21

11 2 0
                                        

HAPPY READING!

"Ehh"

Clarys tak sengaja menabrak seseorang disana. Orang itu sangat asing di mata clarys, Saat ingin meminta maaf orang itu langsung pergi begitu saja

"Aneh banget" dua kata yang terucap dari mulut Clarys

Tak lama kemudian bell masuk pun berbunyi, Clarys menunggu masuk nya Caesar namun nihil Caesar tak kunjung masuk

"Dis lo liat Caesar ga? dia tadi masuk kan ya?" tanya clarys yang di balas gelengan oleh adisty

Sepanjang pelajaran Clarys terus gelisah mencari Caesar yang jelas-jelas tadi datang

.

.

.

Akhirnya yang clarys tunggu-tunggu, bell pulang berbunyi, Clarys dengan cepat keluar kelas dan coba untuk menghubungi Caesar, namun tak ada respon sama sekali dari Caesar, Clarys lumayan khawatir jika seperti ini, Pasalnya ia takut Caesar kenapa napa

Clarys pun pergi dari sekolah untuk pulang karena harus pergi kerja, ia ingin mengabari anantar namun terlupa

Saat di jalan clarys bertemu dengan Bisma, yang sedang mengobrol dengan seseorang, saat hendak menghampiri orang itu pergi dan Bisma juga ingin pergi namun seperti nya tak jadi karena melihat kedatangan Clarys

"Eh clarys mau pulang?" tanya bisma yang keliatan sedikit gugup

"Iya, eh tadi itu siapa?" Clarys balik bertanya

Bisma keliatan gelagapan dengan pertanyaan itu, Dan itu membuat clarys semakin penasaran siapa orang tadi yang seperti nya tak begitu asing untuk nya

"Temen, dia ada hutang tadi makanya nagih diem-diem" Jawab Bisma mencoba untuk menetralkan nafas nya

Clarys hanya ber O ria mendengar itu, ia tak ingin terlalu ikut campur dengan urusan orang lain apalagi Bisma, ia hanya sedikit penasaran makanya bertanya tanpa ada maksud lain apalagi sampe ikut campur

"Mau bareng?" Tawar Bisma

Clary tampan berfikir sejenak, kalo di fikir-fikir tak ada salahnya apalagi ia akan pergi kerja otomatis jika ia berjalan pulang atau menunggu bus akan sangat lama, Jadi tak ada salah nya jika clarys menerima nya

"Boleh deh ayo" ucap clarys

Singkatnya mereka akhir nya jalan menuju rumah nya Clarys, jujur saja clarys merasa benar benar berbeda jika bersama Bisma entah mungkin karena ia lebih terbiasa dengan Caesar apalagi jika naik motor bersama Clarys tak canggung memeluk Caesar tapi jika bersama Bisma jangankan memeluk bersentuhan saja clarys canggung

Bisma tak sengaja rem mendadak, membuat Clarys terhantum kedepan, dan tangan clarys yang tak sengaja memeluk Bisma, tak ingin menyia nyiakan momen Bisma menggenggam tangan clarys dan tetap membiarkan clarys untuk memeluk nya tanpa ingin melepas nya

Clarys kaget dan berusaha melepas tangan nya, namun Bisma masih tetap menggenggam nya tak ingin jika pelukan itu lepas

"Bis tangan gw" ucap Clarys

Bisma menggeleng "Gapapa biarin aja, biar lo ga jatoh" balas Bisma dengan senyuman yang merekah sempurna  

Clarys hanya bisa pasrah menunggu hingga sampai di rumah nya, jujur Ia merasa sedikit tak nyaman dengan ini walau dulu Clarys sempat menyukai Bisma tapi itu dulu dan sekarang clarys sudah mempunyai Caesar walau tak tau bagaimana ujung hubungan mereka tapi clarys tetap setia apapun masalah nya.

Akhirnya mereka sampai di rumah clarys, dengan sedikit tergesa gesa clarys turun dari motor Bisma, tak lupa ia berterima kasih lalu masuk tanpa menatap Bisma sedikit pun, Bukan karena clarys benci atau apa, tapi karena ia takut akan suka lagi dengan Bisma

Clarys masuk ke rumah untuk membersihkan diri nya dan bersiap untuk kembali pergi bekerja, sebelum berangkat ia menyempatkan untuk mengabari Caesar walau tak ada respon sama sekali

Saat turun Clarys melihat adiknya yang baru saja pulang, ia lupa menyiapkan makanan untuk anantar karena terlalu terburu buru

"Dek kamu beli makanan di luar aja gapapa? kaka lupa masakin karena udah telat kerja

"Gapapa nanti aku makan diluar aja, sekalian mau langsung kerumah abian buat siap-siap" ucap anantar

Clarys tampak berfikir sejenak, siap siap untuk apa, namun sedetik kemudian ia langsung teringat dengan apa yang di maksud anantar

"Ohh oke nanti langsung kabarin kakak ya" ucap clarys yang di balas acungan jempol dari anantar

Clarys pun berjalan keluar rumah nya karena ingin segera bergegas untuk pergi bekerja, namun saat keluar ia melihat orang yang berdiri di depan rumah nya dengan motor besar yang tentu Clarys sangat tau siapa itu, dengan langkah cepat Clarys menghampiri orang itu dan langsung memeluk tanpa aba-aba

"Kamu dari mana aja" ucap Clarys saat memeluk Caesar

"Ga dari mana-mana, oh iya bisa kita bicara?" tanya Caesar

Dengan cepat Clarys mengangguk namun kemudian diam yang membuat Caesar sedikit bingung

"Aku harus kerja, tapi gapapa aku izin aja ya"

Clarys pun menelfon rekan kerja nya yang bukan lain adalah mahesa untuk meminta izin hari ini tidak masuk dulu, dengan alasan sakit, walau itu harus berbohong tak apa bagi clarys yang penting sekarang ia harus berbicara dengan Caesar

Setelah semua beres mereka berdua menuju ke tempat yang sering mereka kunjungi yang bukan lain adalah danau tempat favorite mereka

Seperti biasa clarys turun dan langsung duduk di tepi danau menikmati sore itu jujur jika seperti ini ia merasa sangat nyaman dan sangat bahagia seperti ada kebahagiaan tersendiri baginya apalagi jika perginya bersama dengan Caesar itu kebahagiaan yang sangat sempurna

Caesar pun ikut duduk bersama dengan clarys ia membiarkan clarys hanyut di kebahagiaan nya, jika melihat clarys seperti ini membuat dirinya semakin takut untuk kehilangan gadis itu

"Kamu mau ngomong apa?" Tanya Clarys

Caesar tak langsung menjawab, ia hanya menatap intens wajah itu

"Jika suatu saat kamu di beri pilihan, ikut bersama ku atau kau memilih untuk mencari jalan lain?" tanya Caesar

"Ya tentu aku akan ikut bersama kamu apapun konsekuensi nya aku akan tetap memilih mu" ucap Clarys seraya menunduk

"Karena aku mencintai mu" lanjut Clarys dengan nada yang sangat kecil namun terdengar jelas oleh Caesar

Caesar tersenyum tipis lalu sedetik kemudian mengambil kedua tangan Clarys dan meletakkan sesuatu disana

"Apa ini?" tanya Clarys

"Kalung liontin bintang, kalung ini cukup berharga untuk aku sudah lama kalung ini menemani ku dan dulu aku pernah berjanji, jika suatu saat aku menemukan cinta ku maka kalung ini akan ku berikan pada nya sebagai tanda cinta ku untuk nya, dan sekarang aku menemukan mu cinta ku, Cinta yang tak terduga datang ke hidupku dan memberi warna baru yang belum pernah ku dapatkan sebelum nya, Terima kasih karena sudah ada dan memberikan cinta ini untuk ku" Ucap Caesar dengan air mata yang tak mampu tertahan

"Setiap kali mataku menemukanmu,
Seperti pagi yang kembali menghidupkan embun, Jantungku berdetak lebih cepat dari waktu,
Seolah kau adalah alasan semesta ini berputar" lanjut Caesar

Mulut Clarys terkatup rapat mendengar setiap kata yang keluar dari mulut Caesar, ia tak mampu untuk mengekspresikan rasa bahagia nya saat ini

Air mata jatuh tepat mengenai pipi lembut milik Clarys, Namun itu bukan lah air mata kesedihan tetapi air mata yang menggambarkan kebahagiaan yang sangat mendalam.

~••~•••~••~













TBC






















THE STUCPFIN WITH A GHOST [TELAH TERBIT]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang