan jadi tidak terlihat.
" Sial kabut apa ini kok makin lama makin tebal aja . ujar Blaze ia pun mencari keberadaan saudaranya.
Pada ia mencari keberadaan Ice ada yang menepuk pundaknya.
" Ini aku Ice " ujar Ice menepuk pundak kirinya Blaze.
" Nih kabut kok makin lama makin tebal aja. " ujar Blaze ia menggenggam tangan Ice .
" Aku juga gak tau Blaze tapi sepertinya ada yang memperhatikan kita Blaze . ujar Ice ia melihat sekeliling nya.
tak lama kabut pun hilang betul apa yang di bilang Ice ada mahluk yang bertubuh besar ia memaki masker wajah memegang Kampak sambil melihat ke arah Blaze dan Ice.
tanpa ba-bi-bu Blaze langsung menarik tangan kanan Ice untuk menjauhi makhluk tersebut.
namun naas pada saat Blaze dan Ice sedang berlari mahluk tersebut mengayunkan Kampak nya ke arah mereka yang membuat tangan kanan Ice terputus akibat Kampak mahluk tersebut.
Blaze yang melihat tersebut ia hendak mengakat tubuh Ice namun sebelum tubuh Ice diangkat Blaze mahluk tersebut menendang Blaze sampai tubuh nya terhempas jauh menabrak pohon .
" Ice . " ujar Blaze kepada Ice ia berusaha agar tidak pingsan namun sakit kepala pinggang nya akibat benturan keras dan sakit di perut nya akibat tendangan keras yang membuat kesadaran Blaze mulai menghilang dan akhirnya Blaze pun pingsan .
" Blaze . " ujar Ice sambil menahan rasa sakit pada tangan kanannya yang terputus ia berusaha menjauh dari mahluk tersebut dengan mendorong tubuh nya mengunakan kakinya .
Namun naas usaha yang dilakukan oleh Ice tidak berhasil Mahluk tersebut langsung menarik kera baju dan langsung memengal kepala Ice setelah itu ia menghampiri Blaze yang sedang pingsan.
ia langsung membelah tubuh Blaze dan mengeluarkan isi perut Blaze mahluk tersebut menarik usus Blaze dari perutnya dengan kasar tidak ada respon dari Blaze karena pada saat tubuh Blaze di belah dan mengualark isi perutnya kondisi Blaze pingsan bukan hanya usus nya saja yang dia ambil melainkan semua organ tubuh nya mahluk tersebut keluar dari tubuh Blaze.
Setelah itu ia pun mengikat usus Blaze di pinggang nya seperti ia sedang memakai tali pinggang dan mengambil kepala Ice dan mengantuk kan nya di pinggang seperti gantungan kunci.
Setelah membunuh Blaze dan Ice mahluk tersebut hendak pergi ia menoleh ke arah samping kanan ia merasa ada yang melihat nya di balik pohon.
Hali dan Duri sedang berjalan mereka melihat mahluk bertubuh besar Hali ia langsung menarik tangan Duri dan bersembunyi di balik pohon dan membekap mulut Duri agar tidak berbicara.
Pada saat Hali menoleh lagi mahluk tersebut sudah berada di depan mata mereka Hali langsung menarik tangan Duri namun Duri terjatuh.
mata Duri membulat sempurna iris mata khaki nya menangkap pandangan dimana Kampak yang berukuran besar tersebut berada di depan mata nya.
" DURI !? . " Teriak Hali meneriaki Duri ketika mahluk tersebut mengayunkan Kampak nya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
T.B.C.
Dah segitu aja ceritanya.
Semoga suka dengan cerita nya.
Maaf penulisan Masi ada yang salah.
KAMU SEDANG MEMBACA
Game On ( Tamat )
Random" selamat datang para pemain kalian hanya perlu untuk melewati semua rintangan yang ada dalam Game ini . dan selamat bermain " " bagimana pun kita harus keluar dari permainan ini" ucap pemuda dengan iris mata merah Ruby . " kita perlu kerja sama dan...
