"makan yang banyak sayang" ucap zion sambil ingin menyuapi kembali gadisnya tapi zeora menolak
"kenyang" ucap zeora pelan
setelah tadi malam zeora drop membuat zion panik seketika, akhirnya sang dokter memberitahu bahwa gadisnya telah melewati masa koma nya
dan siang ini akhirnya zeora terbangun setelah 2 bulan lamanya gadis itu terbaring koma
"Huuft yaudah sekarang minum obatnya" ucap zion sambil menyodorkan beberapa butir obat dan segelas air yang langsung ditelan oleh gadisnya
"kamu kok kayak gak keurus gini" ucap zeora heran
"tubuh kamu juga kok agak kecil" lanjut zeora memerhatikan tubuh tunangan nya
"jangan kayak gini lagi, jangan buat aku takut el" lirih zion sambil memeluk perut gadisnya
zeora tersenyum manis,ternyata orang yang selalu mereka tunggu-tunggu kehadirannya nya selalu berada di samping mereka, ternyata mereka memang ditakdirkan oleh tuhan untuk menjadi pasangan
zion telah menceritakan semuanya dari awal sampai akhir,dan juga menjelaskan tentang viona yang berada di perusahaan zion waktu itu,dia merasa lega setelah mendengarkan penjelasan dari tunangan nya
back to topik
"el,sayang..." ucap zion membuyarkan lamunannya
"hah?apa?" tanya zeora
"kamu yang kenapa?ada yang sakit?aku panggilin dokter ya" ucap zion berdiri panik
"eh,gak usah!!" tolak zeora tegas sambil menarik zion untuk duduk kembali
"yakin?" tanya zion
"iyaa,kamu udah manggil dokter 5 kali setelah aku bangun tadi, jangan berlebihan deh" ucap zeora berdecak malas
"itu karena aku takut kamu kenapa-napa sayangg" ucap zion gemas sambil mencubit hidung gadisnya
"issh, takut sih takut tapi jangan berlebihan kayak gitu" ucap zeora
"ini juga demi kamu,aku mau kamu cepet sembuh,aku gak suka liat kamu sakit kayak gini" ucap zion sambil menggenggam kedua tangan gadisnya
brakk
"ZEORA"
zion dan zeora menutup matanya reflek mendengar teriakan para sahabat zeora
"zeora akhirnya Lo bangun juga bangsat,kita semua khawatir banget sama Lo" ucap Yora
saat mereka ingin memeluk zeora tiba-tiba zion menghalangi jalan mereka dengan merentangkan kedua tangan nya
"jangan peluk zeora,lukanya bisa ketekan" ucap zion tajam
"alah banyak bacot Lo kak" ucap Yora sambil mendorong zion ke arah para pria
"kamu!" ucap zion tak terima
"udah lah bro,biarin mereka kangen-kangenan dulu sama zeora" ucap nevan sambil merangkul pundak sahabatnya itu
"kita seneng banget waktu tau Lo sadar, kita langsung buru-buru kesini pengen liat keadaan Lo" ucap monica
"gimana keadaan Lo Ra?" tanya Bianca
"udah lumayan lah,cuman masih kaku aja semua badan gue" jawab zeora
"pasti sakit ya zeora, cepet sembuh ya" ucap Zia
"thanks semuanya,kalian mau sempetin waktu buat jenguk gue" ucap zeora
"jangan sungkan kali Ra,kita kan sahabat" ucap Yora
"asal Lo tau Ra,mereka semua sempetin waktu tiap hari buat jenguk Lo,dan waktu mereka denger kalo Lo koma,si Yora langsung gebukin cowok Lo,karena gak becus jaga Lo" beritahu Joshua
"udah diem,Lo gak di ajak ya" ketus Yora
setelah itu mereka pun menceritakan apa saja yang terjadi saat zeora sedang koma,mereka asik mengobrol sampai tidak sadar bahwa matahari sudah hampir terbenam
"eh Ra kita pulang dulu ya, udah sore nih" ucap monica
"cepet sembuh zeora" ucap Zia
"cepet sembuh besty,nanti kita ke Gramedia bareng" ucap Yora di acungi jempol zeora
"thank you udah jengukin gue hari ini" ucap zeora
"ya santai aja,nanti kita kesini lagi" ucap bianca
"cepet sembuh Ra" ucap sahabat-sahabat zion
"oh ya Ra ada salam dari Galang, cepet sembuh katanya" ucap Yora
"salamin balik" ucap zeora
setelah itu mereka semua pergi menyisakan zion dan zeora
"ehem" dehem zion membuat zeora menoleh kearahnya
"apa?" tanya zeora heran melihat tatapan zion kepada dirinya
"seneng banget ya dapet salam dari cowok lain" ucap zion yang seperti menyindir
"gak tuh biasa aja" jawab zeora saat menyadari kalau tunangan sedang cemburu
"kamu cemburu?" tanya zeora
"gak" ucap zion
"kita cuma temen aja gak lebih" jelas zeora
"aku tau, lagipula mana mungkin kamu suka sama dia yang gak sebanding sama aku" ucap zion membuat zeora terkekeh lucu
tiba-tiba handphone zion berbunyi,pria itu pun mengangkat teleponnya
"....."
"Saya kesana" ucap zion setelah itu menutup sambungan telepon
"ada apa?" tanya zeora
"aku ada urusan diluar,kamu istirahat dulu ya" ucap zion sambil menyelimuti tubuh gadisnya
"nanti kesini lagi?" tanya zeora
"pasti lah, mungkin malem baru kesini,kalau ada apa-apa kamu langsung panggil bawahan aku aja,mereka ngejaga di depan pintu" ucap zion
"hati-hati" ucap zeora
"iya,aku pergi dulu" ucap zion sambil mengecup kening gadis nya setelah itu keluar dari ruangan
.
.
.
jam sudah menunjukkan waktu tengah malam tapi zion belum kembali dari urusan nya
diruang rawat hanya ada zeora yang sekarang sudah masuk ke dunia mimpi nya
tiba-tiba pintu perlahan terbuka dan masuk lah seseorang menggunakan Hoodie hitam dan wajah nya ditutupi oleh masker
seseorang itu berjalan dengan hati-hati menuju brangkar zeora
dia menatap zeora dengan pandangan yang penuh dendam setelah sampai didepan zeora yang sedang tertidur
"karena Lo hidup adik gue hancur,dan karena cowok Lo juga adik gue ninggalin gue selamanya" ucap orang itu dalam hati nya
dalam hitungan detik pria itu langsung mencekik leher zeora membuat gadis itu langsung terbangun
"uhuk le..pas" ucap zeora sambil berusaha melepaskan cekikan orang yang tidak dia kenali
"GAK LO HARUS MATI,KALIAN BERDUA HARUS RASAIN APA YANG GUE RASAIN" teriak orang itu sambil menguatkan cekikan nya
zeora yang hampir hilang kesadaran langsung menendang milik pria itu membuat cekikan nya terlepas
"uhuk uhukh...hah..hahh" zeora langsung terbatuk-batuk
"sialan" ucap pria itu sambil berdiri membuat zeora langsung menjauh dari pria itu
"siapa Lo?gue gak kenal sama Lo,kenapa Lo mau bunuh gue hah" ucap zeora sambil berjalan mundur
"siapa gue?masa Lo gak kenal sama gue" ucap pria itu sambil membuka masker nya membuat zeora kaget
"ju-na"
KAMU SEDANG MEMBACA
OWNED BY CRUEL MAFIA || END
Short StoryCerita ini menceritakan tentang seorang gadis dewasa bernama zeora,zeora adalah seorang istri dari CEO perusahaan besar sekaligus bos mafia paling kejam di dunia,dia selalu mencari perhatian suaminya karena sang suami tidak pernah menganggap nya ada...
