Descendants - 007

330 46 13
                                        

"Melahirkan mu memang sebuah dosa, tapi disisi lain, memiliki mu sebagai anakku adalah hal paling terindah ▅ ▅ ▅ ▅

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Melahirkan mu memang sebuah dosa, tapi disisi lain, memiliki mu sebagai anakku adalah hal paling terindah ▅ ▅ ▅ ▅..."

"loh dia tau aku Sarkaz?"

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"loh dia tau aku Sarkaz?"

(Name) Menatap si lelaki agak serius, meskipun tampang wajahnya terlihat santai. Tapi kenapa kau baru sadar sekarang?

"Tentu saja, bagaimana mungkin aku tidak tau kau, ras kuno dari planet Abra."

Pria misterius kini menyeringai lebar, saat (name) akhirnya mau serius padanya. "Akhirnya~ aku bisa melihat yang berdarah asli!" Ucap si pria sambil memeluk dirinya sendiri dengan wajah yang.. aneh.

Dia tersenyum lebar dan wajahnya memerah kesenangan, membuat orang yang melihatnya pasti akan berpikir bahwa dia itu "gila".

"Oh ya biar ku perkenalkan diriku."

Dia berjalan mengitari sangkar yang menahan ketiga tamu spesial nya itu, lalu berhenti tepat didepan (name), mendekatkan wajahnya padanya.

"Namaku adalah Vuitton, peneliti yang sangat hebat sepanjang masa!" Dia merentangkan kedua tangannya dengan bangga dan tiba-tiba lampu menyala untuk menyorotnya, sekaligus sebuah benda aneh muncul di bahunya.

"Dokter mana yang hebat?" Vuitton kemudian menarik sebuah mic yang entah muncul dari mana, mulai menjentikkan jarinya yang membentuk sebuah irama bersama dentuman lembut dari sepatunya.

"Dokter Vuitton! Dokter Vuitton!"

(Name) Tersenyum kecil, sedangkan Dan Heng menghela nafas kasar, lelah karena sedari awal sampai di planet ini dia merasa dipermainkan.

Dan sekarang apa lagi ini? Orang itu, yang memanggil dirinya Vuitton menyanyikan sebuah lirik yang memuja diri sendiri, sambil berjoget tak jelas.

"Aduh kepalaku sakit..." Stelle terbangun, setelah dirinya pingsan selama 3 menit akibat ulah Dan Heng.

Disaat bersamaan, Vuitton akhirnya berhenti berdansa, dengan lompatan kecil mendekat ke (name) lagi. "Aku ingin tau lebih banyak mengenai dirimu, ibu mertua."

𝘼𝙎𝙃𝙀𝙎 𝙏𝙊 𝘼𝙎𝙃𝙀𝙎Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang