12

23 9 0
                                        

"AYAH!! BUNDA!!"

HAPPY READING

.

.

.

Clarys berlari memeluk jasad sang ayah dan bunda nya, ia tak percaya dengan apa yang ia liat dia sekarang, ia merasa separuh hidup nya menghilang saat itu juga, mulutnya bungkam namun air mata nya terus turun membasahi pipi nya, ini seperti mimpi baginya dan ia tak siap dengan ini ayah dan bunda nya pergi meninggalkan nya untuk selamanya.

Anantar yang berada di samping clarys itu memeluk sang kakak, ia pun tak kuasa menahan tangis nya ini terlalu mendadak bagi mereka berdua walau sering berdebat tapi ia tak bisa menepis kalau ia sangat menyayangi orang tua nya

"Ayah...bunda... hiks bangun BANGUN!!!" Clarys meracau ia frustasi, ia tak siap untuk ini

"Kakak...adek ga kuat" Clarys beralih melihat adeknya, ia memeluk anantar erat

"Kita ga punya siapa-siapa lagi dek kita cuman punya kita...hiks ayah bunda pergi, pergi ninggalin kita.." Clarys semakin terisak di pelukan adik nya

"Ayah.. bunda.. kenapa? Clarys belum bisa banggain ayah bunda Clarys belum buat ayah bunda tersenyum dengan apa yang Clarys gapai kenapa secepat ini ayah bunda pergi ninggalin clarys dan adek, ayo bangun Clarys janji ga bakal kecewain ayah sama bunda ayo bangun" Ucap clarys

Om arga dan abian yang melihat itu ikut menangis, apalagi om arga dia orang pertama yang mengetahui bahwa ayah dan bunda clarys di temukan meninggal karena kecelakaan tunggal

Ia tahu ini sangat berat untuk clarys dan Anantar yang tentu masih sangat memerlukan kasih sayang dari kedua orang tuanya.

.

.

.

.

.

.

Pemakaman Ayah Aksa dan Bunda bella telah selesai beberapa jam yang lalu, dan sekarang Clarys tengah berada di kamar nya menatap foto kedua orang tuanya 

Kejadian pagi tadi terlintas di kepalanya, ia sangat merasa bersalah kerana pertemuan terakhir dengan orang tuanya sangat tidak baik, ia menyesal sangat menyesal

ceklek...

Pintu kamar clarys terbuka, disana ada Adisty yang datang untuk melihat keadaan sang sahabat yang tentunya sekarang lagi tidak baik-baik saja

Adisty bisa melihat betapa kacau sahabatnya itu lantas memeluknya, air mata adisty ikut jatuh melihat sahabatnya serapuh ini, ia juga tak menyangka secepat ini orang tua clarys pergi

"Gw ga punya siapa-siapa lagi dis..hiks...gw kehilangan separuh jiwa gw.." ucap clarys

"Shutt rys jangan ngomong gitu, lo masih punya gw, anantar dan teman-teman yang lain termasuk Caesar, jadi jangan pernah ngerasa sendiri gw dan yang lain selalu ada buat lo kita peduli dan sayang sama lo okey, tapi sekarang kalo lo mau nangis sini gapapa keluarin semua unek-unek lo gw dengerin" Adisty mencoba menenangkan clarys

Clarys diam memeluk foto orang tua nya dia merasa ini seperti mimpi namun ini nyata

"Kenapa harus mereka yang di ambil Tuhan, kenapa bukan gw aja" Clarys kembali terisak

Adisty menggeleng "Rys jangan ngomong gitu, mereka di ambil karena Tuhan sayang sama mereka lo pernah denger kan istilah Tuhan akan mengambil nyawa orang baik terlebih dahulu, makanya Tuhan ambil orang tua lo, gw yakin sekarang mereka di atas udah bahagia" Ucap adisty sambil mengelus lembut bahu sahabatnya itu

THE STUCPFIN WITH A GHOST [TELAH TERBIT]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang