20

5 1 0
                                        

HAPPY READING
.

.

.

"Kalian?"

Clarys dan Geisha berbalik melihat, Ternyata Adisty disana dengan wajah yang cukup seperi orang yang sedang kebingungan

"Tenang Dis, gw ga ngapa-ngapa in, Gw cuman abis minta maaf sama Clarys mewakili Ghea juga" ucap Geisha

Adisty hanya mengangguk sembari tersenyum "Oh iya rys Abian nyariin lo katanya dia mau ngomong" ucap Adisty

"Oh astaga iya, Kalo gitu Geisha gw duluan ya, Kapan-kapan kita ngobrol lagi" pamit Clarys

Setelah mendapat anggukan dari Geisha, Clarys bergegas ke kelas nya untuk bertemu dengan Abian

Saat sampai di kelas Abian ternyata sudah menunggu nya, Tapi sebelum itu Clarys menyempatkan untuk menatap ke meja Caesar Tapi kosong seperti tak pernah ada orang disana

"Ayo rys bokap gw udah nunggu" ucap Abian

"E-eh iya ayo" Clarys pun mengikuti Abian ke ruang kepala sekolah

Sudah bukan rahasia lagi bahwa pak Arga adalah ayah dari Abian jadi sudah tak masalah lagi jika Abian blak-blak an menyebut pak Arga dengan kata "bokap"

Saat sampai di ruang kepsek sudah ada Anantar dan pak Arga yang menunggu nya, Sebenarnya Clarys cukup gugup dan agak takut tapi bagaimana pun ia ingin tau apa yang sebenarnya terjadi

"Duduk saya ceritakan semua" ucap pak Arga

flashback on

"Ayo cepat Aksa! nanti kita ketahuan mengambil jawaban" ucap pemuda yang berumur 18 tahu kala itu

"Sabar ini saya masih mencari nya, banyak berkas disini" Ucap pemuda yang di sebut dengan nama Aksa itu

"Nah ini dia..sudah ayo cepat nanti ada yang melihat kita!" ajak Aksa sambil mengendap endap keluar dari ruang guru

"Hey! sedang apa kalian!" terdengar teriakan dari salah satu murid disana

Aksa dan Arga sontak terlonjak kaget mendengar nya, tak ingin ketahuan oleh guru mereka berdua berjalan ke arah murid itu, niatnya hanya ingin menyuruh untuk menutup mulut namun, Aksa tak sengaja mendorong hingga murid itu terjatuh dari lantai 3 hingga lantai paling bawah

Aksa dan Arga panik, takut jika terjadi apa-apa dengan murid itu, mereka berdua langsung turun kebawah mengecek murid yang terdorong tadi

Saat sampai di bawah keadaan cukup gelap hingga mereka tak bisa melihat jelas wajah orang itu, Perlahan Aksa memegang hidung nya dan ternyata orang itu sudah tak bernafas

"Gawat sudah tak ada nafas nya, Coba cek nadi nya" Ucap Aksa dengan nada panik

Arga segera mengecek nadi nya namun nihil, Murid itu sudah meninggal di tempat, Arga dan Aksa sudah kepalang panik, takut jika kejadian ini akan terbongkar

Mereka berdua memikirkan apa yang harus mereka lakukan untuk menutupi semua ini, Sampai dimana akhirnya Arga menemukan ide yang lumayan gila

"Kita kuburkan saja dia di belakang sekolah dan kita harus menutupi nya dengan rapih" ucap Arga di angguki oleh Aksa

"Kalau begitu tutupi dulu kepala nya, Aku cukup takut melihat wajah nya, Dan kau tunggu disini aku akan mengambil beberapa alat untuk menggali di gudang" Arga pun pergi ke gudang untuk mengambil alat menggali

Kurang lebih 20 menit menunggu Akhirnya Arga kembali membawa cangkul dan beberapa kayu untuk menggali tanah

"Ayo cepat angkat dia ke belakang sekolah takut nanti ada yang liat kita" Ucap Aksa di angguki oleh Arga

Akhirnya mereka Berdua mulai menggali tanah se dalam mungkin agar tak ketahuan nanti nya dan memasukkan mayat itu tak lupa membuka baju mayat itu, Setelah di rasa sudah masuk dengan sempurna mereka memberikan beberapa kayu di atas nya agar lebih rapi Lalu kemudian mereka timbun kembali

Setelah selesai melakukan penguburan itu mereka mengecek baju nya dan melihat name tag yang hanya setengah "yasa"

"Apa kau ingat kita punya teman dengan nama yasa?" Tanya Aksa saat melihat name tag itu

Arga menggeleng sambil membersihkan bajunya yang kotor Akibat terkena tanah

"Kita harus merahasiakan ini, Tak boleh ada yang tau tentang ini hanya kita berdua saja" Ucap Arga

"Yasudah ayo cepat pulang takut ada yang melihat kita disini, Bisa panjang urusan nya"

Akhirnya Aksa dan Arga pun meninggalkan tempat itu tanpa meninggalkan sedikit pun jejak disana

FlashBack off

Clarys,Abian dan Anatar cukup Kaget mendengar cerita pak Arga yang sangat diluar nalar Bahkan tak menyangka jika Ayah nya bisa berbuat hal se tidak baik itu dulu

"Jadi sampe sekarang papah gatau orang yang papah bunuh itu siapa?" Tanya Abian

Pak Arga hanya mengangguk sebagai jawaban, Namun sedetik kemudia dia kembali, bersuara

"Saya cuman melihat kata YASA di potongan name tag nya, Sebenarnya ingin saya cari tahu tapi Aksa takut itu akan mengundang kecurigaan orang-orang" jawab Arga

"Yasa, kayak pernah denger, Rys bukan nya kita ada temen kelas yang namanya yasa ya?" Tanya Abian ke clarys

Clarys tampak berfikir sejenak lalu akhirnya mengagguk ribut

"Iya tapi bukan yasa sih, Namanya tuh Caesar Abiyasa" ucap Clarys

Pak Arga yang mendengar itu sontak membulatkan mata nya, Seperti nama itu sangat tak asing untuk nya

"Jadi berarti waktu mahesa liat bapak di belakang sekolah itu mau ambil mayat murid itu?" Tanya clarys

"Iya, Saya mau mengubur nya dengan layak, Agar ia tak lagi meneror saya, Tapi mahesa melihat dan itu membuat saya mengurungkan niat" Ucap pak Arga

"Kalau begitu kita bantu aja pak, Biar bapak ga kena terror lagi" Ucap Clarys di sambut anggukan oleh Abian dan Anantar

"Tapi sebelum itu, Saya harus mencari tahu dulu siapa dia dan mencari tau tentang keluarga nya Agar saya juga tenang, Tak peduli dengan konsekuensi apa yang akan saya Terima" Jawab Pak Arga

"Kalau begitu kita bantu saja pak, Kita bantu cari tau biar lebih cepet kan" Ucap Anantar yang sedari tadi hanya diam saja

Kali ini Abian dan Clarys mengangguk setuju, Betul apa kata Anantar ada baiknya jika mereka membantu agar kasus ini cepat selesai, Lagi pula mereka juga penasaran siapa sebenarnya orang itu

"Baiklah kalau begitu sebentar malam kalian kumpul di rumah agar kita bisa bongkar kuburan nya dan kita pindahkan ke makan yang lebih layak, Walau mungkin sudah menjadi tengkorak tapi tak ada salah nya kita pindah kan" Ucap pak Arga

"Baik Pak kalau begitu saya pamit ke kelas sebentar lagi pelajaran selanjutnya akan di mulai pak" ucap clarys

Pak Arga megangguk, Lalu akhirnya ketiga anak itupun keluar dari ruangan kepala sekolah itu

Sebenarnya Clarys sedang memikirkan nama yang di ceritakan tadi, "yasa" Nama itu selalu terlintas di otak clarys, Tapi ia tak ingin berfikiran negatif dulu, mungkin hanya mirip saja Fikir clarys

Clarys masuk ke kelas dan langsung melihat ke arah meja Caesar yang kosong tak ada orang disana, Seingat Clarys tadi Caesar datang, Apa jangan-jangan Caesar pulang ya

"ehh"

~••~•••~••~

tbc


THE STUCPFIN WITH A GHOST [TELAH TERBIT]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang