Apaan Tuh

54 10 0
                                        

" Ice apa yang di bilang Hali emang Benar kalau penyebab . " ucap Blaze terpotong oleh Ice.

" Sudah jangan di bahas lagi . " ujar Ice berjalan di depan Blaze.

" Ice kau marah ?? . " ucap Blaze menghampiri Ice .

" Tidak aku hanya kesal saja dengan perkataan yang Hali bilang ia seolah-olah penyebab semua ini kesalahan mu . " ucap Ice sambil menatap wajah Blaze.

" sudah gak usah di pikirin kan lebih baik kita bernyanyi saja Ice sambil menelusuri hutan ini . " Ucap Blaze Setelah itu ia pun bernyanyi.

" Kalau kau suka hati tepuk tangan prok - prok kalau kau suka tidur tepuk tangan prok - prok ayo Ice tepuk tanggan mu . " ucap Blaze setelah itu ia baru mengingat kalau Ice hanya mempunyai satu tangan kanan saja sedangkan tangan kirinya sudah di amputasi.

" Blaze goblok kau Mala bernyanyi seperti itu sih ." batin Blaze ia pun menoleh ke arah Ice.

" Ice maaf aku lupa . " Ujar Blaze.

" tidak apa-apa Blaze . " Balas Ice .
.
.
.
.
.
.
.

Hali ia Masi menggenggam topi Taufan tak lama kemudian jam tangan nya menampilkan Duri yang wajahnya sangat berantakan rambut acak-acakan .

" Hali aku minta tolong Solar hilang aku tidak tau ia dimana aku minta tolong sama mu Hali dan Taufan . ucap Duri dengan suara pelan ia seperti sedang bersembunyi tapi ia bersembunyi dari siapa .

" Dur aku minta maaf Taufan ia sudah tiada ." ucap hali sambil menahan air matanya.

" Li aku mohon sama mu temukan Solar aku takut ia dalam bahaya." ucap Duri ia tidak bisa menahan air matanya lagi bertapa terkejut nya ia mendapatkan kabar kalau teman satu geng nya sudah tiada .

" Kau ada dimana kenapa kau seperti sedang ketakutan Duri ?? ." ucap Hali belum sempat Duri berbicara ia langsung mematikan telepon nya pada saat dihubungi lagi Duri tidak bisa dihubungi lagi.

Keadaan Duri.

" dimana kau berada ibu akan menjaga mu . " ucap perempuan paruh baya ia berjalan sambil mencari sesuatu.

" kumohon jangan sampai ia tau keberadaan ku ." batin Duri ia bersembunyi di balik pohon besar dengan jantung yang berdebuk kencang.

Krek.......
suara ranting pohon Duri ia tidak sengaja terpijak ranting pohon tersebut.

" Kau ada di situ ya mahluk kecil ." ujarnya ia langsung menghampiri pohon tersebut.

Sebelum perempuan paruh baya tersebut menghampiri Duri, Duri ia langsung berlari pergi dari pohon tersebut.

"kau mau kemana anak ku ? ini ibu nak ." ucapannya sambil mengejar Duri .

" Kau bukan ibu ku berhenti lah mengagap ku aku ini anak mu ." ucap Duri sambil berlari menjauhi perempuan paruh baya tersebut.

" Jaga ucapan mu aku ini ibu mu panggil aku ibu ." ucap perempuan paruh tersebut.

" Tidak mau kau bukan ibu ku ." jerit Duri .

pada saat perempuan tersebut hendak menyerang Duri dengan menggunakan rambut panjangnya tiba,tiba ada yang mendorong Duri dan memeluk tubuhnya dengan erat.

" RI kau tidak apa-apa?? ucap Halilintar ia yang mendorong tubuh Duri dan memeluk nya .

" Aku tidak apa apa Hali ." balas Duri .

" Jadi kau yang membuat anak ku berbicara seperti itu rasakan ini aku tidak akan memaafkan mu ." ujarnya ia langsung menyerang Hali mengunakan rambut panjangnya.

Hali ia langsung menarik tangan Duri untuk menghindari rambut tersebut naas pada saat ingin menarik tangan Duri, Duri sudah di tarik oleh rambut tersebut dan mengikat tubuh Duri.

" Panggil aku mama ayo nak panggil aku mama." Ucap perempuan paruh baya tersebut ia menatap wajah Duri , tubuh Duri sudah terikat oleh rambut panjang dan bahkan mulutnya juga di Belit .

" Woi bajingan Lepaskan teman ku ku woi dia bukan anak mu !! ." Teriak Hali .

" Mulutmu yang membuat anak ku berbicara tidak baik ." ucap nya ia langsung menyerang Hali mengunakan rambut nya yang panjang.

Hali terus berlari menghindari rambut tersebut tak lama kemudian.

" Bagaimana rambut panjang mu sekarang sudah tidak bisa menyerang ku lagi kan . " ucap Hali sambil melihat rambut perempuan tersebut terbelit oleh pohon .

" Sekarang lepas kan teman ku !!! ." ujar Hali kepada perempuan paruh baya tersebut.

" Tidak akan dia anak ku ." ucapannya sambil mengelus pipi Gembul Duri .

" Hmmmm. " ucap Duri ia ingin bicara namun tidak bisa karena rambut melilit mulut nya .

" Sialan " gumam Hali ia mengambil sesuatu di kantong celana dan berjalan menuju ke arah perempuan tersebut dan melompat memotong rambut yang melilit tubuh Duri.

" Duri " gumam Hali ia langsung mengendong tubuh Duri dan berlari menjauhi perempuan paruh baya tersebut.

" Anak ku . " ucapannya dengan suara lirinya.

Merasa sudah jauh ia pun menuruni tubuh Duri .

" RI kau tidak apa-apa. " Ucap Hali menanyakan kepada teman nya.

" aku hanya sesak saja sekarang sudah mendingan kok Li ." Balas Duri.

" RI maaf tadi aku memukul mu ." ujar Hali.

" sudah jangan di bahas lagi . " ucap Duri.

" RI aku mau bicara sama mu ." Ucap Hali .

" Iya kau mau gomong apa Li ?? ." ucap Duri.

Hali pun berbicara soal kematian Taufan kepada Duri , Duri yang mendengar itu ia langsung dia saja tak lama cairan bening mengalir membasahi pipinya.

" Li aku ingin mengajakmu untuk mencari Solar, Blaze dan Ice agar kita bisa keluar dari hutan ini . " ucap Duri sambil mengulurkan tangannya.

" Baik kita akan mencari mereka bertiga dan keluar dari hutan ini." ucap Hali merai tangan Duri.
.
.
.
.
.
.
.
.
T.B.C.
Dah segitu aja ceritanya.
semoga suka ya sama ceritanya.
Maaf penulisan kata masi ada yang salah.


Game On ( Tamat )Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang