Happy reading
Mark : Rain
Jaemin : Haru
Di sebuah kota kecil, hiduplah seorang pemuda mungil tapi tampan bernama Rain yang bekerja sebagai barista disebuah kafe terkenal di kota itu. Saat ia akan menutup kafe nya, tiba-tiba seorang pemuda masuk terburu-buru ke kafe nya.
Setelah melihat bahwa pemuda itu duduk di kursi, Rain segera menghampiri nya.
"Maaf, apa ada yang bisa saya bantu?" Rain bertanya kepada pemuda ini dengan senyum.
"Saya ingin memesan iced latte" dia menjawab sambil melihat-lihat kafe.
Rain menyajikan kopi tersebut dan duduk disebelah pemuda itu, dikarenakan kafe ini hampir di tutup dan sepi sekali jadi rain berinisiatif untuk menemani pemuda itu. "Apakah anda seorang fotografer?" Tanya rain karena pemuda ini membawa kamera dan juga perlengkapan untuk fotografer?.
"Hah? Oh iyaa, aku sedang mencari model untuk brand teman saya" pemuda itu menjawab.
"Emang nya teman kamu itu tidak menyewa model? Mengapa kamu sebagai fotografer yang pusing memikirkan nya?" Tanya rain lagi karena ia merasa kepo kepada pemuda ini.
"Sudah, tetapi model yang sudah di sewa oleh teman saya ini tidak bisa menjadi model nya karena dia kecelakaan. Dan saya juga ingin membantu teman saya ini untuk mencarikan model" jelas pemuda itu kepada rain dan terkekeh kecil melihat wajah serius rain saat mendengar penjelasan nya.
"Ah ternyata kita belum kenalan, perkenalkan nama saya Haru meswara dan kamu?" Lanjut haru.
"Jadi begitu toh, dan nama saya rain gahasa" rain manggut-manggut mengerti dengan penjelasan haru.
"Sebenernya saya sudah menyerah mencari model untuk brand teman saya ini, tetapi sepertinya saya sudah menemukan model yang cocok sekali untuk ini" jelas haru dengan tatapan yang sulit di jelaskan.
"Siapa?" Ini bukan seperti Rain saja, tidak biasanya dia kepo dengan masalah orang lain dan dia juga tidak pandai berinteraksi.
"Kamu"
"HAHH!?!"
Haru tertawa kecil melihat wajah rain yang menggemaskan ketika kaget, dia seperti nya sedikit bersyukur karena masalah model itu dan membawanya kepada seorang rain gahasa.
"Iya kamu, apakah kamu bisa? Tenang saja pasti di bayar kok dan juga kamu hanya foto-foto saja, barang yang di promosikan oleh kamu juga tidak banyak" jelas haru kepada rain karena seperti nya rain sedikit panik.
"Aku bisa sih, tapi... Kenapa harus aku? Kan banyak orang yang pantas jadi model? Dan juga aku tuh anti kamera banget, aku juga ga terlalu tampan buat jadi model. Eh, apa kamu aja yang jadi model dan aku yang jadi fotografer nya? Aku bisa kok foto orang, aku lumayan jago kok" haru tertawa terbahak-bahak mendengar penjelasan rain dan juga melihat wajah panik rain yang menurut nya itu lucu, dan apa katanya? Dia aja yang jadi fotografer nya, oh my god kenapa haru baru ketemu pemuda menggemaskan ini, kemana aja dia, dan kemana aja kamu rain.
Rain memasang wajah cemberut dan mendengus mendengar tawa Haru yang seperti nya puas sekali padahal rain beneran panik lohh. Tapi saat ia akan melayangkan protes kepada haru, ia malah terpesona melihat wajah tampan haru yang cerah seperti matahari saat tertawa.
'u are my sunshine, u only sunshine' batin nya sambil menatap haru dengan mata yang berbinar-binar.
"Tenang aja rain, kamu itu udah cocok banget jadi model brand ini dan juga yah kamu itu ganteng banget loh, kalau kamu anti kamera tenang aja... Kan yang jadi fotografer nya itu aku bukan orang lain" sudah puas tertawa haru menjelaskan kepada rain agar pemuda itu tidak panik lagi.
"Jadi... Kalau kamu bisa dan mau hubungi aku dan jangan lupa lusa kita pemotretan nya" lanjut haru sambil berjalan meninggalkan kafe, "bye, rain." Haru sudah tidak terlihat lagi di kafe, dan rain juga akan bersiap-siap menutup kafe nya karena sudah hampir malam.
Rain akhirnya setuju untuk menjadi model brand temannya haru. sekarang ia, haru dan teman haru a.k.a genting sedang berada di pantai untung background nya, ternyata brand yang akan di model kan oleh rain itu adalah baju musim panas yang cocok sekali jika background nya pantai.
Selesai pemotretan, genting langsung pulang kerumahnya karena ternyata pacar dia ngambek ga dibawa ke pantai. Sekarang hanya tinggal haru dan rain yang baru selesai membereskan barang-barang nya.
"Rain, gimana kalau kita tunda dulu pulangnya, ayo kita liat senja bersama?" Tanya haru
"Boleh, aku juga ga ada keperluan apa-apa di rumah, kafe pun di tutup" jawab Rain.
Rain asik bermain air dan tidak menghiraukan keberadaan haru, haru hanya terkekeh geli melihat sikap rain yang menurut nya sangat lucu dan tidak baik untuk kesehatan jantung nya.
Karena tidak mau melupakan momen ini haru akhirnya memotret rain dengan background senja yang indah.
"Kenapa kamu foto aku?" Tanya rain dan agak mendekat ke arah haru yang gelagapan dengan muka yang memerah.
"Maaf, soalnya aku lihat sesuatu yang spesial di kamu" jawab haru melihat kesana kemari karena malu melihat rain.
Malam itu, rain dan haru merasa ada koneksi yang kuat, yang menuntun mereka untuk saling terbuka satu sama lain. Mereka berbagi cerita, impian, dan harapan.
"Rain, kamu percaya atau tidak jika cinta pandangan pertama itu ada?" Tanya haru
"Aku percaya" rain menjawab dan melihat wajah haru yang ada di sebelah nya, "soalnya aku baru aja ngerasain apa itu cinta pandangan pertama."
Mereka tertawa bersama menikmati keindahan yang ada dalam diri mereka masing-masing. simple tapi haru suka, untunglah ia bertemu rain meski terlambat sekali.
Guysss, maaf ga update² cerita ini, soalnya ini cerita sepi banget aku kan jadi ga semangat 😔😭😭.
Ohiya, kalau misalkan cerita ini cringe dan ga seru sorry ya guys, soalnya ini bukan cerita yang aku terjemahkan itu, ini pure pemikiran aku. Cerita aslinya udah di hapus jadi gitu deh
See yaaa
Love u
KAMU SEDANG MEMBACA
Markeu harem
Cerita Pendek(WAJIB FOLLOW CERITA INI SEBELUM BACA,HARGAI JUGA SAYA DENGAN VOTE KOMENAN KALIAN.) remake cerita dari 'ImJoHnNYhiHIhIhi' yang judulnya 'bottom Mark Lee one shots' 1-15 Dan 16-seterusnya itu murni dari pikiran aku. sekian terima kasih Mark Lee Uke h...
