The best choice - 010

278 36 35
                                        

Angin berhembus, membuat pasir disekitar ikut berterbangan mengikuti arah angin, menutupi setiap jejak kaki yang tertinggal

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Angin berhembus, membuat pasir disekitar ikut berterbangan mengikuti arah angin, menutupi setiap jejak kaki yang tertinggal.

Dari atas gunung pasir tinggi, (name) menatap kota kecil yang menjadi tempat tinggal nya selama beberapa dekade ini.

Tak ia sangka akan datang hari dimana dia akhirnya akan meninggalkan planet ini.

"Jadi, mau jelaskan apa yang sebenarnya terjadi?"

(Name) Menghela nafas, berbalik kearah para rekannya.

"Aku sudah lama di sini. Awalnya aku bersiteru dengan saudara ku karena hal agak sepele.."

"Memangnya apa?" Celetuk Caelus dan Tony disaat bersamaan.

"Biarin aku lanjut ngomong dong- ah lupakan. Intinya mereka marah karena aku punya anak."

Rahang Caelus terjatuh, sedangkan Welt menepuk dahinya.

Dan Heng tampak sama bingung nya, namun ekspresi datar khasnya itu berhasil menutupinya.

"Tentu saja mereka pasti marah. Maksudku kau salah satu yang termuda diantara para saudara mu-"

(Name) Langsung memotong kalimat Dan Heng. "Oi ada Dia yang termuda, kenapa malah aku?"

"Oh iya."

Caelus dan Tony saling bertatapan, baru tau bahwa selain sudah beranak juga bercucu- (name) juga bersaudara.

Ber-nya dihapus dulu bisa gak?

"Tapi kalau gitu ayah anak mu siapa dong."

(Name) Memalingkan wajahnya, nampak sebuah glitch kecil muncul di kepalanya. "Aku"

"Aku tau kau bohong." Mereka berucap disaat bersamaan pada (name), tahu pastinya dia berbohong.

"Tapi anak mu itu berapa?"

Begitu ditanyai itu oleh Caelus, (name) kembali tersenyum. "Aku punya 2! Satunya cowok, ku beri nama Rendang, satunya lagi cewek namanya Lapis Legit! Kau tau, Rendang punya tanduk kek aku juga, wajahnya selalu sok datar kek Dan Heng padahal dia pemalu! Ahaha! Terus Lapis Legit itu nakal banget, dia selalu isengin Rendang! Ahh mereka imut banget saat masih kecil!"

Mereka seketika terdiam.

"Aku rasa keluarganya bukan marah karena dia beranak deh, tapi karena dia kasih nama anaknya itu jelek" bisik Caelus pada Dan Heng, yang terdiam dan Tony malah menganggukkan kepalanya saat samar-samar mendengar itu.

"Caelus, diam saja, kita tak mau dia melempar mu ke langit-langit."

"Maaf..."

Caelus pun cemberut, namun tak lama kemudian dari arah kota, mereka mendengar sebuah dentuman keras yang membuat kaget.

"W-OI! ITU KENAPA ADA BANYAK ORANG BEJIBUN?!" Pekik Caelus, memeluk Dan Heng dengan dramatis.

Ekspresi (name) yang tadinya sangat ceria saat menceritakan soal para anaknya berubah jadi serius.

𝘼𝙎𝙃𝙀𝙎 𝙏𝙊 𝘼𝙎𝙃𝙀𝙎Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang