Capitulum Nonum.

606 32 7
                                        

Jisung tertidur di sofa tua di tengah markas, tubuhnya terkulai lemas setelah kelelahan emosional yang luar biasa. Wajahnya yang basah oleh air mata kini terlihat damai, tapi ada bekas luka batin yang jelas terlihat dari napasnya yang berat dan gerakan tubuhnya yang tidak tenang. Lingkaran itu duduk mengelilinginya, menatap penuh perhatian, tetapi ada tawa kecil yang mulai terdengar.

Jaemin duduk paling dekat, matanya menatap Jisung dengan campuran cinta yang mendalam dan ego yang menyala. Ia mengulurkan tangan, jari-jarinya perlahan menyisir rambut Jisung yang basah oleh keringat. Dengan lembut, ia berbisik, "Kau milikku. Tak peduli seberapa keras kau mencoba lari, Jisung. Kau hanya untukku."

Tangannya turun ke pipi Jisung, mengusap lembut bekas air mata yang sudah kering. Namun, ada senyum kecil di wajahnya, seolah menikmati kemenangan atas anak yang kini sepenuhnya berada di bawah kendalinya.

"Lihat dia," kata Jaemin sambil tertawa pelan, menoleh ke arah teman-temannya. "Anak jurusan bahasa yang bahkan nyaris tak bisa berbicara tadi. Betapa polos dan lugunya dia... Tapi pada akhirnya, dia kembali ke tempatnya. Di sini. Bersamaku."

Chenle duduk dengan santai, satu tangan menopang dagunya. "Jisung itu terlalu mudah ditebak," katanya sambil tersenyum sinis. "Cuma sedikit permainan psikologis, dia sudah runtuh. Bagaimana bisa dia bertahan hidup di luar sana kalau di dalam sini saja dia sepolos ini?"

Haechan terkikik mendengar ucapan Chenle, melirik ke arah Jisung yang tak berdaya. "Ya ampun, kau benar. Aku bahkan berpikir dia akan menyerah jauh lebih cepat tadi."

Renjun, yang duduk di sudut sofa lain, menatap Jisung dengan pandangan yang lebih halus. "Jangan terlalu keras pada Jisung," katanya, meski senyumnya menunjukkan bahwa ia tidak benar-benar tulus. "Dia hanya anak kecil yang mencari tempatnya. Dan sekarang, dia tahu di mana tempat itu. Bersama kita."

Renjun meraih selimut tipis yang ada di sofa dan menutupi tubuh Jisung, seperti seorang ibu yang perhatian. Tetapi, saat ia melakukannya, ia berbisik dengan nada rendah yang hanya bisa didengar oleh Jaemin, "Lemah, mudah dimanipulasi, dan mudah dihancurkan. Tapi itulah yang membuatnya sempurna untuk kita."

Mark, yang duduk di lantai dengan punggung bersandar pada meja, melirik Jisung dengan pandangan penuh penilaian. "Aku tidak tahu apakah dia benar-benar lemah, atau kita saja yang terlalu kuat," katanya sambil menyeruput minuman di tangannya. "Tapi satu hal yang pasti, dia tidak akan bisa bertahan tanpa kita. Dunia di luar sana akan memakan orang seperti dia hidup-hidup."

"Tentu saja dia lemah," jawab Jaemin dengan nada dingin. "Tapi kelemahannya adalah kekuatannya untukku. Aku bisa membentuknya, membelokkan pikirannya, dan membuatnya sepenuhnya milikku. Itu yang membuatnya istimewa."

Tawa lembut mulai terdengar dari mereka semua. Tidak ada yang benar-benar keras, hanya gumaman rendah dan senyuman yang menyiratkan keunggulan mereka.

"Kasihan sekali dia," kata Haechan, senyum nakalnya terlihat jelas. "Dia bahkan tidak tahu kalau kita semua memainkan emosi dan pikirannya. Polos sekali."

"Tapi itu juga yang membuatnya menarik," tambah Chenle, menepuk-nepuk pipi Jisung dengan ringan. "Dia seperti boneka kecil yang bisa kita kendalikan sesuka hati."

Jaemin tetap duduk tenang, pandangannya tak lepas dari Jisung. Ia tahu apa yang teman-temannya katakan itu benar. Tapi bagi Jaemin, Jisung bukan sekadar mainan. Ia adalah segalanya.

"Kalian boleh berkata apa saja," ujar Jaemin dengan suara lembut, tetapi tegas. "Tapi dia milikku. Hanya aku yang boleh memutuskan apa yang terjadi padanya."

Ia menunduk, mencium kening Jisung dengan lembut, sementara tangan-tangan temannya masih sibuk mengelus dan mengejek.

Jisung bergerak sedikit dalam tidurnya, seolah mendengar suara-suara di sekitarnya. Tetapi tubuhnya tetap lemah, terlalu lelah untuk melawan atau bahkan membuka mata. Jisung tak sadar melenguh mencari kehangatan kekasihnya. "Eungh.."

Obsession's End || NCT Dream 🔞Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang