CHAPTER || 51

14.3K 339 85
                                        

setengah jam kemudian mobil zion pun berhenti di kantor zeora

"mungkin handphone aku gak akan aktif malam ini sampai pagi jadi kamu gak usah hubungin aku dulu" beritahu zion

"emm masalah nya besar?" tanya zeora

"enggak,tapi aku sering nonaktifkan handphone aku biar fokus nyelesain masalah nya,jadi aku ngasih tau kamu supaya kamu gak khawatirin aku" jawab zion

"tapi ingat jangan bikin masalah saat aku gak ada,aku masih tetep tau apa aja yang kamu lakuin,jadi jangan lakuin apapun yang aku gak suka,atau kamu bakal di hukum" lanjut zion membuat gadis itu menegang

zeora berusaha menelan ludah nya susah payah saat melihat tatapan intimidasi yang dilayangkan kepadanya

"kamu ngerti sayang?" tanya zion

"ngerti" ucap zeora gugup

"yaudah aku masuk dulu ya,kamu hati-hati" ucap zeora membuat zion mengangguk

"setelah selesai kamu langsung pulang, jangan keluyuran" ucap zion sambil mengecup kening gadisnya

"iya bye" ucap zeora setelah itu keluar dari mobil zion

zeora pun melambaikan tangannya dan setelah mobil zion pergi zeora pun bernafas lega

"Huuft seharusnya aman sih,kalau zion ada urusan apalagi sampai pagi,dia pasti gak sempet ngecek gue,gue tinggal harus ngecoh anak buahnya" ucap zeora sambil menatap lurus kedepan

dirinya tidak bodoh, tidak mengetahui kalau dimanapun dirinya selalu diawasi oleh suruhan tunangan nya,bukan cuma itu zion juga menaruh beberapa suruhan nya di mansion untuk mengawasi dirinya

.

.

.

di mansion yang berada di tengah hutan terlihat puluhan pria berbaju hitam menunduk takut pada lima pria yang sedang menatap dingin ruangan yang berantakan tersebut

"siapa yang lakuin?" tanya zion menatap dingin para anak buahnya

"kami belum tau bos, saat penyerangan kami semua berada di tempat menembak dan hanya beberapa orang yang berjaga,dan sekarang mereka semua pingsan bos" jawab salah satu dari mereka

"apa aja yang hilang?" tanya nevan

"banyak senjata yang hilang tuan" jawabnya

"kalian semua cari dalangnya sekarang,kita tunggu sampai sore" perintah marven

mereka berlima pun pergi keruangan inti tempat mereka berkumpul

"kenapa mereka bisa tau markas kita?" heran arzan

"penghianat?" ucap nevan sambil mengangkat sebelah alisnya merasa dugaan nya benar

"siapa?" tanya meven

"Lo sama Joshua cari tahu semuanya" perintah zion kepada arzan dan Joshua

"oke,hm" ucap arzan dan Joshua

"Lo kenapa sih Joshua dari datang kesini muka Lo udah kayak mau bunuh orang?" tanya arzan heran

"ck gara-gara masalah ini gue gak bisa nemuin gadis gue" ketus Joshua

"aelah cuma itu doang nanti juga bisa ketemu lagi kali" ucap arzan

"ARGHH, Masalah nya jalang itu ngasih tau rahasia gue ke Zia,dan sekarang cewek gue minta putus" sarkas Joshua sambil melempar bantal sofa disana ke sembarang arah

"si Keysha tunangan Lo itu?" tanya nevan memastikan

"iya,dia pikir dia siapa, mentang-mentang mommy gue jodohin dia sama gue,dia berasa diatas cewek gue, dasar jalang gak tau diri" ucap Joshua ketus

OWNED BY CRUEL MAFIA  || ENDCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang