17

597 18 4
                                        

Malam pun tiba trio curut masih berada di kamar Alvaro mereka masih betah berlama-lama dalam kamar karena mau keluar untuk sekedar nongkrong pun Pastinya tidak di ijinkan oleh Williams jadi mau tak mau mereka masih di rumah

"Bosen juga ya di kamar terus dari tadi" ucap bara

"Ya gimana mau keluar juga pastinya gak bakal di ijinin sama om Williams" ucap Dion

"Gw mau ke dapur dulu ya" Alvaro

"Oke Al" ucap mereka berbarengan

Lalu Alvaro pun keluar kamar untuk pergi ke dapur

"Dad" panggil Alvaro kepada Williams yang berada di dapur juga

"Sayang kenapa hmmm kamu udah laper?" Tanya Williams

"Gak ko dad varo mau ngambil cemilan sama minuman" jawab Alvaro sambil membuka kulkas

"Kamu mau keluar hmmm?" Tanya Williams

"Mau sih tapi pastinya Daddy gak Ijinin" jawab Alvaro

"Boleh kamu,bara dan Dion boleh pergi keluar" ucap Williams ia paham pastinya putranya sangat jenuh terus berdiam diri Dirumah

"Serius dad tapi di kawal gak?" Tanya Alvaro memastikan

"Gak sayang kamu pergi sama bara dan Dion saja dan tidak ada pengawalan tapi Inget kamu harus pulang tepat jam 00.00 dini hari kalau melebihi batas waktu itu ya siap siap Daddy akan menjemput kamu secara paksa" ucap Williams panjang lebar

"Iya dad siap varo janji gak akan Ingkar janji btw makasih ya dad" ucap Alvaro langsung memeluk dan mencium pipi Williams hati Williams pun menghangat mendapatkan perlakuan seperti itu dari putra nya ia langsung membalas pelukan putra tersayang nya

"Sama sama sayang boleh Daddy peluk kamu dulu lebih lama hmmm Daddy kangen sayang" pinta Williams pasalnya ia sangat merindukan memeluk putra semata wayangnya

"Boleh dad aku juga kangen di peluk sama Daddy" jawab Alvaro

Lalu Williams dan Alvaro pun saling berpelukan menyalurkan rasa kangen karena belakangan ini mereka jarang mengungkapkan rasa kasih sayang sebagai ayah dan anak

"Daddy berharap kita selalu seperti ini ya jangan ada jarak diantara kita seperti kemarin kemarin Daddy gak bisa kalau harus jauh sama kamu sayang" ucap Williams ia berharap bisa selalu bersama dengan putranya sampai kapanpun

"Iya dad Alvaro juga berharap seperti itu jangan ninggalin varo ya apalagi sampai membenci varo sama seperti yang mommy lakukan cukup mommy aja yang jahat Daddy jangan ikutan" ucap Alvaro sambil melepaskan pelukan dan menatap wajah Daddy nya dengan mata berkaca-kaca

"Daddy janji sayang Daddy gak akan pernah menyakiti putra kesayangan dad malahan Daddy akan menjaga kamu dengan sepenuh hati soal mommy jangan terlalu kamu pikirin ya Daddy mau liat varo bahagia tanpa mommy pun masih ada Daddy nak" ucap Williams sepenuh hati

"Makasih dad" jawab Alvaro lalu memeluk Daddy nya lagi

"Sama sama sayang udah jangan nangis ya katanya mau main jadi gak nih kalau gak Daddy batalin aja ya?" Ancam pura pura Williams

"Eh jangan hehe iya jadi jadi kalau gitu aku ke kamar dulu ya mau ngasih tau bara sama Dion juga bye dad" ucap Alvaro lalu meninggalkan Williams sendirian di dapur sedangkan Williams hanya tersenyum melihat putranya kesayangannya pergi

Lalu Alvaro pun menuju ke kamarnya ia tidak sabar ngasih tau kedua sahabatnya kalau mereka di ijinkan keluar rumah oleh Daddy nya varo ingin melihat Ekspresi kedua sahabatnya

"Guyssss" teriak Alvaro setelah membuka pintu kamarnya

"Etdah apaan sih Al kaget jir" omel bara sambil mengelus dadanya

"Ngapa dah nih bocah" ucap dion heran melihat ekspresi muka Alvaro

"Kalian tau gak?" Ucap gantung Alvaro agar teman teman nya lebih penasaran dan kaget

"Ape?" Tanya Dion

"Kitaaaaaaa" ucap Alvaro masih menggantung kata katanya

"Cepetan dah mau ngomong apa?" Tanya Dion

"Lama lu" ucap bara

"Kita dibolehin main keluar sama Daddy yey horeeee" teriak Alvaro kegirangan sedangkan kedua sahabatnya hanya terdiam melihat kedua sahabatnya hanya diam dan memberikan Ekspresi muka datar dan biasa biasa saja varo pun langsung bertanya

"Lu berdua kagak seneng gitu?" Tanya Alvaro sambil melihat kedua sahabatnya

"Gak" ucap mereka berbarengan

"Lah? Sia sia dong gw teriak teriak sampe nih tenggorokan sakit sama kering eh kalian malah gak seneng mana muka lempeng amat" omel Alvaro jadi sia sia kan informasi nya

"Tunggu dulu jir jangan marah dulu masih ada kata selanjutnya" ucap bara

"Alah to the point aja sih kita gak lagi main Kuis tebak kata" kesal Alvaro

"Utututu jangan ngambek Dong nanti imutnya ilang cayang" rayu Dion

"Ogah jijik dionnnnnn" teriak Alvaro mendengar ucapan Dion

"Hahahaha" bara dan Dion tertawa puas setelah menjahili sahabat nya

"Yaudah gw lanjutin kata kata nya" ucap Dion ia tak tega melihat raut muka Alvaro yang sudah terlampau kesal

"Gak salah lagi, maksudnya gw sama bara juga seneng akhirnya om Williams ijinin kita buat keluar rumah lagi eh tapi sebenarnya bukan kita sih kan yang dilarang keluar rumah cuma Al kalau kita berdua mah bebas" ucap Dion sambil tersenyum jahil ke arah bara

"Iye iye tau yang bebas mah" sindir Alvaro

"Udah udah jangan pada ribut mendingan kita buru buru pergi gw yakin sih pastinya om Williams ijinin kita keluar pasti ada batasan waktunya kan ya?" Tanya bara ia sudah hafal betul dengan sifat Williams

"Iya jam 00.00 dini hari kita udah harus ada dirumah kalau lewat dari jam segitu ya siap siap dijemput paksa sama Daddy dan dikasih hukuman tapi btw kita gak ada pengawalan malam ini jadi kita bisa bener bener bebas" ucap panjang lebar Alvaro

"Gampang sih syarat nya dan bagus juga tanpa pengawalan jadi kita bisa have fun" ucap Dion

"Yaudah kita siap siap dulu Al lu juga pake jaket ya pasti diluar udaranya dingin banget udah malem juga kan" ucap bara

"Iya bar" jawab Alvaro

Mereka bertiga pun siap siap untuk pergi nongkrong kapan lagi kan di ijinin langsung dari pawangnya jarang sekali ada momen seperti ini.



Terimakasih untuk vote, comment dan masukannya ya☺️

Berharap juga bisa sering update doain ya biar rajin update nya hehe 😁

Suka sama momen kehangatan Daddy Williams dan Alvaro?

Jangan lupa untuk selalu vote, comment dan satu lagi masukannya ya

Salam hangat Vi😇








Alvaro garcia D.Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang