CHAPTER || 54

13.9K 339 51
                                        

POV Arzan dan Bianca

arzan membawa Bianca ke kamar mereka

brukk

"sst" ringis bianca karena arzan mendorong nya ke kasur

arzan mengungkung tubuh istrinya membuat bianca kaget

"kenapa gak izin dulu hm?" tanya arzan dingin

melihat tatapan dingin arzan membuat bianca merinding dirinya baru melihat sifat lain dari suaminya ini membuat bianca menyesal telah membuat pria itu marah

"ma..maaf arzan aku..aku..."

bianca memejamkan matanya tidak tau harus berbicara apa

"apa hm?" tanya arzan dingin

"aku tau pasti kamu gak akan izinin aku" ucap bianca pelan sambil menunduk

"kalau lagi bicara tatap matanya jangan nunduk" ucap arzan sambil mencengkram dagu bianca untuk menatap dirinya

"kamu tau aku gak akan izinin,kenapa masih tetep pergi!" ucap arzan

"maaf arzan aku sama yang lain gak enak ngebatalin nya kita udah janji sama temen kita" ucap bianca

"kamu harusnya kasih tau aku dulu bianca,kamu tau kan tempat itu bahaya buat kamu sama temen-temen kamu, gimana kalo kamu di apa-apain sama para pria mata keranjang di sana" ucap arzan

"maafin aku,aku janji gak akan ulangin lagi aku bakal lebih nurut sama kamu, please maafin aku arzan" ucap bianca

"aku maafin kamu tapi kamu tetep harus dapat hukuman" ucap arzan setelah itu langsung menyambar bibir istrinya yang terlihat menggoda

arzan melumat bibir istrinya dengan kasar membuat bianca kewalahan,pria itu menggeram kesal karena bibir bianca tidak kunjung terbuka

akhirnya arzan pun menggigit bibir bawah bianca membuat gadis itu membuka mulutnya meringis pelan, tidak menyia-nyiakan kesempatan bibir arzan pun melesat masuk kedalam mulut istrinya dan mengabsen deretan gigi milik bianca

"mmph" bianca memberontak karena pasokan udaranya semakin menipis,dia memukul-mukul pelan dada suaminya membuat arzan melepaskan ciuman mereka

bianca terengah-engah dan langsung menghirup udara disekitarnya dengan rakus sedangkan arzan pria itu menatap bianca dengan penuh nafsu

"aku mau kamu malam ini honey" bisik arzan di samping telinga bianca setelah itu mencium kembali bibir yang menjadi candu nya

setelah itu....kalian tau sendiri lah apa yang terjadi sama mereka berdua

POV Arzan dan Bianca End

.

.

.

POV Nevan dan Monica

"nevan maafin aku, jangan rantai aku kayak gini" ucap Monica sambil menatap nevan memohon

tadi saat Yora dan dirinya sedang meliuk-liukkan tubuh mereka bersama para sahabat mereka yang lainya tiba-tiba ada yang memukul tengkuknya sehingga dirinya pingsan dan saat bangun-bangun dirinya sudah berada di kamar kekasihnya dengan kedua tangannya yang dirantai disisi-sisi tempat tidurnya

dan sekarang kekasihnya duduk agak jauh di sofa yang berada di depan tempat tidurnya dengan satu kaki yang ditimpa di atas kaki satunya dan kedua lengan yang bersedekap dada jangan lupakan tatapan dinginnya membuat bulu kuduk nya merinding

dia tau ini resikonya jika melanggar perintah kekasihnya

nevan berdiri dan menghampiri gadisnya yang menunduk takut

OWNED BY CRUEL MAFIA  || ENDCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang