30

9 1 0
                                        

HAPPY READING
.

.

.

Setelah perdebatan hebat dengan Caesar tadi dan berakhir Caesar tetap meninggalkan nya kini Clarys duduk di tepi danau dengan sisa isakan nya bersama pria misterius itu yang masih setia menemani Clarys yang sedari tadi tak berhenti menangis

Clarys merasa hancur saat ini, Hancur sehancur hancur nya, Semua kenangan nya bersama Caesar kini terus terputar di otak nya, Saat Caesar menyatakan perasaan nya saat mereka selalu berangkat bersama tertawa bersama, Kenangan itu terus melekat di fikiran Clarys

Namun kini itu semua sudah menjadi kenangan bagi Clarys, Ia tak siap untuk semua ini, Ini sangat mendadak baginya

"Apa yang salah sama gw, Kenapa dia ninggalin gw.. Apa yang salah sama kita" Ucap Clarys

"Kalo memang dari awal dia ga serius, Gw juga ga bakalan sedalam ini sama dia, Dia udah bawa gw cukup jauh Dan ini yang gw dapet, Dia pernah janji buat ga ninggalin gw Dia pernah janji buat tetap di samping gw apapun yang terjadi, Tapi sekarang apa? Dia ninggalin gw Dia pergi dan ga nepatin janji nya dia jahat gw.... gw benci sama dia, Dia ngebuat gw kecewa gw cinta dia tentu iya, Gw sayang dia pasti banget tapi ini sakit, Setelah semua yang kita lewatin, Ini balasan dia ke gw,Gw ga ngerti semua ini kenapa harus kayak gini" Ucap Clarys

Air mata Clarys masih setia berjatuhan tanpa ada niat untuk berhenti, Ini sudah sore menjelang malam, Namun Mereka masih di tepi danau Clarys masih merasa down sekarang Tak ada yang bisa ia buat sekarang selain menangis menangis dan menangis

Tangan pria misterius itu beralih merangkul Clarys dan meletakkan kepala Clarys di bahu nya, Membiarkan baju nya di basahi oleh air mata Clarys, Dan tangan nya mengelus bahu Clarys dengan lembut untuk menyalurkan rasa tenang pada Clarys

"Lo boleh menangis itu hak lo, Tapi lo harus tau, Ini demi kebaikan lo, Gw yakin perasaan Caesar itu serius ke lo Gw yakin itu, Tapi ada hal yang buat kalian berdua ga bisa bersatu sangat mustahil jika bisa, Gw tau ini memang cukup buat lo pusing, Tapi secepatnya semua akan lo tau gw bakal pastiin itu, Tapi itu semua akan berat Lo harus bisa, Gw tau tau banget lo kuat Dan gw yakin banget lo bisa lewatin ini lo harus berdiri, Lo harus bangkit jadi Clarys yang sebenarnya" Ucap pria misterius itu

Clarys tak menyangka bahwa pria asing ini bisa mengucapkan itu padanya, Namun hari ini mungkin ia tak bisa bangkit seperti apa yang dikatakan oleh pria itu

"Lo siapa sih? Kenapa lo harus sembunyiin identitas lo kayak gini?" Tanya Clarys masih dengan sisa isakan nya

"Nanti lo bakal tau" Jawab pria itu

"Terlepas dari siapa pun lo, Makasih udah mau temenin gw disini" Ucap Clarys

"Itu tugas gw, Dan gw bakalan selalu di samping lo untuk saat ini" Jawab Pria itu

Setelah itu Mereka pun sibuk dengan Fikiran mereka masing-masing, Clarys yang masih memikirkan Caesar dan pria itu dengan isi hati nya

"Andai lo tau rys gw siapa, Maafin gw harus deket sama lo dengan cara seperti ini" Batin Pria itu

~••~••~••~

Kini Abian dan juga pak Arga sudah berada di ruang tengah rumah mereka membahas hal yang tadi Abian dengar dari Ruang kepala sekolah

"Jadi benar pah? Caesar abiyasa itu anak yang terbunuh saat 9 tahun lalu?"
Tanya Abian

"Papah awalnya ragu itu Caesar, Sangat tidak masuk akal jika hantu bisa jadi manusia biasa seperti itu" Jawab pak Arga

"Tapi papah inget pembicaraan papah sama ayah Clarys dulu? Dia datang untuk balas dendam pah, Berarti yang biasa terror papah itu dia, dan ayah Clarys? apa dia juga pelaku nya?" Tanya Abian lagi

"Besok papah akan cari berkas-berkas 9 tahun lalu jika bisa setelah itu kita selidiki lagi soal ini" Jawab pak Arga lagi

"Dan Clarys?" Tanya Abian saat melihat pak Arga hendak pergi

"Dia aman, Papah sudah titipkan dia ke Bisma ia akan menjaga Clarys sampai semua ini terungkap, dan jika berkas-berkas Caesar sudah lengkap papah akan berikan ke Clarys dan kita harus membuat Caesar pergi dengan tenang, Jika memang ia adalah korban 9 tahun lalu" Ucap pak Arga lalu pergi dari sana

"Kata Adisty tadi, Ia dan Anantar yang tahu soal ini, Kayak nya gw harus bicara sama dia, Kalo memang benar semua harus cepat terungkap agar Clarys bisa balik lagi" monolog Abian

Ia menyambar jaket dan kunci motor lalu langsung tancap gas ke rumah Anantar, Sebenarnya Anantar sudah di tawarkan untuk tinggal bersama mereka di rumah pak Arga, Namun Anantar menolak dengan alasan tak enak jadi ia hanya di biayai makan saja agar ia tak usah susah-susah untuk masak

Singkat saja, Kini Abian sudah berada di depan rumah Anantar ya cukup sepi, Seperti tak ada orang disana, Abian sudah beberapa kali memencet bell namun tak ada panggilan

Saat hendak menelfon Anantar, Sebuah motor besar terparkir di depan Abian, Abian bernafas lega karena itu adalah Anantar yang baru saja pulang entah dari mana

"Gw mau ngomong penting" Ucap Abian

Anantar mengangguk lalu mempersilahkan Abian untuk masuk dulu, Semua sudah beres mereka masuk kedalam rumah

"Mau minum apa?" Tanya Anantar

"Air putih aja, Haus dikit doang nih" Ucap Abian

Anantar pun kebelakang sebentar untuk memberikan Abian air, setelah selesai itu akhirnya Anantar pun duduk dengan Abian

"Mau bicara soal apa?" Tanya anantar

"Lo tau sesuatu kan tentang Caesar? Adisty yang ngomong di kelas, Dan semua juga udah tau Caesar sebenarnya itu apa" Ucap Abian

"Iya gw tau, Adisty ceritain semuanya ke gw, Awalnya gw ragu buat percaya, Tapi setelah gw liat gerak gerik adisty yang emang kayak orang lagi ketakutan gw percaya, Dan semenjak gw tau itu, Gw selalu berusaha buat minta Clarys ga terlalu deket sama Caesar, Tapi itu malah buat kita marahan Gw juga gabisa buat ngomong yang sebenarnya sama dia, Adisty ngelarang gw Karena takut, Apalagi kita ga punya bukti kuat akan hal itu" Jelas Anantar

Abian mengangguk paham "Tapi lo tau? ternyata semua itu benar, ya belum seratus persen bener sih, Tapi udah ada tanda yang kuat kalo Caesar memang bukan manusia" Ucap Abian

"Bukti dari siapa?" Tanya Anantar

"Lo inget kan korban 9 tahun lalu yang ga sengaja kebunuh sama bokap lo dan bokap gw, Tadi orang tua korban itu Dateng ke sekolah dan dia nyebut secara jelas nama korban itu Caesar abiyasa gw denger dan bokap gw juga mau cari berkas-berkas dan data-data tentang Caesar besok, Kalau memang Caesar bukan manusia kita harus bertindak kita harus buat arwah nya bisa pulang dengan tenang, Dan tentu kita harus kasih tau Clarys soal ini, Ini berat bagi Clarys pasti tapi mau gimana pun ini yang terbaik" Ucap Abian panjang lebar

"Terus Clarys sekarang gimana? Udah ketemu? Gw khawatir sama kakak gw

Abian mengangguk "Dia aman, Dia lagi sama Bisma sekarang, Bokap gw titipin dia ke sana buat jaga-jaga ga deket sama Caesar sampai masalah ini selesai" jawab Abian

Mereka menghabiskan malam bertukar cerita tentang Caesar dan sesekali mereka mencari solusi untuk ini

~••~•••~••~















tbc


THE STUCPFIN WITH A GHOST [TELAH TERBIT]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang