Karena terlalu asik bermain dengan para sahabatnya setelah pulang dari kampus membuat Bianca pulang ke apartemen nya hampir tengah malam
saat masuk ke apartemen nya dia tidak bisa melihat apapun karena lampu apartemen nya di matikan
mata Bianca membulat kaget setelah dirinya menyalakannya lampu
di sofa terlihat arzan yang duduk dengan bersedekap dada dan jangan lupa tatapan tajam nya yang dingin
"abis dari mana?" tanya arzan
"i...tu abis jalan-jalan sama sahabat aku" ucap Bianca menunduk
"kenapa pulang jam segini?" tanya arzan kembali
"maaf tadi aku keasikan main jadi gak liat jam" ucap Bianca
"sampe hampir tengah malem" ucap arzan
"maaf" ucap Bianca menunduk
"Bianca aku tau kita nikah cuma karena perjodohan tapi bisa gak hormatin aku sebagai suami kamu" ucap arzan
"sekarang kamu tanggung jawab aku,gimana kalo terjadi sesuatu sama kamu"
"kalo mau kemana-mana izin dulu sama aku biar aku gak khawatir Bianca"
"aku cape kalo kamu gini terus,aku tau kamu belum siap jadi istri dan aku ngerti,aku juga gak bisa maksa kamu buat siap"
"aku tau kamu belum cinta sama aku tapi please aku gak mau pernikahan kita gak bertahan lama,aku mau pernikahan ini selamanya,sampai kita tua nanti"
"aku udah cukup sabar buat gak minta hak aku sekarang Bianca jadi please turutin semua peraturan yang udah aku buat"
"jangan sampai kesabaran aku habis dan paksa kamu Bianca" ucap arzan panjang lebar setelah itu masuk ke kamar tidur mereka
sedangkan Bianca yang mendengar semua ucapan arzan merasa bersalah,dia tau dirinya egois tapi itu karena dirinya belum siap menjadi seorang istri, pernikahan mereka baru 1 Minggu itu semua atas permintaan orang tua mereka bahkan para sahabat mereka berdua tidak di beritahu karena dirinya meminta untuk pernikahan nya di rahasiakan karena menurut nya pernikahan ini tidak akan bertahan lama, apalagi sekarang dirinya belum terbiasa hidup berdua dengan arzan dan dirinya merasa sifat arzan sedikit berbeda saat mereka belum menikah,pria itu sekarang lebih posesif dan pria itu banyak membuat aturan yang membuat Bianca merasa sedikit terkekang
tapi sekarang dia sadar itu semua adalah bukti bahwa pria itu memang serius dan tidak ingin pernikahan mereka tidak bertahan lama,tapi dia juga tidak ingin terlena dengan prilaku pria itu dia tidak tau arzan mencintai nya atau tidak bagaimana kalau setelah dirinya mulai mencintai arzan pria itu malah pergi dari nya,dia tidak ingin seperti itu
"Huuft gue harus gimana" ucap Bianca bingung
"gue takut kayak dulu lagi...tapi gue juga kasian sama arzan,dia udah cukup sabar ngadepin istri kayak gue" ucap Bianca
"kayaknya Lo harus mulai terima semua ini bi,dia udah baik sama lo gak minta hak nya sekarang"
"okey sekarang gue harus minta maaf sama dia dan mulai jadi istri yang baik buat dia,Lo harus terima takdir ini Bianca, semangat" ucap Bianca menyemangati diri nya sendiri
Bianca pun masuk ke kamar nya menyusul arzan untuk meminta maaf kepada pria itu
saat masuk ke kamar mereka Bianca tidak melihat arzan disana,Bianca pun melihat ke arah balkon yang pintunya terbuka sepertinya arzan berada di sana pikir Bianca
Bianca pun berjalan menuju balkon
"kamu ngerokok" ucap Bianca saat melihat arzan memegang benda nikotin itu
KAMU SEDANG MEMBACA
OWNED BY CRUEL MAFIA || END
Short StoryCerita ini menceritakan tentang seorang gadis dewasa bernama zeora,zeora adalah seorang istri dari CEO perusahaan besar sekaligus bos mafia paling kejam di dunia,dia selalu mencari perhatian suaminya karena sang suami tidak pernah menganggap nya ada...
