Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"kalian jahat. Asli, akan ku laporin ke Himeko kalian!"
Kini keadaan kembali seperti semula, yah tak bisa dibilang semula lagi sih... Soalnya selain kau sudah kembali, Astral Express sepertinya akan tambah dua anggota mereka lagi.
Tapi kenapa harus anak-anak deh?
"Jadi ini tou gunanya Pom-pom kasih kita tali?" Ucap Stelle dengan senyumnya, teringat sebelum mereka pergi, Pom-pom memberi sebuah tali untuk mereka, ia tak tau apa gunanya, namun sekarang sepertinya ia tau ini untuk apa.
Karena begitu (Name) pingsan, Dan Heng bukannya bergerak mengobati rekannya itu, dia malah langsung mengikatnya.
"Nenek gak apa-apa? Kenapa harus mengikatnya?"
Gadis kecil bertanya pada Welt, memegangi ujung lengan bajunya.
Lucerne, nama si bocah yang sebelumnya sudah jadi mayat hingga ke monster kini hidup lagi, jujur Welt agak bingung tapi dia memilih untuk tak bertanya lebih.
Lebih baik tetap penasaran dibanding tau apa yang sebenarnya terjadi.
"Tapi kita kembali.. maksud ku kita ke kapal yang kalian bilang itu- bagaimana cara kesana? Bukannya itu di luar angkasa ya?" Kali ini Tony lah yang bertanya, menatap ke kau yang diseret oleh Dan Heng.
"(Name).. di mana Space Anchor di sini? Yang terdekat?"
"Gak akan ku bilang sebelum kau lepasin aku!" Kau berujar kesal, menggeliat seperti ulat bulu digenggamannya.
Perempatan kesal muncul dikepala Dan Heng sebelum akhirnya ia menggetok kepalamu.
"J-JANCOK???"
"Ngomong."
Kau otomatis cemberut.
"Sialan... Satu kilometer dari sini-"
Belum selesai berbicara, Dan Heng kembali menyeret tubuh mu seperti karung beras, hingga membuat beberapa pasir masuk kedalam mulut mu.
"KAU INI ADA DENDAM APA SIH???!"
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.