" selamat datang para pemain kalian hanya perlu untuk melewati semua rintangan yang ada dalam Game ini . dan selamat bermain "
" bagimana pun kita harus keluar dari permainan ini" ucap pemuda dengan iris mata merah Ruby .
" kita perlu kerja sama dan...
" di akhir permainan aku tau siapa yang memeluk ku mama perempuan paruh baya yang memiliki rambut yang panjang tersebut tapi Ocohbot bilang ia akan mengabulkan keinginan yaitu bertemu dengan mereka lagi yaitu Hali, Taufan, Gempa, Blaze,Ice , dan Solar dan mengapa aku belum bertemu mereka ?? ya sudah lah lebih baik aku tidur saja ." batin Duri setelah itu ia merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur dan memejamkan mata nya.
Terlelap nya Duri dalam tidur ia pun bermimpi yang membuat ia senang sekali.
Di alam mimpi Duri ia bertemu dengan ke lima teman nya dan satu adek kesayangan.
" KALIAN aku sangat merindukan kalian semua ." Teriak Duri di dalam mimpi ia bisa berbicara dan langsung memeluk ke keenam temannya berserta adek nya.
" Maaf bang Duri Solar meninggalkan Abang sendiri. " ujar Solar sambil melihat ke arah wajah Duri .
" Maaf ya Dur kami meninggalkan mu . " Ujar Taufan sambil mengacak rambut coklat Duri .
" Kenapa kalian meninggal kan ku sendiri ?? aku ingin ikut kalian !! . " Ujar Duri.
" Duri sebentar lagi kita akan berjumpa. " ujar Hali dan diangguk lainnya .
" Aku akan mati seperti kalian ?? ." Tanya Duri .
" Tidak sebentar lagi kita akan bertemu Duri jika ada yang mengetuk pintu bukalah segera . " ujar Gempa sambil memeluk tubuh Duri.
Mereka berenam menghilang dari pandangan Duri .
" Duri bangun lah kami disana menuggu mu . " Ujar Blaze kepada Duri.
Sontak Duri langsung bangun dari tidur nya ia mendengar suara ketukan pintu ia pun langsung cepat membuka pintu namun tidak ada orang disana.
" Tidak ada orang. " batin Duri setelah itu ia mendengar suara kucing.
" Meow meow meow."
" Mengapa ada 6 kucing di depan rumah ku ?? ." Gumaman Duri ia langsung membawa kucing itu masuk ke dalam rumah.
" Meow meow " suara kucing berwarna putih dan abu abu ia memiliki iris mata silver shade kucing itu mengelus kan wajah nya ke tangan Duri .
Duri melihat ke enam kucing itu langsung berkata .
" Mulai sekarang kalian berenam kucing ku . " batin Duri seolah mendengar suara hati Duri ke enam kucing tersebut mengeong bersama . . . . . . . Skip besok pagi nya Darrel datang ke rumah Duri karena hari Minggu ia tidak bersekolah dan Duri ia libur bekerja.
Duri memberi tau ke Darrel tadi malam ia bermimpi bertemu dengan teman nya dan adek nya dan tak lama suara ketukan pintu ia mendapatkan 6 kucing di depan rumah nya.
Ada satu kucing coklat dengan iris mata Copper terus mengeong di dekat Darrel .
" Bang Duri Abang udah memberi nama ke 6 kucing?? ." Tanya Darrel.
Duri ia menggelengkan kepalanya.
" Mulai sekarang nama mu adalah Gempa " ucap Darrel sambil mengakat kucing coklat tersebut.
" karena kucing ini menurut Darrel mirip sekali dengan bang Gempa makanya Darrel memberikan ia nama Gempa. " Ujar Darrel kucing coklat tersebut seperti tau kalau dari sedang sedih ia pun menaiki tubuh Darrel dan mengusapkan kepala nya di pipi Darrel .
" Begitu sekali ke 6 kucing ini mirip dengan mereka apalagi dengan warna bulu mereka . " ujar Duri sambil menggerakkan jari nya .
" Oke mulai sekarang kucing coklat ini namanya Gempa , kucing Oren namanya Halilintar, kucing putih dan hitam namanya Taufan , kucing Oren dan putih namanya Blaze , kucing putih yang tidur di sana namanya Ice dan terakhir kamu kucing abu, abu kau yang selalu mengikuti Bang Duri kemana saja namanya Solar ." Ujar Darrel sambil memberikan nama ke 6 kucing tersebut.
Ke enam kucing tersebut mengeong bersama menandakan mereka senang akan nama mereka.
Setelah itu mereka ke pemakaman umum untuk berziarah ke makam Hali, Taufan, Gempa, Blaze, Ice ,dan Solar walaupun tubuh Hali tidak ada namun mereka memasang kan batu Nisan saja mendakan bahwa itu makan Hali , setelah berziarah Darrel dan Duri belanja kebutuhan seperti makanan kucing, pasir kucing , mainan kucing dan lain-lainnya.
Semenjak kehadiran ke enam kucing Duri ia merasa sangat bahagia ia seperti sedang melihat ke enam teman dan adek nya . . . . . . . . . . . . . . .
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
A
khirnya selesai juga cerita nya . Saya mau nanya bagaimana pendapat akhir cerita ini .
Dan selamat tahun baru . Dan juga selamat ulang tahun buat diriku hehehe 😉