PLAGIAT DILARANG MENDEKATTTT!!!
Carolina Betricia seorang karyawan swasta yang hidup melajang hingga usianya yang hampir menginjak kepala 3 harus tutup usia karena kelelahan bekerja.
Secara tiba-tiba, ia terbangun ditubuh seorang Putri bernama Del...
Yok serius dulu yuk jangan komedi dulu 🙂Kapan lagi gue updatenya cepet. Sory kalau ada typing yang berantakan.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Deluna hanya diam mematung menatap sedih pemuda dihadapannya. Perasaan yang sulit dijabarkan haru, rindu, sedih seakan pemuda itu menemukan setitik air ditengah Sahara. Deluna tidak bisa mengingat apapun, ia juga hanya mengetahui karakter selain Cederix dan Sussane berdasarkan narasi singkat game.
"Ah, maaf tapi aku sungguh tidak ingat dan aku sekarang sudah menikah dengan Raja Cederix." Ucap Deluna membuat pemuda itu mengulaskan senyumnya pedih.
"Iya aku tahu. Itu juga karena aku tidak bisa menyelamatkanmu sehingga menjadi tawanan perang seorang raja tiran. Aku cukup lega bisa melihatmu hidup bahagia." Ucap pemuda itu membuat Deluna merasakan perih. Nampak pemuda itu sangat mencintai sosok Deluna yang asli.
"Bisa kau ceritakan masa lalu yang kulupakan itu Andreas?" Ucap Deluna merasa tidak enak hati namun pemuda itu masih mengulaskan senyum teduh.
"Ya, semoga dengan ini kamu bisa mengingat sedikit. Jauh di benua Barat berdirilah kerajaan Armor. Kamu adalah putri satu-satunya yang barusaja debutante dan atas persetujuan keluarga yang turut serta meresmikan pertunangan kita. Keluarga kita menjalin hubungan pertemanan yang baik dan kita sudah dekat sedari kecil. Namun malam itu, tiba-tiba hancur. Kobaran api mulai membakar dan mengepung para bangsawan. Panah-panah api menghujami malam itu. Aku kehilanganmu, ayahku menyeretku keluar istana dengan cepat. Ayahku mengatakan bahwa semua orang tengah berusaha menyelamatkan diri dan kupikir kamu juga akan selamat." Ucap Andreas menatap Deluna dengan pandangan kosong.
"Nyatanya ayah berbohong. Ia sendiri yang berkhianat dan membocorkan keamanan istana pada Raja Cederix dengan kesepakatan aku bisa menjadi wakil komandan ksatria dibawah pimpinan Raja Cederix. Ayah membawaku ke tempat persembunyiannya dan kembali ke istana. Aku tidak tahu sampai aku memberanikan diri keluar dari tempat itu dan menyadari semua telah luluh lantah. Keluarga Kerajaan, para bangsawan, bahkan ayahku sendiri terbunuh. Namun aku masih berusaha mencarimu. Diantara banyaknya mayat berserakan aku berharap kamu masih hidup." Lirih Andreas dengan mulut nyaris tercekat.
"Kau tidak sedih melihat ayahmu sendiri terbunuh dan malah terus mencariku?"
"Mungkin bagi ayah, pernikahan hanyalah jalan memperoleh keuntungan. Ketika ia merasa tidak puas pada hasilnya, dengan senang hati ia mencari sumber uang yang lebih besar lagi. Namun berbeda denganku. Disaat semua orang sibuk dengan pekerjaan mereka, kesepian itu selalu diisi oleh tawamu. Aku merasa tidak begitu kehilangan orang lain, namun aku sangat resah jika tidak menemukan keberadaanmu. Saat aku mulai berputus asa mencarimu berhari-hari, aku berfikir jika diantara keluargamu hanya kamu yang tidak kutemukan maka kemungkinan kamu masih selamat."
Deluna hanya diam mendengarkan cerita Andreas. Pemuda itu seakan mencurahkan semua ekspresi diwajahnya. Jika pemuda itu benar, maka Cederix memang sangat biad*b.
"Aku mulai berkelana hingga mendengar kabar dari seorang saudagar di pelabuhan Harold. Cerita kehebatan Raja Cederix yang menaklukkan seluruh dunia dibawah kuasanya. Aku mengetahui kamu menjadi selir ke 98 saat itu sangat marah. Bagaimana perasaanmu saat itu? Bagaimana kamu tidur, makan, dan beristirahat? Kamu yang baru beranjak dewasa menjadi selir ke 98 membuatku ingin membunuh pria keji itu."
Deluna melihat seluruh urat tangan yang mengepal membuatnya tertegun. Tunggu, jika dari sudut pandang Andreas benar maka sosok Deluna yang asli pasti akan mengalami stress. Gadis yang baru genap dewasa berarti saat itu umur Deluna 19 tahun dalam sekejap mata menjadi tawanan perang dan selir raja tiran. Jangan-jangan kematian dimalam pertama itu adalah tindakan bunuh diri. Persaingan harem yang semakin menekan Deluna pasti membuat gadis itu berputus asa dan mencoba mengakhiri dirinya sendiri.
Deluna yang asli pasti mencintai Andreas. Ia pasti akan merasa harga dirinya hancur jika menyerahkan keperawanannya pada sosok raja berdarah dingin sehingga tidak ada jalan lain yang bisa ia tempuh untuk melindungi harga dirinya.
Kenapa Caroline menempati karakter Selir Deluna dibanding Sussane atau yang lain? Semua pertanyaan itu akhirnya terjawab. Karena hanya cerita Selir Deluna yang malang seakan meminta tolong pada siapapun. Keputus asaannya terdengar Tuhan hingga menembus dimensi. Seperti takdir, Caroline yang sangat membenci karakter Cederix menggantikannya. Karena Caroline lebih kuat, ia tidak membiarkan siapapun menghancurkan dirinya.
"Akh...." Tubuh Deluna melemas. Meremas jantungnya yang terhimpit sesak.
Sekarang ia malah mengacaukan semuanya. Pada akhirnya ia menjatuhkan hatinya pada Cederix. Menangis tergugu diliputi amarah dan penyesalan pada karakter Selir Deluna yang asli. Kenapa ia bodoh dan berambisi menguasai dunia dibanding mengulik kehidupan asli Deluna? Kenapa ia menerima semuanya begitu saja?
"Kenapa kau baru datang? Kenapa tidak mencoba menyelamatkanku?!" Tanya Deluna tak peduli pemuda itu sedang terluka.
"Maaf Luna, aku tidak punya apapun melawan Raja Cederix. Aku sudah berusaha mengumpulkan kekayaan, kekuatan, dan relasi yang dapat membantuku untuk melawan balik Raja Cederix namun tak ada satupun yang berani melakukan pemberontakan terhadapnya. Saat berita pembubaran harem dan kemunduran kerajaan Qordobran terdengar diseluruh benua, saat itulah aku berusaha merangkul para penguasa yang lain."
Deluna mengepalkan tangannya. Itu berarti secara tidak langsung Deluna sendiri menjadi sekutu Cederix. Berarti perjuangan Andreas untuk karakter Deluna yang asli dihancurkan sendiri olehnya. Rasa penyesalan bertumpukan membuat Deluna semakin lemas.
"Berita hilangnya selir kesayangan Raja Cederix membuat semua penguasa mengerahkan dirinya memburu sosok Selir Deluna. Saat itu aku takut kamu terluka disuatu tempat. Aku takut kamu terbunuh ataupun dilecehkan. Aku sudah berhasil menghancurkan benteng pertahanan terakhir namun tiba-tiba keadaan berbalik dengan cepat. Kedatangan dua naga membuat kami mundur."
Deluna merasakan kepalanya berdenyut keras. Ia benar-benar bodoh terbutakan cinta. Ia pikir ia adalah wanita hebat yang memberikan kehormatan pada suami. Bagaimana ia melupakan segala tindakan buruk Cederix selama ini? Cederix tetaplah Raja tiran. Jika Deluna bisa jatuh cinta pada sosok keji itu, bukankah dia termasuk orang yang keji pula?
"Bagaimana setelah mengetahui aku kembali dan malah memilih bersama Raja Cederix?" Tanya Deluna membuat Andreas tersenyum sekali lagi.
"Aku mengetahui kabar pengangkatanmu sebagai seorang Ratu. Bukan lagi seorang permaisuri yang menjadi tonggak kebesaran harem Sang Raja, namun Ratu yang kedudukannya setara dengan Raja. Aku turut bahagia dan lega kamu bisa mencapai kehidupan yang baik. Jika Raja Cederix memiliki segalanya yang membuatmu bahagia, aku merasa sudah tidak punya harapan lagi. Aku tidak punya apa-apa sekarang. Bahkan keluargaku mengkhianati keluargamu dan menimbulkan banyak kesengsaraan untukmu. Aku hanya ingin bertemu denganmu dan meminta maaf untuk segalanya. Aku turut bahagia melihatmu sekarang. Tuhan mengabulkan permohonanku yang kupikir mustahil."
"Tapi bagaimana bisa kau terluka parah?"
"Yah, aku nekat ingin bertemu denganmu dan dihajar para pengawal. Mereka membawaku ditempat yang sepi dan kamu tahu selanjutnya. Terimakasih pada kesempatan terakhir tanpa diduga kamu sendiri yang menolongku." Kekehnya ringan yang membuat Deluna sesak.
Setelah dipikir, tidak biasanya ia keluar istana untuk menjernihkan pikiran. Seakan Deluna yang asli membimbingnya pada Andreas. Deluna menangis menatap Andreas. Pemuda itu sangat baik, Deluna tidak bisa merasakan cinta pada pemuda itu yang membuatnya semakin sedih. Bahkan cinta Andreas dan Deluna yang asli begitu dalam.
"Luna, terimakasih. Sekarang aku bisa tenang melepasmu." Ucap pemuda itu dengan senyum cerahnya bersamaan bulir air mata yang berjatuhan.