19

3 1 0
                                        

HAPPY READING

.

.

.

Senin telah tiba Clarys kembali ke aktivitas biasanya yaitu Bersekolah, dia cukup bersemangat pagi ini entah kenapa, Apalagi dia juga dan anantar sudah lumayan berbaikan walau tak seperti dulu, Tapi setidaknya tak ada perdebatan lagi

Pagi ini Clarys yang cukup bersemangat melangkahkan kakinya menuju halte Ia tak berangkat dengan Anantar karena adeknya itu ingin berangkat bersama Adisty, tak ingin mengganggu orang yang lagi kasmaran Clarys memutuskan untuk berjalan sendiri, Sebenarnya ia berharap Caesar menjemputnya tapi tak ada apa lagi semenjak dari malam kemarin Clarys tak pernah bertemu dengan Caesar, fikir Clarys mungkin Caesar sedang sibuk

Clarys menunggu seperti biasa di halte, Jika biasanya ada orang yang menjemput atau menemukan nya di halte sekarang tidak ada ini cukup aneh sih untuk Clarys apalagi Caesar yang tak pernah muncul di depan matanya

Setelah beberapa menit menunggu Akhirnya bus yang di tunggu datang, Clarys segera naik, Dan saat naik Ia melihat orang yang tak begitu asing di matanya bahkan seperti Clarys mengenal orang itu

Dengan penuh rasa penasaran Clarys perlahan mendekati

"Permisi?" ucap Clarys dengan hati-hati

Pria itu berbalik ke arah Clarys, Dan saat melihat itu Clarys langsung tersenyum, Ia tak menyangka akan bertemu Caesar di bus ini

Clarys tersenyum dan langsung duduk di samping Caesar bersiap untuk menghantam dengan beberapa pertanyaan

"Kok naik bus? Kamu juga kemarin dari mana aja? kenapa ga pernah ngabarin aku? Kamu lagi sibuk atau apa?" itu lah semua pertanyaan yang keluar dari mulut Clarys

Caesar hanya diam menatap datar kedepan, Tak keliatan sedikit niat untuk menjawab semua pertanyaan Clarys

"Kamu kenapa? kamu sakit kah? jawab aku dong caesar" Ucap Clarys lagi

Kali ini Caesar berbalik menatap Clarys dengan intens seperti ada tersirat kesedihan disana

"Nanti kita bicara, sekarang kamu turun" Jawab Caesar

Clarys mengernyit lalu berbalik, Ternyata benar ia sudah sampai di sekolah nya kemudian ia kembali berbalik ke Caesar yang masih menatap datar kedepan

"Aku nyusul, ada hal yang perlu aku urus, Kamu bisa masuk duluan nanti kita bicara" lanjut Caesar

Kali ini clarys menurut dan langsung turun dari bus nya, Ia sesekali berbalik melihat Caesar yang masih setia menatap kedepan dengan wajah yang datar

Tanpa Clarys sadari ia sedari tadi di perhatikan oleh seseorang yang ada di bus

.

.

.

Clarys masuk ke dalam kelas nya, Disana sudah ada beberapa murid termasuk Adisty, Ia lega melihat sahabatnya sudah masuk dan sudah mulai keliatan baik-baik saja, Walau masih ada rasa penasaran di hatinya Tapi ia tak peduli dengan itu, Sekarang ia lebih lebih peduli dengan kebahagiaan sahabat nya itu

"Gimana keadaan lo? udah baikan?" Tanya Clarys saat duduk di samping Adisty

Adisty mengangguk ribut "Ga juga sih,Tapi udah lumayan lah" Jawab Adisty yang membuat Clarys bernafas lega mendengar itu

Mereka berdua bercanda tawa seperti biasa, seperti tak pernah terjadi apapun, Seperti tak pernah ada kesedihan, Bahkan mereka sampai tertawa lepas Abian dan teman-teman lain melihat itu cukup ikut merasa senang, Sudah cukup lama mereka tak menyaksikan Adisty dan Clarys seperti ini

Saat sedang asik bercanda tawa, Caesar masuk dengan wajah yang cukup pucat dan datar, Tentu kedatangan Caesar membuat clarys tersenyum sedangkan Adisty langsung melanjutkan kegiatan mencatat nya

Tak lama akhirnya bell masuk berbunyi, Para murid yang sedang berkeliaran di luar kini berlari masuk kedalam kelas masing-masing terutama teman kelas clarys seperti Jefan, Dimas, dan Reygan

Bell berhenti berbunyi bersamaan dengan masuk nya bu asya, Clarys sudah biasa karena hari ini tak ada tugas yang harus di kumpul namun

"Clarys ikut saya ke ruangan, Yang lain catat bab 43 Sampai 45 Hal terakhir" Ucap bu asya

Semua murid hanya mengangguk terkecuali clarys yang ikut ke ruangan bu asya seperti apa yang di perintahkan tadi

"Duduk, ibu mau tanya sama kamu" Ucap bu asya

Clarys menurut dan langsung duduk, Jujur saja ia merasa sangat gugup padahal ia tak pernah melakukan kesalahan apapun itu

"Tadi ibu liat kamu di bus, Kamu berbicara dengan siapa??" Tanya bu Asya

"Caesar bu, Caesar abiyasa teman kelas saya" Ucap Clarys karena seingat dia memang hanya berbicara dengan Caesar di bus

Ibu Asya terlihat sedikit bingung, Entah apa maksud dan tujuan bu Asya bertanya tentang ini, Apa itu cukup penting buat Ibu Asya fikir Clarys

"Tapi tadi ibu ga liat ada siapapun di sana Bahkan di samping kamu tak ada siapapun, Apa kamu yakin? berbicara dengan Caesar?" Tanya bu Asya lagi

Clarys kebingungan, ia tak mengerti apa yang bu Asya katakan, Jelas-jelas tadi ia bersama dengan Caesar bahkan berbicara dengan Caesar, kenapa Bu Asya malah berkata tak ada orang disana

"Kamu yakin Clarys? Atau mungkin kamu ada masalah psikis sampai kamu berhayal seperti ini" Lanjut bu Asya

Clarys menggeleng tegas "Tidak bu saya sehat, Saya tidak gila dan jelas tadi saya sedang berbicara dengan Caesar murid di kelas kita, Kalau ibu tak percaya saya bisa panggilkan dia" Ucap Clarys

"Tak usah Clarys ibu hanya ingin memperjelas saja, Karena tadi ibu memang tak melihat siapapun disana selain kamu, Ibu takut ada sesuatu yang terjadi ke kamu" Ucap bu Asya

"Saya sehat bu saya ga gila dan sekali lagi saya bilang, Saya disana berbicara dengan Caesar Abiyasa, kalau hanya itu yang ingin ibu sampai kan, saya pamit bu, Permisi" Clarys berjalan keluar meninggalkan bu asya

Ia tak habis fikir, Bisa-bisanya bu asya menganggap nya gila dan mengira ia berbicara sendiri, Padahal jelas-jelas tadi ia sedang bersama Caesar berbicara dengan Caesar

Saat berjalan, Clarys tak sengaja tertabrak dengan seorang siswi lain yang ia kenal

"Geisha.. sorry gw ga sengaja, tadi gw lagi buru-buru" ucap Clarys

Geisha menahan tangan Clarys, Clarys reflek tersentak melihat itu, fikiran nya sudah negatif duluan takut jika geisha akan marah padanya

"Bisa ngomong bentar?" Tanya geisha

"Bisa, Ngomong aja" Jawab clarys sambil tersenyum

"Di taman belakang ya" ucap geisha sembari berjalan

Clarys pun mengikuti nya dari belakang

.

.

.

Sesampainya di taman, Clarys dan Geisha duduk di kursi taman, Clarys sudah sangat gugup entah apa yang ingin geisha katakan sekarang

"Gw mau minta maaf, Maafin semua perbuatan kakak gw semasa hidup nya Dan gw juga mau minta maaf atas semua kesalahan gw" ucap geisha

Clarys mendengar itu menghela nafas lega, Ada sedikit kesenangan di hati nya Ia sempat berfikir negatif kalau Geisha akan membully atau marah ke dia, Ternyata ga

"Gw udah maafin kok, Bahkan sebelum lo minta maaf gw udah maafin lo" balas clarys sambil tersenyum

Spontan Clarys langsung memeluk geisha sambil mengelus halus pundak geisha "Udah, Lupain semua kejadian masa lalu gw mau kita Damai" ucap Clarys

Ia melepas pelukan dan menatap geisha "Bahkan kalo lo mau, Lo bisa deketin Bisma" Lanjut Clarys

"Kalian?"














~••~•••~••~

tbc

THE STUCPFIN WITH A GHOST [TELAH TERBIT]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang