Soo Hyun mencari cara agar Ji Won tidak terus menerus menanyai perihal anak mereka, sebab ia sama sekali belum siap melihat Ji Won akan terpuruk setelah mengetahui kenyataan bahwa salah satu anak mereka harus diambil tuhan bahkan sebelum dia sempat melihat dan menyentuhnya
Untungnya sejauh ini Ji Won selalu percaya dan mengerti dengan penjelasannya
Kim Tae Hee dan juga Kim Hee Sun datang menjenguk ke Rumah Sakit, saat ibu dan juga mertuanya itu sampai, Soo Hyun memulai kegiatan bebersihnya, sebab Ji Won sama sekali tidak mau dia tinggal, sehingga ibunya membawa semua keperluannya ke Rumah Sakit
"Bagaimana sudah lihat anak-anakmu?" Tanya Tae Hee
"Belum ma.. anak aku masih di inkubator, sementara aku masih kesulitan untuk bergerak, hanya Soo Hyun yang berulang melihat anak kami" ucapnya sedih
"Jangan bersedih, nanti juga setiap hari dan setiap waktu kamu akan bertemu dan mengurus anakmu, sabar"
"Iyaa... Soo Hyun juga mengatakan itu"
"Tapi aku pengen lihat wajah anakku juga ma"
"Sabar.. setelah luka diperutmu membaik kamu juga akan bisa langsung bertemu anakmu"
"Iyaa mah, kata dokter sih tadi lukanya akan membaik setidaknya setelah 2 hari, berarti besok aku akan bisa melihat anakku"
"Iyaa"
Sementara, Soo Hyun yang mendengar hal itu menangis sendiri didalam kamar mandi
"Dan besok mau tidak mau, kamu akan mengetahui kenyataannya sayang.. semoga kamu bisa kuat" ucapnya sembari menghapus air matanya
Soo Hyun keluar dari kamar mandi dengan segar dan wangi
"Sayangg ganteng banget, mau kemana?"
"Biasa aja ah" jawab Hee Sun
"Mana biasa, dia rapih banget gitu, wangi lagi"
"Kan baru selesai mandi, ya wangi dong" dikecupnya puncak kepala Ji Won
"Kamu mau pergi? Kantor?"
"Engga sayangg, masa aku tinggalin kamu?, aku stay disini"
"Yaa, nga usah ganteng-ganteng kalo mau nemenin aku aja"
"Hmm? Aku ganteng kan buat kamu juga, biar kamu seger liat suaminya"
"Ihhhh nga mau, ini mah bukan cuma buat aku, tapi bagi-bagi sama suster sama dokter yang masuk ke sini"
"Harus banget ya pembicaraannya begini?" Ucap Tae Hee "nga capek apa bucin dari jaman SMA?" Timpalnya lagi
"Iyaa.. udah pada tua juga" sambung Hee Sun
"Kenapa sih, ikut-ikutan aja" jawab Ji Won
"Soo Hyun, kalau 2 anak kamu sifatnya menurun dari Ji Won, tolong bersabar ya?"
"Dua?" Sela Ji Won
"Maksudnya dua ma?"
Deg.
Jantung Soo Hyun berhenti seketika, Hee Sun dan Tae Hee pun terdiam
"Tolong jelaskan padaku, maksudnya apa? Jangan diam saja!"
"Sayangg.." ucap Soo Hyun
"Maksudnya apa Soo Hyun, anak kita kembar 3 kenapa mama sebutnya dua?"
"Yangg.. kamu dengerin aku dulu"
"Apa... anak kita nga kenapa-kenapa kan?... kamu bilang sama aku anak kita baik-baik aja"
"Iya... anak kita baik-baik aja sayang.. tapi.."
"Aku nga mau ada tapi.."
Sementara air mata Soo Hyun sudah terjatuh membasahi pipinya
KAMU SEDANG MEMBACA
Love Start From Highschool
Lãng mạnKisah kasih semasa SMA memang luar biasa indah dan menantang, ada yang bilang masa SMA adalah puncak keseruan dalam hidup, ini berlaku pada Kim Soo Hyun, dimana dunia seperti berpusat hanya padanya, dengan ketampanan, jago olahraga, bahkan dari kelu...
