CHAPTER || 43

24.9K 688 36
                                        

sekarang zion dkk bersama gadis mereka sedang duduk di depan pintu ruang operasi

"tenang aja nevan pasti bisa laluin operasi nya dengan lancar" ucap Bianca sambil mengusap punggung Monica

setelah menunggu beberapa jam akhirnya lampu yang di atas ruangan operasi berubah menjadi merah menandakan operasi di dalam telah selesai

mereka semua pun berdiri saat pintu itu terbuka

"gimana operasi nya dok?" tanya arzan

"transplantasi hati nya berjalan dengan lancar dan pasien keadaan nya sudah mulai stabil,tapi untuk pendonor...mohon maaf pasien telah meninggal dunia setelah mendonorkan hatinya karena kondisinya semakin drop" ucap dokter tersebut membuat mereka semua kaget

"Stevan meninggal dok?" tanya Yora tidak percaya

"benar nona" jawab dokter itu

"untuk tuan nevan kami akan memindahkan pasien ke ruang pemulihan untuk memantau keadaannya" beritahu dokter tersebut

"yaudah dok lakuin yang terbaik buat nevan,dan untuk jenazah Stevan biar kami yang urus" ucap Marven

"baik tuan,kalo begitu saya permisi" ucap dokter itu di angguki mereka

"mending kalian pulang aja ini udah tengah malem pasti kalian cape" ucap arzan

"iya baby kamu pulang aja ya,pasti kamu udah ngantuk" ucap zion saat melihat mata sayu gadisnya

"tapi kak gue mau temenin nevan sampe sadar" ucap Monica

"nevan biar kita yang temenin orang tua Lo pasti khawatir sama Lo" ucap arzan

"iya Mon mommy Daddy Lo udah ada di mansion mending kita pulang aja" ucap bianca

"Huuft yaudah ayo" pasrah Monica

"kalian di anterin sama bodyguard kita pulangnnya" ucap marven di angguki mereka

"aku pulang kalo gitu" ucap zeora pada zion

"iya hati-hati" ucap zion sambil mencium kening zeora

zeora dkk pun pergi dari sana dengan di kawal beberapa bodyguard

di  lain tempat terlihat dua orang berbeda gender sedang duduk berhadapan

"bang kayaknya aku mau tambahin sedikit rencana lagi buat cewek jalang itu" ucap gadis itu

"tambahin apa hm?" tanya pria yang di sebut Abang

"aku mau hancurin hubungan dia dulu baru kita singkirin dia" ucap gadis tersebut

"bagus,kamu punya rencana apa buat hancurin hubungan mereka?" tanya pria itu

gadis itupun menceritakan rencana yang telah dirinya buat

"adek Abang emang pinter banget sih" ucap pria itu sambil mengacak-acak rambut gadis itu

"iyalah adek Abang gitu loh" ucap gadis itu mengibaskan rambutnya percaya diri

"kapan kamu pengen jalanin rencana ini?" tanya pria itu

"em satu mingguan lagi kayaknya" jawab gadis itu di angguki Abang nya

"oke nanti Abang siapin semuanya" ucap pria itu

"makasih Abang" ucap gadis itu sambil memeluk Abang nya tersebut

"everything for you baby" ucap pria itu sambil mengusap rambut adiknya sayang

OWNED BY CRUEL MAFIA  || ENDCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang