CHAPTER || 57

11.5K 262 11
                                        

setelah mengetahui semuanya zion pun sekarang berada di ruangan gadisnya

mata zion memanas melihat tubuh sang tunangan terbaring lemah dengan banyak alat ditubuhnya untuk menopang hidup sang gadis

"el" lirih zion sambil menggenggam tangan zeora

"sekarang aku udah nemuin kamu el...tapi kenapa harus saat kamu terbaring kayak gini"

"kamu harus cepet bangun, jangan pernah berfikir buat ninggalin aku sayang,aku gak akan bisa" ucap zion dengan air mata yang mulai mengalir menangisi gadisnya

dia tidak sanggup membayangkan apa yang akan terjadi jika gadisnya meninggalkan nya,dia tidak akan rela bila gadis nya pergi dari sisinya,karena zeora adalah dunianya, miliknya

"sesuai janji aku dulu,aku gak akan lepasin kamu,aku akan lindungi kamu,cukup beberapa tahun ini aku bodoh gak nyadarin kalo kamu udah ada di sisi aku dan malah buat kamu sakit hati"

"aku juga minta maaf udah nyakitin kamu kemarin,aku cuma takut...dan gak rela liat kamu disentuh sama orang lain"

"kamu boleh marah sama aku, pukul aku sepuasnya,tapi jangan hukum aku kayak gini sayang"

"jadi bangun yaa, lampiasin semua sakit hati kamu ke aku sampai puas,tapi jangan minta aku buat ninggalin kamu, karena itu gak akan pernah terjadi"

"aku akan jelasin semuanya,kamu cuma salah paham,aku bakal hukum jalang itu buat kamu dan hukum orang yang udah buat kamu kayak gini" ucap zion dengan mata berkilat emosi

"jangan lama-lama tidurnya sayang" ucap zion lembut

"aku harus pergi dulu,nanti aku kesini lagi buat nemenin kamu" ucap zion sambil mengecup telapak tangan dan kening gadis nya setelah itu pergi dari sana

saat keluar dari ruangan gadisnya dia melihat jika keempat sahabatnya masih disana bersama Edgar

"tuan saya sudah mendapat sedikit petunjuk tentang kecelakaan nona" beritahu Edgar

"katakan" udah zion

"saya sudah memeriksa cctv di tempat kejadian,dan saya merasa mobil itu memang sudah mengincar nona,dan bisa disimpulkan jika kecelakaan itu memang di sengaja,dan ada yang ingin mencelakai nona" beritahu Edgar membuat kedua tangan zion terkepal erat merah mengetahui jika ada yang ingin mencelakai gadisnya

"cari tau siapa pelakunya,mereka harus tau siapa yang mereka lawan" ucap zion dingin

"tenang aja zi,gue sama yang lain bakal bantu cari pelakunya,kita juga gak terima,zeora udah kita anggep kayak adek kita sendiri,dan dia queen kita,kita harus bales berkali-kali lipat sampai dia mohon kematian nya sendiri" ucap Joshua tajam

"thanks" ucap zion tulus

"gak nemuin gadis kalian?" tanya zion heran

"mereka kompak diemen kita,karena marah soal kemarin" ucap arzan mendecak malas

"dan Lo tau zi, ternyata selama ini si arzan udah nikah sama si Bianca,parah banget kan gak ngasih tau sahabat-sahabat nya ini" ucap Joshua menyindir arzan

"dan sekarang dia diusir dari apartemen sama istrinya" lanjut nevan membuat mereka semua terkekeh pelan

"ck kan gue udah minta maaf,gue udah jelasin kalau pernikahan gue privat dan istri gue juga larang buat ngasih tau kalian" ucap arzan

"selamat" ucap zion kepada arzan

"thanks,semoga zeora cepet bangun dan  kalian cepet nyusul gue sama Bianca" ucap arzan sambil merangkul pundak zion

"semoga" ucap zion berharap

.

.

.

hari berikutnya sekarang zion berada di ruang bawah tanah di markas nya

Dia menatap dingin pria yang terduduk lemah pingsan dengan wajah dan tubuhnya yang sudah babak belur

"siram air dingin" perintah zion

salah satu anak buah nya pun membawa seember air es dan langsung menyiram pria itu

byurr

"uhuk uhukk"

"sialan" sarkas pria itu sambil menatap zion nyalang

"siapa kamu hah!saya gak punya urusan sama kamu" ucap pria itu

zion menatap tajam pria itu,dia dengan cepat langsung mencekik leher pria tersebut

"anda tidak mengenal saya,tapi anda berani mengusik milik saya" ucap zion dingin sambil menguatkan cengkraman nya

"uhuk uhukk saya tidak pernah mengusik milik kamu" ucap pria itu yang hampir kehabisan nafas

karena tidak ingin korban nya dengan mudah mati dia pun melepas kasar tangan nya membuat pria tersebut langsung menghirup udara secepatnya

"kemarin anda dengan sengaja menabrak gadis saya,APA KAMU TAU SIAPA YANG SEDANG KAMU USIK HAH!" bentak zion marah sambil memukul pria itu secara membabi buta

bugh

bugh

bugh

brakk

zion menendang kursi itu sehingga pria itu terpental menabrak tembok

"uhuk uhukk sa..ya tidak uhukk tau di..a gadis kamu" ucap pria itu lemah

"siapa yang suruh?" tanya zion dingin membuat pria itu terdiam

"SAYA TANYA SIAPA YANG SURUH!" ucap zion meninggikan suaranya

"sa..sa-ya tidak tau,saya hanya diperintahkan untuk menabrak gadis itu,pria itu memakai topeng,dia hanya memerintahkan setelah itu langsung pergi" jelas pria itu

dorr

zion dengan santai nya langsung menembak kepala pria itu sehingga tewas ditempat

"bawa jalang itu kesini" perintah zion sambil duduk di kursi nya

"zion" ucap viona pelan

gadis itu tampak memprihatinkan dengan banyak luka cambukan ditubuhnya

mata gadis itu membulat kaget saat melihat mayat didepan matanya, setelah itu dia langsung berlutut didepan kaki pria itu

"zion please lepasin aku,aku minta maaf,aku janji gak akan gangguin hubungan kamu sama zeora lagi" mohon viona

"lepasin kamu?mimpi!"

brukk

"ssh" ringis viona saat zion menendang tubuh nya

"bertahun-tahun pura-pura menjadi gadis saya,dan sekarang menyakiti gadis saya,kamu pikir akan lepas dengan mudah dari sini" ucap zion terkekeh pelan

"saya akan buat kamu merasakan apa yang gadis saya rasakan selama ini, sehingga kamu lebih memilih mati daripada hidup di dunia ini" sarkas zion

"gilir jalang itu,tapi jangan sampai mati,saya masih ingin bersenang-senang dengan jalang itu" perintah zion sambil tersenyum miring

"enggak enggak zion aku gak mau,maafin aku maafin aku zion" teriak viona saat zion pergi dari sana

OWNED BY CRUEL MAFIA  || ENDCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang