36. Jadi dia?!

354 21 9
                                        

" Kamu ngapain disini?!" tanya Karina.

" Harusnya aku yang tanya, kamu ngapain disini? Kamu....ngikutin Aeri?"

" A..aku.."

Sebelum Karina menjawab pertanyaannya, Mark sempetin buat ngintip Aeri, dan pas dia ngintip, ternyata Aeri mau nyamperin ke tempat mereka sembunyi!

" Mendingan sekarang kita cari tempat lain buat ngobrol, Aeri lagi jalan kesini."

" Hah?!"

" Ayo!" Tanpa basa-basi lagi, Mark langsung tarik tangan Karina, menyelamatkan diri sebelum ketahuan sama Aeri.

" Nah. Disini aja." Mark membawa mereka ke arah gudang karena disana tempatnya sepi, paling cuma office boy atau office girl yang lewat.
" Sekarang kamu jelasin ke aku, kamu ngapain ngikutin Aeri?"

" Kenapa kamu mau tahu banget urusan aku? Kamu mau ngadu ya ke Aeri?!"

" Aku cuma mau tau, bukan mau ngadu."

" Alah. Kamu pasti ngadulah sama pacar kamu itu!"

Mark diam sebentar, kemudian mengoreksi pernyataan Karina, " aku sama dia ga pacaran."
Bikin Karina yang dengernya, memasang wajah terkejut. " Masa?"

" Iya. Kamu kira aku pacaran sama dia?"

" Iyalah. Kalian aja keliatan mesra banget!"
Gak lama kemudian, Karina sadar sama omongannya.
" A-aku ga cemburu ya! Aku cuma ngomong apa yang aku liat pake mata kepala aku sendiri!"

Mark tersenyum geli. " Haha iya iya percaya. Tapi kalo keliatannya kayak gitu, yaa sebetulnya aku sama dia biasa aja, kita ga pacaran."

" Kenapa? Bukannya kamu masih gamon sama dia? Harusnya habis putus dari aku, kalian pacaran dong? Kan kamu udah berhasil balik lagi sama masa lalu yang selama ini susah buat kamu lupain?" Ini Karina pure penasaran tapi sekaligus sengaja mau nyindir Mark.

Mark ga langsung jawab pertanyaan sarkas itu. Dia diem. Malah nundukkin kepala, ngeliat ujung sepatunya dengan raut muram.
" Aku tau aku kesannya kayak gak tau diri. Tapi jujur aku udah ga bisa ngerasa kayak dulu lagi, Kar."

" Maksudnya?"

" Aku..." Mark mengangkat kepalanya kembali dan menatap Karina dengan bola mata yang sedikit berkaca-kaca. ".... aku nyesel, Kar."

Mendengar apa yang baru saja keluar dari mulut itu, sama sekali tidak membuat Karina iba apalagi simpatik . Amarahnya malah naik sampai ke ubun-ubun.
" Bisa ga, gausah bahas apa yang udah ga perlu lagi dibahas? Mau kamu ngomong kayak gimanapun, kenyataannya ga akan berubah, Mark! Kenyataan kamu yang nggak bisa lupain dia sampe kamu jadiin aku pelampiasan dan kenyataan kalo Kita udah PUTUS."

" Karina—

" JUGA kenyataan kalau aku udah gaada perasaan apa-apa lagi sama kamu."

Mark sampai ga bisa berkata-kata dibuatnya. Dia dipojokkin habis-habisan sama Karina.

Saat ini, Mark cuma bisa senyum tegar yang ia buat secara terpaksa.
Perempuan yang dulu menjadi kekasihnya itu, sudah benar-benar melepaskannya. Tidak ada yang tersisa untuk dirinya kembali berharap.

" Yap. I know it very well. Don't worry."

Karina mendengus.
" Back to our first topic.
Aku emang sengaja ngikutin Aeri. Karena awalnya aku curiga sama dia. Sama kamu juga!"

Duda Lantai Lima [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang