29

10.3K 655 7
                                        

Kalau ngerepin humorisnya dipending dulu ya teman-teman 🙂🤚 makin sepi aja🤧padahal ceritanya makin seru

Kalau ngerepin humorisnya dipending dulu ya teman-teman 🙂🤚 makin sepi aja🤧padahal ceritanya makin seru

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Bruuukkk

Sussane terkejut melihat tubuh Deluna yang tiba-tiba terjatuh. Untungnya Andreas mampu menangkap tubuh Deluna meski tubuh pemuda itu lemas. Membaringkan tubuh Deluna dengan perlahan ke ranjangnya. Tatapan cemas yang mendalam membuat Sussane tidak tahan lagi segera menemui Cederix.

"Ada apa Sussane?" Tanya Cederix menatapnya heran.

"Ratu Deluna tidak sadarkan diri setelah menemui pria asing itu." Ucap Sussane membuat Cederix segera beranjak.

Langkahnya tergesa dengan raut yang dingin. Langkah lebar nan tegas tiba-tiba terhenti melihat bagaimana tatapan Andreas mengarah pada istrinya. Mengepalkan tangannya dan mendorong pemuda itu.

"Apa yang terjadi?!" Gelegar Cederix segera membekap tubuh Deluna.

"Ratu hanya mengalami syok ringan Yang Mulia. Kita hanya bisa menunggu beberapa saat hingga Ratu Deluna sadar kembali." Ucap tabib yang memeriksa kondisi Deluna.

"Bagaimana ini bisa terjadi?! INI PASTI GARA-GARA KAU! PENJARAKAN BAJING*N INI!" Gelegar Cederix menatap tajam Andreas dipatuhi para prajuritnya.

Andreas menatap tajam tanpa gentar. Tatapan kebencian saling menghunus membuat Cederix tak tahan memberikan pukulannya membabi-buta.

"Jika saja aku membawa pedang, kepalamu yang sombong itu sudah menggelinding dibawah kakiku." Ucap Cederix mengalihkan pandangannya.

Andreas hanya terkekeh diseret para prajurit dengan mulut bersimbah darah. Ya, dia sudah tahu konsekuensi terberatnya yang nekat ke sarang musuh hanya untuk menemui Deluna. Ia sudah putus asa dengan semua perjuangannya. Kini ia menerima hukuman jeruji besi sebelum raja tiran itu lebih keji menghukumnya.

Deluna terbangun kebingungan melihat sekelilingnya yang nampak asing. Pandangannya mengarah pada seorang gadis yang tertidur diatas ranjang usangnya. Mendekati perlahan dengan ragu-ragu dan terkejut melihat sosok yang tertidur dihadapannya.

"Deluna." Gumamnya melihat sosok gadis kecil yang ia yakini sebagai Deluna yang asli. Tapi dimana dia sekarang?

"Hei bangun bodoh!" Ucap seseorang menyentak gadis mungil yang terkejut.

Pakaian pelayan yang membuat Deluna menyerngitkan keningnya. Tidak ada yang bisa melihat keberadaannya. Wanita itu dengan berani menarik kasar rambut gadis itu. Melihat raut kesakitan dan memohon ampun membuat Deluna mengepalkan tangannya. Ia ingin menghentikan namun tubuhnya seakan tak kasat mata.

Selir Deluna [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang