Destruction - 011

181 19 0
                                        

"ada bagusnya pom-pom memberi kita tali."

"W-woi?! AKU INI KING SARKAZ! KENAPA DIPERLAKUKAN SEPERTI INI?!"

(Name) Berteriak kesal saat tubuhnya diikat dengan tali, dia berusaha melepaskan diri hingga tubuhnya malah tumbang, membuatnya menjadi seperti seekor ulat yang menggeliat.

"Nenek ku kalian apakan?"

"Tenang saja Lucerne, nenek mu cuman dihukum karena jahat." Ucap Caelus dengan senyuman manisnya pada gadis kecil disampingnya, mengusap-usap rambut nya lembut.

Pasti kalian bingung bukan? apa yang terjadi dan siapa anak yang dipanggil Lucerne ini?

Mari kita melompat ke kejadian sebelumnya.. tepatnya saat mereka kabur dari "Mr. Zero Aim".

Atau lebih tepatnya Sol..

Saat itu mereka bersembunyi- yah meski sebenarnya tak perlu banget, lagian mereka tak selemah itu kalau lawannya cuman Sol, pria itu bahkan nampak lemah dari mereka semua

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Saat itu mereka bersembunyi- yah meski sebenarnya tak perlu banget, lagian mereka tak selemah itu kalau lawannya cuman Sol, pria itu bahkan nampak lemah dari mereka semua.

"Memangnya kenapa kalau kita berhadapan dengan pemerintahan di sini?" Tanya Caelus heran, menatap kearah (Name) yang nampak sibuk mengerjakan sesuatu yang tidak ia ketahui.

"Kau tau planet Abra tidak?"

Caelus melihat ke orang-orang di sekelilingnya, Dan Heng dan Welt berbagi tatap. "Itu planet asal (Name)" ucap Dan Heng, membuat Caelus juga Tony jadi tertarik.

"Sarkaz, tidak berasal dari sini." (Name) Berdiri setelah sedari tadi berjongkok tepat disamping tubuh si gadis kecil yang ditutupi kain. "Kami berasal dari dimensi yang jauh, sejarah kami bisa sampai ke sini pun panjang. Sulit untuk menjelaskannya."

(Name) Menyilangkan tangannya, "kami dari Terra."

Caelus jadi kebingungan, sekaligus kaget begitu mengetahui bahwa ras (name) aslinya dari dimensi lain, tapi apa itu Abra?

"Dari Terra, kami mencapai Abra, agak mengejutkan kami masih bisa hidup setelah tempat asal kami sendiri sudah mau hancur."

(Name) Pun menghela nafas. "Di Terra ada satu penyakit yang disebabkan oleh sebuah bencana, aku tak bisa mengatakan apa itu, tapi itu benar-benar mengerikan."

"Aku seperti Tuan Yang, dari tempat antah berantah." Ucap (name) lagi, tersenyum kecil sambil menunjuk kearah Welt disamping nya. "Kita mungkin jodoh Tuan Yang~"

"(Name)"

"Hah, maaf. Ku lanjut nih ya?"

Dan Heng menghela nafas lelah, sedangkan Caelus dan Tony berkeringat dingin melihat kurangnya keseriusan (name).

"Sebelumnya ada organisasi yang agak bertentangan dengan masyarakat biasa di Terra, aku tak tau jelas itu apa, karena saat itu aku belum diberi titel sebagai King Sarkaz." (Name) Kemudian terdiam sejenak, ekspresi nya menjadi agak serius. "Dikatakan jahat pun tidak, baik pun juga sepertinya sangat tak cocok. Disana ada banyak konflik lain juga."

𝘼𝙎𝙃𝙀𝙎 𝙏𝙊 𝘼𝙎𝙃𝙀𝙎Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang