I'm here - 009

255 37 17
                                        

Langkah kaki terdengar bersama dengan suara dentingan piring juga cangkir yang menggema di ruangan, ditengah tegangnya suasana saat ini

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Langkah kaki terdengar bersama dengan suara dentingan piring juga cangkir yang menggema di ruangan, ditengah tegangnya suasana saat ini.

Seorang pria dengan gelisah berjalan pulang balik terus menerus disaat tamunya menikmati makanan dan minuman yang ia sediakan.

Meskipun yang lainnya terlihat lumayan santai, hanya dia seorang saja yang berbanding terbalik dari orang lain di ruangan tersebut.

Apalagi (name).

"ini gila!" Sang lelaki tiba-tiba berhenti, membanting tangannya keatas meja hingga membuat isi dari cangkir kopi Welt tumpah sedikit. "Kau melibatkan Tony kedalam masalah pribadi mu!"

(Name) Yang diteriaki begitu cuman lanjut mengunyah buah stroberi didalam mulutnya, padahal seluruh orang di ruangan tersebut menatapnya.

"Tony yang ingin ikut melibatkan diri." Ucap (name) dengan ujung garpunya berada diantara mata lelaki di hadapannya. "Aku tidak bisa melarangnya, karena itu keinginannya, jadi kau tak ada hak untuk untuk menyalahkan ku, tuan Sol."

Dengan helaan nafas frustasi, Sol, si lelaki pun menjauh dari wajah wanita itu.

Ia tak tau apa yang dipikirkan oleh master dari anak teman lamanya tersebut. Iris hitam pekat milik (name) tak bisa dibacanya seperti kebanyakan orang yang pernah dia temui.

"Aku sudah membantu mu dengan menghancurkan markas Black Mud, bahkan menerima orang-orang yang kau sebut teman mu ini untuk bersembunyi! Tapi kau malah berencana untuk membawa Tony? Dia cuman anak kecil-"

(Name) Menunjuk kearah Tony yang duduk di samping Welt, lalu pada Sol. "Dan anak ini adalah murid ku, jadi kau tak ada hak untuk memilih apa yang ia harus lakukan dan tak lakukan. Lagipula orang tuanya mempercayakan anak mereka ke aku."

Sol menggertakkan giginya. Jika saja tak ada orang lain, selain dirinya dan (name), mungkin ia akan membunuh wanita itu tanpa segan-segan demi keamanan Tony.

(Name) Berdiri dari tempat duduknya sambil meletakkan piringnya yang sudah bersih.

"Aku mau menyiapkan ritualnya." Ucapnya, berjalan keluar bersama anggota astral express lainnya, meninggalkan Tony dengan Sol.

"Hah.. maafkan aku Tony, aku tidak seharusnya berkata kasar dihadapan mu."

Tony menggelengkan kepalanya, "tidak apa-apa, aku tau kalian cuman mengkhawatirkan ku."

Welt, Dan Heng, juga Stelle mengikuti (name) dari belakang. Mereka berjalan menuju ruang bawah tanah yang lumayan gelap dalam keadaan tak nyaman.

Ingin rasanya Dan Heng atau Welt bertanya akan keadaan wanita itu, tapi rasa ragu menghampiri mereka, takut jika malah memperburuk suasana.

Tapi Stelle, sang manusia pentung dengan sifat alami dongonya tanpa segan langsung berbicara.

"Orang tadi nyebelin, tapi kue nya enak juga." Celetukannya, membuat dua pria lainnya langsung menepuk dahi mereka. "Dia kenapa begitu? Seperti gak suka banget sama kau."

𝘼𝙎𝙃𝙀𝙎 𝙏𝙊 𝘼𝙎𝙃𝙀𝙎Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang